Nathan Tjoe-A-On Bisa Jadi Solusi Timnas Indonesia untuk Menghadapi Bulgaria

Nathan Tjoe-A-On Bisa Jadi Solusi Timnas Indonesia untuk Menghadapi Bulgaria
Nathan Tjoe-A-On berbincang dengan Jay Idzes dalam sesi latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (c) Bola.net/M. Iqbal Ichsan

Bola.net - Timnas Indonesia membuka langkah di FIFA Series 2026 dengan kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis. Hasil itu menjadi bekal penting sebelum menghadapi Timnas Bulgaria di final.

Meski tampil dominan, belum semua pemain mendapat kesempatan bermain pada laga tersebut. Hal ini membuka peluang evaluasi bagi tim pelatih.

Salah satu yang belum tampil adalah Nathan Tjoe-A-On. Kehadirannya dinilai bisa menjadi solusi tambahan bagi Timnas Indonesia dalam menjaga keseimbangan permainan.

1 dari 2 halaman

Nathan Tjoe-A-On dan Joey Pelupessy di Lini Tengah

Aksi Joey Pelupessy pada laga Timnas Indonesia lawan St. Kitts and Nevis di FIFA Series 2026 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Aksi Joey Pelupessy pada laga Timnas Indonesia lawan St. Kitts and Nevis di FIFA Series 2026 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Pelatih John Herdman belum menurunkan Nathan pada laga pertama. Kondisi ini memunculkan harapan agar ia diberi menit bermain saat menghadapi Bulgaria.

Pengamat sepak bola Toni Ho menilai Nathan layak mendapat kesempatan. Ia menegaskan pentingnya peran pemain tersebut untuk lini tengah.

"Nathan Tjoe-A-On belum pernah main. Jika John Herdman ingin tahu kemampuan semua pemain, seharusnya Nathan dapat kesempatan tampil. Timnas Indonesia butuh sosok Nathan yang visioner dan kuat untuk mengimbangi lini tengah Bulgaria," ucap Toni Ho.

Nathan dinilai bisa berduet dengan Joey Pelupessy yang juga minim menit bermain. Kombinasi keduanya berpotensi memperkuat stabilitas permainan Timnas Indonesia.

Selain itu, Nathan memiliki kemampuan menjaga ritme permainan. Perannya penting untuk menghubungkan lini bertahan dan menyerang.

2 dari 2 halaman

Solusi Bola Mati dan Variasi Serangan

Aksi Dony Tri Pamungkas pada laga Timnas Indonesia lawan Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) (c) Abdul Aziz

Aksi Dony Tri Pamungkas pada laga Timnas Indonesia lawan Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) (c) Abdul Aziz

Kelebihan lain Nathan ada pada kemampuan bola mati. Pada laga sebelumnya, skema set pieces Timnas Indonesia belum maksimal.

"Doni Tri bagus untuk tendangan pojok. Untuk skema set pieces, saya lihat belum ada sosok yang cocok. Nathan Tjoe-A-On bisa jadi solusi menghadapi Bulgaria," katanya.

Kehadiran Nathan juga memberi opsi tambahan dalam skema serangan. Ia bisa menjadi penghubung ketika Ole Romeny mendapat tekanan dari lawan.

"Kemarin, Ole Romeny jadi opsi sebagai gelandang serang dan playmaker. Jika Nathan main, dia bisa jadi penyambung tengah dan depan bergantian jika Ole Romeny dimatikan lawan," jelasnya.

Dengan peran tersebut, Ole bisa lebih fokus di lini depan. Hal ini memberi fleksibilitas taktik bagi Timnas Indonesia.

"Lawan Bulgaria tak bisa hanya mengandalkan Ole Romeny. Jika ada Nathan Tjoe-A-On, maka Ole Romeny bisa fokus sebagai striker meski sekali-kali Ole juga harus turun ke tengah," tuturnya.

Dibandingkan Ivar Jenner, pengalaman Nathan dinilai lebih matang. Faktor ini bisa menjadi nilai tambah bagi Timnas Indonesia saat menghadapi Bulgaria.

Disadur dari: Bola.com/Gatot Sumitro/Rizki Hidayat, 29 Maret 2026


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL