
Bola.net - Jarot Supriadi menjelaskan kondisi yang dialami kiper Timnas U-19, Dikri Yusron Afafa. Menurut Pelatih Kiper Timnas U-19 ini, Dikri tidak dipulangkan namun diberi kesempatan menyembuhkan cederanya terlebih dahulu, sebelum kembali mengikuti pemusatan pelatihan Skuat Garuda Jaya, julukan Timnas U-19.
"Ini yang perlu dicatat. Dikri tak kita pulangkan. Dia kita kirim ke Jakarta untuk menjalani pengobatan. Empat kiper yang kita miliki saat ini (Ravi Murdianto, Rully Desrian, Awan Setho dan Dikri Yusron, red), merupakan yang terbaik," ujar Jarot, pada Bola.net.
"Dia tetap kita pertahankan karena kemampuannya. Bahkan, ketika dia cedera bukan karena menjalani pemusatan pelatihan ini, kita tetap obatkan dia agar lekas pulih," sambung Jarot.
Lebih lanjut, Jarot menilai Dikri merupakan kiper yang memiliki talenta di atas rata-rata. Namun, karena cedera, talentanya tak terlihat kala mengikuti pemusatan pelatihan.
"Dia memiliki kemampuan bagus. Sayang, dia kena cedera bahu. Hal ini, tentu saja, berpengaruh pada penampilannya. Cederanya ini dia dapatkan ketika jatuh saat mengendarai motor di Bandung," papar Jarot.
Saat ini, Timnas U-19 tengah menjalani pemusatan pelatihan tahap pertama di kompleks Kusuma Agrowisata Batu, Jawa Timur. Dalam TC tahap pertama, yang akan berakhir Januari 2014 ini, tim pelatih fokus meningkatkan kondisi fisik para penggawa Skuat Garuda. Di tahap berikutnya, yang direncanakan bakal dihelat di kompleks Universitas Negeri Yogyakarta, baru tim pelatih akan menyentuh aspek teknik dan taktik. Selain itu, di tahap kedua ini, Timnas U-19 dijadwalkan bakal melakoni laga-laga uji coba, termasuk dengan tim-tim luar negeri.[initial]
(den/dzi)
"Ini yang perlu dicatat. Dikri tak kita pulangkan. Dia kita kirim ke Jakarta untuk menjalani pengobatan. Empat kiper yang kita miliki saat ini (Ravi Murdianto, Rully Desrian, Awan Setho dan Dikri Yusron, red), merupakan yang terbaik," ujar Jarot, pada Bola.net.
"Dia tetap kita pertahankan karena kemampuannya. Bahkan, ketika dia cedera bukan karena menjalani pemusatan pelatihan ini, kita tetap obatkan dia agar lekas pulih," sambung Jarot.
Lebih lanjut, Jarot menilai Dikri merupakan kiper yang memiliki talenta di atas rata-rata. Namun, karena cedera, talentanya tak terlihat kala mengikuti pemusatan pelatihan.
"Dia memiliki kemampuan bagus. Sayang, dia kena cedera bahu. Hal ini, tentu saja, berpengaruh pada penampilannya. Cederanya ini dia dapatkan ketika jatuh saat mengendarai motor di Bandung," papar Jarot.
Saat ini, Timnas U-19 tengah menjalani pemusatan pelatihan tahap pertama di kompleks Kusuma Agrowisata Batu, Jawa Timur. Dalam TC tahap pertama, yang akan berakhir Januari 2014 ini, tim pelatih fokus meningkatkan kondisi fisik para penggawa Skuat Garuda. Di tahap berikutnya, yang direncanakan bakal dihelat di kompleks Universitas Negeri Yogyakarta, baru tim pelatih akan menyentuh aspek teknik dan taktik. Selain itu, di tahap kedua ini, Timnas U-19 dijadwalkan bakal melakoni laga-laga uji coba, termasuk dengan tim-tim luar negeri.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Indra Sjafri: Pemain Tak Usah Khawatir Tentang Ujian Semester
Tim Nasional 4 Desember 2013, 19:25
-
Sembuhkan Cedera, Penggawa Timnas U-19 ke Terapi Alternatif
Tim Nasional 4 Desember 2013, 19:03
-
Djohar Arifin: Timnas U-19 Perlu TC di Luar Negeri? Kami Siap
Tim Nasional 4 Desember 2013, 18:45
-
Pelatih Kiper Timnas U-19: Dikri Tak Dipulangkan Dari TC
Tim Nasional 4 Desember 2013, 18:34
-
Djohar Arifin Puji Metode Latihan Timnas U-19
Tim Nasional 3 Desember 2013, 15:44
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Persib 5 April 2026
Bola Indonesia 4 April 2026, 11:44
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Borneo FC 5 April 2026
Bola Indonesia 4 April 2026, 11:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13

























KOMENTAR