Meski begitu, Dunga mengaku tidak takut. Ia tidak takut jika memang harus kehilangan posisinya sebagai pelatih timnas Brasil. Dunga mengaku hanya takut pada kematian.
"Saya tidak takut pemecatan, saya hanya takut mati," seru Dunga dikutip dari Soccerway. "Di Brasil kami semua ingin melihat perubahan dalam dua menit, tapi salam sepakbola anda harus bersabar," sambungnya.
Sebelumnya, Brasil gagal lolos dari babak grup karena hanya berada di peringkat ke-3 Grup B Copa America Centenario. Hasil tersebut tidak lepas dari kekalahan 1-0 dari Peru pada pertandingan terakhir.
"Ketika Anda bekerja sebagai pelatih tim Brasil, Anda tahu betul bahwa kritik akan datang secara intensif saat kemenangan tidak datang," tukasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dunga: Tak Takut Dipecat, Saya Hanya Takut Mati!
Amerika Latin 13 Juni 2016, 20:27
-
Parkir Bus Lawan Brasil, Peru Ogah Dapat Kritik
Amerika Latin 13 Juni 2016, 18:07
-
Amerika Latin 13 Juni 2016, 17:25

-
Dunga: Brasil Tersingkir Meski Tak Bermain
Amerika Latin 13 Juni 2016, 12:35
-
Highlights Copa America Centenario 2016: Brasil 0 - 1 Peru
Open Play 13 Juni 2016, 10:18
LATEST UPDATE
-
Real Madrid Serius Kejar Michael Olise
Liga Spanyol 9 April 2026, 21:04
-
Statistik Bicara: Vinicius Junior Lebih Tajam Bersama Arbeloa
Liga Spanyol 9 April 2026, 20:37
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25



















KOMENTAR