John Herdman Blak-blakan, Pantau 6 Pemain Diaspora Baru untuk Timnas Indonesia: Butuh Lebih Banyak Pesepak Bola di Liga Top Dunia

John Herdman Blak-blakan, Pantau 6 Pemain Diaspora Baru untuk Timnas Indonesia: Butuh Lebih Banyak Pesepak Bola di Liga Top Dunia
Ekspresi John Herdman dalam laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026, Jumat (27/3/2026). (c) Bola.net/M. Iqbal Ichsan

Bola.net - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman menyatakan bahwa proyek Skuad Garuda saat ini tidak hanya berorientasi jangka pendek. Ia ingin membangun fondasi kuat agar mampu bersaing di level lebih tinggi pada Piala Dunia 2030.

Menurut Herdman, regenerasi Timnas Indonesia sedang berjalan ke arah yang positif. Namun, ia menilai proses pengembangan pemain muda harus dipahami sebagai sesuatu yang dinamis.

Herdman mencontohkan pengalamannya ketika menangani Kanada. Beberapa pemain yang kini tampil di level elite Eropa bahkan belum masuk radar pada awal proyek berjalan.

Nama Tajon Buchanan dan Jonathan David menjadi contoh yang disampaikan Herdman. Keduanya berkembang pesat dan akhirnya mampu mencapai level tertinggi sepak bola Eropa.

"Periode kualifikasi satu setengah tahun itu adalah periode yang paling penting. Tapi yang harus Anda pahami adalah seluruh proses ini bersifat dinamis. Pemain bisa muncul kapan saja. Dan ini adalah pelajaran besar di Kanada," ujar Herdman dilansir Antara.

"Tajon Buchanan, misalnya, yang kemudian bermain untuk Inter Milan, dia tidak ada dalam radar hingga tahun 2020. Dia belum ada ketika saya datang pada tahun 2018. Bahkan dalam pemikiran saat itu, tidak ada yang menyangka Jonathan David bisa mencapai level yang ia raih"

"Jadi, saya pikir, pertama, Anda harus menerima bahwa ini adalah proses yang dinamis, namun Anda harus terus mencari," katanya menambahkan.

1 dari 3 halaman

Pencarian Bakat Sejak Usia Muda

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman memberikan tos kepada Calvin Verdonk dan Jay Idzes (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman memberikan tos kepada Calvin Verdonk dan Jay Idzes (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Lebih lanjut, Herdman juga menilai pencarian bakat harus dimulai sejak usia muda. Ia menyebut komunikasi antara pelatih dan departemen teknis menjadi bagian penting dalam proses pengembangan pemain.

Menurut Herdman, pemain muda potensial perlu mendapatkan pengalaman internasional agar perkembangan mereka bisa dipercepat. Karena itu, pemain yang memiliki kualitas khusus harus segera diberi kesempatan lebih tinggi.

"Dan Anda harus bisa melihat seorang pemain berusia 15 tahun. Anda harus berbicara dengan Alex Zwiers, direktur teknik, untuk memahami siapa yang ada dalam sistem yang berpotensi untuk berkembang pesat," kata Herdman.

"Dan akselerasi adalah kata kunci di sini, karena ini tentang mengenali pemain-pemain berpotensi yang, jika kita beri mereka pengalaman internasional, kita bisa melontarkan karier mereka karena mereka memiliki profil, kompetensi posisional, kualitas posisional yang memberi tahu Anda bahwa jika kita beri mereka pengalaman ini, ada peluang mereka bisa naik ke level berikutnya," beber Herdman.

2 dari 3 halaman

Herdman Beri Perhatian pada Alfharezzi Buffon

Duel antara Alfharezzi Buffon dan Aleksa Andrejic pada duel Borneo FC vs Persita di pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. Persita

Duel antara Alfharezzi Buffon dan Aleksa Andrejic pada duel Borneo FC vs Persita di pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. Persita

Selain pemain lokal, Herdman mengungkapkan pihaknya juga memantau sejumlah pemain diaspora muda di beberapa negara. Beberapa di antaranya berasal dari Jerman, Belanda, Australia, hingga Amerika Serikat.

Ia menyebut keseimbangan pemain lokal dan diaspora menjadi bagian penting dalam proyek Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030. Herdman juga menuturkan Skuad Garuda membutuhkan lebih banyak pemain yang mampu bersaing di level elite Eropa.

"Kita perlu mengakselerasi pemain-pemain muda ini menuju kesempatan, seperti Alfharezzi Buffon, seorang pemuda 19 tahun yang banyak bermain untuk tim seperti Borneo FC, yang bersaing di papan atas liga," katanya.

"Pemain-pemain seperti itu membutuhkan kesempatan sekarang untuk menunjukkan diri mereka di level yang lebih tinggi, dan sebagai pelatih, saya harus berkomitmen untuk itu," ungkap Herdman.

3 dari 3 halaman

Herdman Memantau 6 Pemain Diaspora

Para pemain Timnas Indonesia pada laga lawan Bulgaria di final FIFA Series, Senin (30/3/2026) (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Para pemain Timnas Indonesia pada laga lawan Bulgaria di final FIFA Series, Senin (30/3/2026) (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Herdman blak-blakan mengenai rencananya terhadap beberapa pemain diaspora. Ia ingin merekrut pemain keturunan baru untuk menambah kekuatan Timnas Indonesia.

"Kami memiliki seorang pemain di Jerman. Kami memiliki dua pemain di Jerman yang sedang kami kerjakan. Kami memiliki dua pemain di Belanda yang sedang kami kerjakan," katanya.

"Kami memiliki seorang pemain di Australia, kami memiliki seorang pemain di Amerika Serikat yang ingin kami lihat berkembang menuju timnas."

"Kita membutuhkan lebih banyak pemain tier-satu dan tier-dua yang bermain di lima liga teratas dunia atau pemain-pemain yang berada tepat di luarnya," kata mantan pelatih Timnas Kanada itu.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL