Bola.net - Kekalahan kembali mendera Timnas U-23 pada tur ujicoba Italia mereka. Bertemu SS Lazio di Stadio Comunale, Auronzo d Cadore, Italia, Garuda Muda ditekuk dua gol tanpa balas.
Sama seperti saudara sekota mereka, AS Roma yang dihadapi Timnas U-23 sebelumnya, Lazio juga tetap menunjukkan keseriusannya. Tak hanya terus menyerang pertahanan Garuda Muda sepanjang pertandingan, Biancoseleste juga memberikan pressing ketat. Walhasil Indonesia tak banyak memiliki peluang di laga ini.
Lazio membuka keunggulannya pada menit ke-14 melalui sepakan first time Bruno Pereirinha. Gol ini berawal dari crossing Luis Pedro Cavanda dari sisi kiri.
Tujuh menit setelah gol tersebut, Andritany Ardhiyasa sempat menunjukkan kecemerlangannya dalam menahan penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih begitu Victor Igbonefo menjatuhkan Keita Balde Diao di kotak terlarang. Namun eksekusi Keita mampu digagalkan Andritany dan skor 1-0 untuk Lazio bertahan hingga turun minum.
Allenatore Lazio, Stefano Pioli, banyak melakukan rotasi di babak kedua. Tenaga segar dan anyar ini membuat Lazio makin rajin menekan Timnas U-23. Hasilnya, mereka mampu menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-65, melalui pemain yang baru masuk, Filip Djordjevic.
Sementara pelatih Aj Santoso yang memasukkan Yandi Sofyan dan Fandi Eko Utomo memang mampu mengubah serangan Indonesia menjadi peluang. Seperti peluang yang didapat Fandi pada menit ke-80 yang membentur tiang gawang.
Hingga laga usai, Timnas U-23 gagal membobol gawang Lazio. Skor 2-0 pun bertahan hingga laga usai.
(bola/fjr)
Sama seperti saudara sekota mereka, AS Roma yang dihadapi Timnas U-23 sebelumnya, Lazio juga tetap menunjukkan keseriusannya. Tak hanya terus menyerang pertahanan Garuda Muda sepanjang pertandingan, Biancoseleste juga memberikan pressing ketat. Walhasil Indonesia tak banyak memiliki peluang di laga ini.
Lazio membuka keunggulannya pada menit ke-14 melalui sepakan first time Bruno Pereirinha. Gol ini berawal dari crossing Luis Pedro Cavanda dari sisi kiri.
Tujuh menit setelah gol tersebut, Andritany Ardhiyasa sempat menunjukkan kecemerlangannya dalam menahan penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih begitu Victor Igbonefo menjatuhkan Keita Balde Diao di kotak terlarang. Namun eksekusi Keita mampu digagalkan Andritany dan skor 1-0 untuk Lazio bertahan hingga turun minum.
Allenatore Lazio, Stefano Pioli, banyak melakukan rotasi di babak kedua. Tenaga segar dan anyar ini membuat Lazio makin rajin menekan Timnas U-23. Hasilnya, mereka mampu menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-65, melalui pemain yang baru masuk, Filip Djordjevic.
Sementara pelatih Aj Santoso yang memasukkan Yandi Sofyan dan Fandi Eko Utomo memang mampu mengubah serangan Indonesia menjadi peluang. Seperti peluang yang didapat Fandi pada menit ke-80 yang membentur tiang gawang.
Hingga laga usai, Timnas U-23 gagal membobol gawang Lazio. Skor 2-0 pun bertahan hingga laga usai.
(bola/fjr)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Review: Timnas U-23 Gagal Bobol Gawang Lazio
Tim Nasional 20 Juli 2014, 23:55
-
Liga Italia 20 Juli 2014, 23:55

-
Klose Rencanakan Pensiun Tahun 2015
Liga Italia 20 Juli 2014, 23:22
-
Feyenoord Tolak Mentah-mentah Tawaran Lazio Soal De Vrij
Liga Eropa Lain 20 Juli 2014, 21:27
-
Lazio Minta 35 Juta Euro Untuk Candreva
Liga Italia 19 Juli 2014, 00:42
LATEST UPDATE
-
Gawat! Lionel Messi Cedera Jelang Piala Dunia 2026
Bola Dunia Lainnya 25 Mei 2026, 09:16
-
Luis Suarez Hattrick, Inter Miami Bungkam Philadelphia 6-4
Bola Dunia Lainnya 25 Mei 2026, 09:07
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 25 Mei 2026, 08:32
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 25 Mei 2026, 08:32
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25

























KOMENTAR