
Bola.net - Kapten Persib Bandung, Marc Klok, memberi komentar tentang Shin Tae-yong saat masih jadi pelatih Timnas Indonesia. Marc Klok menyebut pria asal Korea Selatan tersebut ingin punya kekuasaan mutlak atau diktator.
Marc Klok pernah jadi andalan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Namun, sejak laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Vietnam, 21 Maret 2024, Marc Klok tidak pernah dapat panggilan ke Timnas Indonesia lagi.
Baru-baru ini, PSSI resmi memecat Shin Tae-yong dari kursi pelatih. Pengumuman pemecatan pelatih 54 tahun itu dilakukan pada hari Senin (6/1) lalu. Shin Tae-yong dipecat walau masih punya kontrak hingga 2027.
Keputusan PSSI memecat Shin Tae-yong bisa dibilang mengejutkan serta menuai pro dan kontra di kalangan fans. Sementara, kepada media Belanda, Marc Klok mengungkap apa yang terjadi di Timnas Indonesia.
Simak ulasan lebih lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Shin Tae-yong Seorang Diktator

Setelah pemecatannya, muncul banyak rumor tentang Shin Tae-yong. Terutama terkait hubungan dengan pemain dan caranya dalam menangani ruang ganti. Termasuk situasi ruang ganti usai laga melawan Bahrain dan China.
Sementara, komentar menarik diberikan Marc Klok kepada media asal Belanda yakni ESPN NL. "Dia (Shin Tae-yong) benar-benar seorang diktator dan dia ingin berada di atas kelompoknya," ucap Marc Klok.
"Ini seperti pukulan ganda. Di satu sisi, negara itu penuh pujian untuk Shin Tae-yong, yang telah menjabat selama sekitar lima tahun. Pemecatannya mengejutkan rakyat. Dia telah mencapai sesuatu untuk pembangunan pemain dan negara," sambung Marc Klok.
Shin Tae-yong dan Pemain Terkendala Komunikasi

Selain kepemimpinan, pola komunikasi Shin Tae-yong juga acap kali dapat sorotan. Shin Tae-yong dinilai tidak aktif belajar bahasa Inggris atau Indonesia untuk memudahkan komunikasi dengan anggota tim lainnya.
Marc Klok membenarkan bahwa komunikasi jadi masalah antara Shin Tae-yong dan tim. Bahkan, masalah komunikasi disebut membuat para pemain Timnas Indonesia merasa tidak nyaman.
"Kendala bahasa menjadi kendala pelatih nasional sebelumnya, yang membuat banyak pemain jengkel. Itu yang membuat saya jengkel. Saya pernah berkonflik dengan pelatih nasional sebelumnya. Jika Anda berdiskusi dengannya, dia dapat mencoret nama Anda. Itulah jalan keluarku," ucap Marc Klok.
Sumber: ESPN
Hasil dan Klasemen Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026
Klasemen Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia (c) AFC
5 September 2024
- Jepang 7-0 China
- Australia 0-1 Bahrain
- Arab Saudi 1-1 Timnas Indonesia
10 September 2024
- China 1-2 Arab Saudi
- Timnas Indonesia 0-0 Australia
- Bahrain 0-5 Jepang
10 Oktober 2024
- Australia 3-1 China
- Bahrain 2-2 Timnas Indonesia
- Arab Saudi 0-2 Jepang
15 Oktober 2024
- Jepang 1-1 Australia
- China 2-1 Timnas Indonesia
- Arab Saudi 0-0 Bahrain
14 November 2024
- Australia 0-0 Arab Saudi
- Bahrain 0-1 China
15 November 2024
- Timnas Indonesia 0-4 Jepang
19 November 2024
- China 1-3 Jepang
- Timnas Indonesia 2-0 Arab Saudi
- Bahrain 2-2 Australia
20 Maret 2025
- Jepang vs Bahrain
- Australia vs Timnas Indonesia
- Arab Saudi vs China
25 Maret 2025
- Jepang vs Arab Saudi
- China vs Australia
- Timnas Indonesia vs Bahrain
5 Juni 2025
- Australia vs Jepang
- Bahrain vs Arab Saudi
- Timnas Indonesia vs China
10 Juni 2025
- Jepang vs Timnas Indonesia
- Arab Saudi vs Australia
- China vs Bahrain
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nuansa Belanda, Prediksi Starting XI Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert
Tim Nasional 9 Januari 2025, 18:55
LATEST UPDATE
-
Azzedine Ounahi, Bocah Casablanca yang Kini Jadi Harapan Maroko
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:29
-
Bagaimana Didier Deschamps Mengubah Wajah Prancis
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:23
-
Portugal Kini Menatap Masa Depan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 16:23
-
Kekuatan Belgia Memang di Atas Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 15:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55



















KOMENTAR