Timnas Indonesia, John Herdman, Harapan Fans, dan Luka yang Tersisa

Timnas Indonesia, John Herdman, Harapan Fans, dan Luka yang Tersisa
Timnas Indonesia berpose bersama suporter Garuda usai laga melawan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Pengumuman John Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia pada Selasa (13/01/2026) menghadirkan harapan baru di tengah publik sepak bola nasional. Pelatih asal Inggris itu datang setelah periode penuh kekecewaan.

Timnas Indonesia membutuhkan figur yang mampu memulihkan kepercayaan diri suporter setelah hasil yang tidak sesuai harapan dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran Herdman dinilai membawa rekam jejak dan pendekatan yang lebih terstruktur.

PSSI mengikat John Herdman dengan kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun ke depan hingga Piala Dunia 2030. Skema ini memberi ruang bagi proyek jangka menengah yang menuntut konsistensi dan kesabaran.

Antusiasme tersebut terasa kuat di kalangan fans, termasuk Achmad M Asri yang dikenal sebagai pendukung garis keras. Ia berharap era baru ini mampu memperbaiki relasi emosional antara tim dan publik.

1 dari 2 halaman

Harapan Fans dan Luka yang Tersisa

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman dan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman dan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Achmad M Asri mengakui kekecewaannya terhadap kebijakan federasi dalam beberapa tahun terakhir. “Kalau saya pribadi, sebagai fans Timnas Indonesia, sudah kecewa dengan keputusan PSSI sejak mengganti Shin Tae-yong dengan Patrick Kluivert,” katanya.

Ia menilai pergantian itu tidak berdampak positif terhadap prestasi tim nasional. “Karena terbukti Patrick Kluivert pun tidak mampu mengangkat prestasi tim yang berujung gagalnya Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.”

Kedatangan Herdman menghadirkan harapan baru bagi Achmad. “Kini, John Herdman datang dengan rekam jejak kepelatihan yang menurut saya lebih baik dari Kluivert,” ucapnya.

Ia berharap kehadiran pelatih anyar ini mampu mengembalikan rasa percaya diri publik. “Saya harap ia bisa mengembalikkan kepercayaan diri saya dan fans Timnas Indonesia lainnya,” lanjut Achmad.

Achmad juga memberi masukan terkait kebijakan pemain ke depan. Ia lebih ingin melihat optimalisasi skuad yang ada dibanding penambahan pemain naturalisasi baru.

“Saya pribadi ingin melihat pemain seperti Elkan Baggott kembali memperkuat Timnas Indonesia,” katanya. “Mungkin John Herdman bisa melakukan pendekatan,” sambungnya.

Baginya, memanggil kembali pemain lama lebih relevan. “Ketimbang memasukkan pemain naturalisasi baru, lebih baik pemain seperti Elkan Baggott yang sudah tidak main cukup lama bareng Timnas Indonesia bisa kembali ke tim,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Komitmen Herdman terhadap Liga Lokal

Erick Thohir resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Erick Thohir resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

John Herdman juga membawa pesan penting dalam konferensi pers perdananya. Ia berkomitmen memberi perhatian besar pada kompetisi domestik sebagai basis pembentukan tim nasional.

“Menurut saya, memiliki komitmen terhadap liga domestik di sini adalah fondasi masa depan kita,” kata Herdman. “Dan yang terpenting adalah, pertama, saya menonton langsung,” tambahnya.

Ia menegaskan peran pelatih tim nasional tidak bisa dilepaskan dari pemantauan langsung. “Karena kalau pelatih timnas tidak menonton liga domestik, maka tidak ada harapan bagi pemain-pemain lokal,” ucap Herdman.

Pendekatan ini memberi sinyal positif bagi pengembangan pemain lokal. Akan tetapi, tantangan terbesarnya adalah menerjemahkan komitmen tersebut menjadi hasil nyata di lapangan.

Bagi publik, kehadiran Herdman adalah awal dari proses panjang. Timnas Indonesia kini berada di persimpangan antara memulihkan kepercayaan dan membangun fondasi yang lebih sehat.

Disadur dari: Bola.com/Hendry Wibowo, 14 Januari 2026


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL