
Bola.net - Pelatih Arab Saudi, Herve Renard, dilaporkan menunjukkan kemarahan dalam diam sesaat setelah timnya memastikan kemenangan 3-2 atas Timnas Indonesia. Reaksi dingin itu dipicu oleh kartu merah konyol yang diterima oleh gelandang senior, Mohamed Kanno.
Insiden kartu merah tersebut terjadi di menit-menit akhir laga krusial melawan Timnas Indonesia. Kecerobohan itu dinilai nyaris membuat kemenangan yang sudah di depan mata menjadi buyar.
Kekecewaan Renard pada pemain seniornya itu berbanding terbalik dengan sikapnya kepada para pemain muda. Ia justru memuji habis-habisan performa para darah muda seperti Saleh Abu Al-Shamat yang tampil gemilang.
Reaksi Renard ini menjadi sorotan utama media Arab. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya masalah disiplin yang bisa merugikan tim dalam upaya mereka lolos ke Piala Dunia 2026.
Kecewa Berat pada Sang Veteran
Herve Renard memasukkan Mohamed Kanno di babak kedua dengan satu tujuan jelas. Ia ingin pengalaman sang gelandang senior bisa membantu mengontrol permainan dan mengamankan keunggulan.
Namun, yang terjadi justru di luar dugaan. Hanya lima menit setelah masuk ke lapangan, Kanno justru menerima kartu merah setelah terlibat adu argumen dengan wasit.
Media Arab menggambarkan bagaimana raut kekecewaan mendalam terpancar dari wajah Renard. Ia disebut hanya bisa terdiam, menahan amarah melihat tindakan ceroboh pemainnya.
"Reaksi Renard terhadap kartu merah itu benar-benar diam. Ia tidak memprotes wasit, tidak berbicara dengan asistennya, ia hanya menahan amarahnya," tulis laporan media Asharq Al-Awsat.
Enggan Salahkan Wasit, Fokus Berbenah
Meskipun insiden kartu merah itu cukup kontroversial, Herve Renard menunjukkan kelasnya. Ia sama sekali tidak mau menyalahkan wasit atau pihak lain atas apa yang terjadi di lapangan.
Dalam konferensi pers, ia dengan cerdik menolak untuk ditarik ke dalam perdebatan mengenai kinerja wasit. Baginya, fokus utama saat ini adalah melakukan evaluasi dan perbaikan internal.
"Ketika Anda seorang pelatih, terkadang Anda berbicara dengan wasit keempat dengan marah. Sejujurnya, saya tidak ingin mengomentari wasit karena mungkin bisa ditafsirkan secara keliru," kata Herve Renard.
"Dan kami hanya ingin fokus pada laga berikutnya," lanjutnya, seraya menegaskan bahwa yang terpenting adalah mempersiapkan diri untuk laga penentuan melawan Irak.
Pujian untuk 'Kartu As' Baru
Sikap dingin Renard terhadap insiden kartu merah Kanno sangat kontras dengan pujiannya untuk bintang muda, Saleh Abu Al-Shamat. Pemain berusia 23 tahun itu disebutnya sebagai 'kartu as' baru yang tampil magis.
Renard mengaku sangat terkesan dengan talenta dan kontribusi besar yang diberikan oleh Abu Al-Shamat. Ia menyebut sang pemain sebagai pembuat perbedaan di laga yang sulit tersebut.
"Dia adalah talenta yang luar biasa dan hari ini kita melihat performa level tingginya. Dia menciptakan perbedaan," puji Renard.
"Terkadang setelah menunjukkan performa ini, Anda menemukan sang pemain terbang di angkasa, tetapi dia harus selalu ingat bahwa konsistensi dan kerja berkelanjutan adalah jalan menuju kesuksesan," lanjutnya, memberikan pesan agar sang bintang baru tetap rendah hati.
Statistik Serangan yang Mengagumkan
Di luar drama kartu merah, media Arab juga menyoroti betapa superiornya lini serang Arab Saudi. Serangan yang dibangun oleh para pemain muda disebut tidak pernah berhenti sepanjang laga.
Secara statistik, performa ofensif Arab Saudi memang sangat luar biasa. Mereka tercatat mampu melepaskan total 17 tembakan ke arah gawang Timnas Indonesia.
Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan peluang yang sangat berbahaya. Satu tembakan bahkan sempat membentur mistar gawang Skuad Garuda.
Semangat juang para pemain muda seperti Abu Al-Shamat, Feras Albrikan, dan Musab Al-Juwayr menjadi kunci. Ditambah dengan pengalaman dari Salem Al-Dawsari, serangan Arab Saudi tampil sangat hidup dan dinamis.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kevin Diks Tak Puas Lawan Arab Saudi, Siap Tebus di Laga Kontra Irak
Tim Nasional 10 Oktober 2025, 23:51
LATEST UPDATE
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR