Om Simon usai Timnas Indonesia U-17 Masuk Grup Neraka Piala Asia U-17 2026: Semangati Anak-anak, Kalau Tidak Ada Mental Tak Usah Bertanding

Om Simon usai Timnas Indonesia U-17 Masuk Grup Neraka Piala Asia U-17 2026: Semangati Anak-anak, Kalau Tidak Ada Mental Tak Usah Bertanding
Starting XI Timnas Indonesia U-17 dalam laga versus China, Rabu (11/2/2026). (c) Bola.net/Abdul Aziz

Bola.net - Hasil undian Piala Asia U-17 2026 menempatkan Timnas Indonesia U-17 di Grup B bersama Jepang, China, dan Qatar. Drawing tersebut direspons Kepala Pemandu Bakat PSSI, Simon Tahamata.

Simon menilai pemberitaan yang terlalu menekankan kekuatan lawan dapat memengaruhi mental pemain. Ia meminta agar para pemain muda tidak dibebani opini yang membuat mereka merasa inferior sebelum bertanding.

"Kalian beritakan itu di dalam pers, kalian bikin anak-anak kita. Jepang, China, Qatar, kuat. Kita masih punya waktu untuk berlatih keras, bermain keras, mentalitas mesti lebih baik," ujar Simon kepada wartawan.

"Kita tahu tiga negara itu berbahaya, tapi bola itu bundar. Kita tidak bisa bilang kalau kita kalah dari mereka, kita harus setuju kita bisa menang mereka," katanya menambahkan.

1 dari 3 halaman

Membakar Semangat

Selebrasi skuad XI Timnas Indonesia U-17 dalam laga versus China, Rabu (11/2/2026). (c) Bola.net/Abdul Aziz

Selebrasi skuad XI Timnas Indonesia U-17 dalam laga versus China, Rabu (11/2/2026). (c) Bola.net/Abdul Aziz

Ia menyatakan bahwa mentalitas menjadi faktor utama dalam menghadapi persaingan di level Asia. Menurutnya, tanpa keyakinan, Timnas Indonesia U-17 tidak memiliki dasar untuk bersaing.

"Kalau tidak ada mental, saya bilang pulang saja, tidak usah bertanding. Kalau orang-orang semua bilang susah, lalu apa? Itu tidak gampang," ucap Simon.

"Kalau anak-anak bermain bola itu tidak gampang, kita harus percaya pada anak-anak itu bermain bola. Percaya mereka. Jangan terlalu kritis, anak-anak ini baru 16 tahun," sambungnya.

2 dari 3 halaman

Pendekatan yang Berbeda

Pemain Timnas Indonesia U-17, Mierza Firjatullah dikawal pemain China U-17 di laga uji coba 9 Februari 2026 (c) Bola/Muhammad Iqbal Ichsan

Pemain Timnas Indonesia U-17, Mierza Firjatullah dikawal pemain China U-17 di laga uji coba 9 Februari 2026 (c) Bola/Muhammad Iqbal Ichsan

Simon juga membandingkan pendekatan terhadap tim kelompok usia dengan tim senior. Ia mempertanyakan sikap berbeda yang sering muncul dalam menyikapi kekalahan atau tantangan berat.

"Kalau di timnas satu, kalian begitu juga? Bikin mereka takut. Tidak, kan? Kenapa kamu bikin begitu ke anak-anak 16 tahun. Saya tadi bilang, kita harus bermain," tegas Simon.

"Saya bermain di Ajax, orang-orang yang datang di Ajax, lawan sudah cetak 1-0 ke kami, mereka tahu mereka sudah menang. Tapi kita punya mental, bahwa kekuatan kita belum sampai di situ. Mau bermain di sini atau mau bermain di sana. Harus percaya diri sendiri," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Permainan Kolektif

Pemain Timnas Indonesia U-17 bertanding melawan China dalam laga uji coba di Indomilk Arena, Tangerang, Rabu (11/2/2026). (c) Bola.net/Abdul Aziz

Pemain Timnas Indonesia U-17 bertanding melawan China dalam laga uji coba di Indomilk Arena, Tangerang, Rabu (11/2/2026). (c) Bola.net/Abdul Aziz

Ia mengingatkan bahwa sepak bola adalah permainan kolektif yang melibatkan banyak unsur. Pemain diminta menyadari bahwa mereka tidak bertanding sendirian di lapangan.

"Ingat kamu dalam kesebelasan. Kamu tidak bermain di sini sendiri, ada teman-teman, pelatih, dan orang-orang yang datang menonton," tuturnya.

"Saya sering dengar ini Indonesia, Indonesia. Saya tahu Indonesia. Kita harus ganti cara berpikir, jangan takut bermain dengan siapa saja. Kalau orang dengar dari luar, mereka bilang, itu orang Indonesia yang bicara. Harus bagus. Berdiri di belakang mereka, di belakang pelatih. Kita semua punya kesempatan untuk bermain dengan bagus. Kan bagus main lawan Jepang, Cina, dan Qatar," imbuhnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL