
Bola.net - Timnas Indonesia punya catatan menarik selama berkompetisi di ajang Piala AFF. Sejak edisi perdana pada 1996, skuad Garuda pernah lima kali bermain di final, tapi sejauh ini belum pernah mengangkat trofi juara.
Tanpa trofi juara membuat pamor Indonesia kalah dari Malaysia yang berhasil meraih satu gelar. Apalagi kalau dibandingkan dengan Thailand yang meraih lima trofi juara di ajang ini.
Menariknya, Indonesia akan bersua dengan dengan Thailand pada dua laga final Piala AFF 2020 di National Stadium Kallang, Rabu (29/12/2021) dan Sabtu (1/1/2022).
Bagi kedua tim, ini pertemuan kali keempat di partai puncak turnamen sepak bola antarnegara kawasan Asia Tenggara. Pada tiga pertemuan terdahulu, skuad Garuda tak berdaya alias selalu kalah dari tim Gajah Putih.
Pertemuan pertama terjadi pada 2000 (dulu namanya Piala Tiger), Timnas Indonesia yang ditangani Nandar Iskandar untuk kali pertama melaju ke final setelah menyingkirkan Vietnam di semifinal.
Sedang Thailand yang bertindak sebagai tuan rumah melewati adangan Malaysia. Di final yang di Stadion Rajamangala, Bangkok, 18 November 2000, skuad Garuda menyerah di tangan Gajah Putih dengan skor telak 1-4.
Dua tahun kemudian, Timnas Indonesia kembali bersua Thailand di laga final. Skuad Garuda yang ditangani Ivan Kolev berhasil melaju ke final setelah menaklukkan Malaysia di semifinal. Sedang Thailand melewati adangan Vietnam. Pada laga final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, 29 Desember 2002, kedua tim bermain imbang 2-2 sampai babak tambahan waktu berakhir.
Di momen adu penalti, Thailand menunjukkan kekuatan mental pemainnya dengan meraih trofi juara setelah memenangkan duel ini dengan skor 4-2. Pada edisi 2002 ini, Thailand melengkapi suksesnya dengan gelar pemain terbaik turnamen yang diraih oleh Therdsak Chaiman.
Sedang Timnas Indonesia meraih gelar hiburan lewat Bambang Pamungkas yang menjadi top skorer dengan delapan gol. Pertemuan terakhir Indonesia dengan Thailand terjadi pada Piala AFF 2016. Skuad Garuda yang tak diunggulkan di edisi ini mampu membalikkan prediksi dengan melaju ke final setelah memupus ambisi Vienam di semifinal dengan agregat gol 4-3.
Tim asuhan Alfred Riedl kembali menantang Thailand yang mengalahkan mereka di penyishan Grup A dengan skor telak 2-4. Asa Indonesia untuk meraih gelar perdana sempat muncul usai mengalahkan Thailand dengan skor 2-1 pada leg 1 di Stadion Pakan Sari Bogor, 14 Desember.
Namun, harapan itu gagal terwujud setelah Boaz Solossa dan kolega tak berdaya di kandang Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok tiga hari kemudian. Skuad Garuda takluk dua gol tanpa balas ditangan Thailand.
2 kali Gagal Ke Semifinal

Selain prestasi menembus final dan tanpa sekalipun meraih juara, Timnas Indonesia tercatat dua kali gagal melangkah ke semifinal yakni pada edisi 2007 dan 2012. Pada 2007, timnas Indonesia yang ditangani Peter White Timnas Indonesia tidak terkalahkan selama fase grup.
Akan tetapi, ketajaman lini serang mereka jauh lebih tumpul dibandingkan edisi 2004.Indonesia sebenarnya mengumpulkan poin lima, poin yang sama dengan dua tim yang lolos semifinal dari Grup B, yaitu Singapura dan Vietnam.
Tim Merah-Putih terjegal karena selisih gol kalah jauh dari dua negara itu. Vietnam dan Singapura punya selisih gol masing-masing 11 dan sembilan, sementara Tim Merah-Putih hanya surplus dua gol saja.
Sedang di 2012, Timnas Indonesia untuk kali pertama tidak bermaterikan pemain terbaik di Tanah Air. Hal ini terjadi karena pada saat itu terjadi dualisme kompetisi yakni Liga Super Indonesia (LSI) dan Liga Primer Indonesia (LPI).
Tercatat hanya satu bintang LSI yang bergabung dalam tim yakni Bambang Pamungkas dari Persija Jakarta. Sementara anggota skuad timnas lainnya berasal dari LPI plus tiga pemain naturalisasi asal Belanda yakni Raphael Maitimo, Tonnie Cusell dan Jhon van Beukering.
Skuad Garuda ditangani oleh pelatih asal Padang, Nil Maizar. Hasilnya bisa ditebak, Indonesia yang tergabung di Grup B hanya mengemas satu kemenangan. Dua partai lainnya berakhir imbang dan kalah. Indonesia pun gagal bersaing dengan Singapura dan Malaysia yang menjadi wakil grup ini.
Noda 1998

Kiprah Indonesia di Piala AFF juga pernah ternoda yakni 1998. Tim Garuda memang melangkah hingga semifinal saat itu, tapi cara Timnas Indonesia melangkah ke semifinal yang menjadi masalah.
Timnas Indonesia yang menghadapi Thailand dalam laga terakhir Grup A terlibat dengan momen sepak bola gajah. Dalam kondisi imbang 2-2 jelang laga berakhir, Mursyid Effendi kemudian mencetak gol bunuh diri pada menit ke-90. Gol tersebut pada akhirnya menjadi sebuah permasalahan.
Ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh Mursyid pada saat itu demi Timnas Indonesia kalah dan finis di peringkat kedua dalam Grup A, untuk menghindari Vietnam di semifinal.
Pasalnya setelah gol bunuh diri itu, Mursyid seakan melakukan selebrasi dengan beberapa pemain Indonesia lainnya. Vietnam ketika itu memang dianggap menakutkan.
Permainan yang mereka perlihatkan di fase grup luar biasa meski Singapura yang keluar sebagai juara Grup B Piala Tiger 1998. Seperti diketahui, Singapura akhirnya meraih trofi juara setelah mengalahkan Vietnam dengan skor 1-0 di partai puncak.
Disadur dari: Bola.com (Abdi Satria/Hendry Wibowo) 28 Desember 2021
Jangan lewatkan ini Bolaneters!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Timnas Indonesia vs Timnas Thailand: Supachok Sarachat
Tim Nasional 29 Desember 2021, 23:29
-
Highlights Leg 1 Final Piala AFF 2020: Indonesia Dipermak Thailand 0-4
Tim Nasional 29 Desember 2021, 22:59
-
Shin Tae-yong: Thailand Sempurna, Comeback Nyaris Tidak Mungkin!
Tim Nasional 29 Desember 2021, 22:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
-
Dua Sisi Koin di Balik Performa Gemilang Virgil van Dijk
Liga Inggris 23 Februari 2026, 20:26
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 19:59
-
9 Laga Tanpa Gol, Paceklik Mohamed Salah Warnai Kemenangan Tipis Liverpool
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:54
-
Proliga 2026: Jakarta Livin Mandiri Tersenyum di Sentul, Penentuan Terakhir Menanti
Voli 23 Februari 2026, 19:41
-
Dua Gol Viktor Gyokeres yang Menjawab Keraguan
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:24
-
Harry Maguire dan Taruhan Besar Manchester United di Era Baru
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:56
-
Prediksi Susunan Pemain Manchester United vs Everton: Mbeumo Starter, Sesko Disimpan?
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:30
-
Tak Banyak Bicara, Michael Carrick Bawa Ketenangan ke Manchester United
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:28
-
Jadi Salah Satu Favorit Juara, Alex Marquez Merasa Lebih Siap Buru Gelar Dunia MotoGP 2026
Otomotif 23 Februari 2026, 18:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR