Bola.net - Kepercayaan diri tinggi tengah menghinggapi pelatih Singapura, Radojko Avramovic. Usai mengantarkan Singapura menjadi juara di Piala AFF, pelatih asal Serbia ini yakin timnya yang terbaik di Asia Tenggara.
Kalah tipis 0-1 dari Thailand di leg kedua tak bisa menghentikan langkah Singapura untuk menjadi juara. The Lions tetap keluar sebagai juara Piala AFF 2012 dengan agregat 3-2, setelah menang 3-1 pada laga leg pertama di Stadion Jalan Besar.
"Kenapa kami tidak bisa dianggap yang terbaik (di Asia Tenggara)? Kami sudah mengalahkan Thailand di kandang kami sendiri dengan skor 3-1 dan secara keseluruhan kami memenangkan kejuaraan," ucap pelatih yang akrab dipanggil Raddy ini.
Pada kesempatan yang sama Raddy juga menyempatkan memberi pujian kepada permainan Thailand. Namun Raddy menjelaskan jika Singapura sudah bersiap menghadapi serangan Thailand hingga akhirnya bisa keluar sebagai juara.
"Thailand terus menekan kami sepanjang laga, sementara kami kesulitan untuk bisa keluar menyerang. Tetapi kami sudah bersiap untuk hal ini dan bukannya kami sama sekali tidak memiliki peluang. Apapun itu kami adalah juaranya," imbuh Raddy.
Tak lupa Raddy juga memberikan apresiasi kepada federasi sepakbola Singapura yang memberikan dukungan penuh sepanjang Piala AFF. Menurutnya, Singapura takkan bisa keluar sebagai juara tanpa kolaborasi apik dari semua pihak.
"Saya ingin berterima kasih kepada federasi sepakbola Singapura atas dukungan yang mereka berikan. Keberhasilan Singapura ini takkan terjadi tanpa kolaborasi apik dari semua pihak," pungkas Raddy.
(gl/mac)
Kalah tipis 0-1 dari Thailand di leg kedua tak bisa menghentikan langkah Singapura untuk menjadi juara. The Lions tetap keluar sebagai juara Piala AFF 2012 dengan agregat 3-2, setelah menang 3-1 pada laga leg pertama di Stadion Jalan Besar.
"Kenapa kami tidak bisa dianggap yang terbaik (di Asia Tenggara)? Kami sudah mengalahkan Thailand di kandang kami sendiri dengan skor 3-1 dan secara keseluruhan kami memenangkan kejuaraan," ucap pelatih yang akrab dipanggil Raddy ini.
Pada kesempatan yang sama Raddy juga menyempatkan memberi pujian kepada permainan Thailand. Namun Raddy menjelaskan jika Singapura sudah bersiap menghadapi serangan Thailand hingga akhirnya bisa keluar sebagai juara.
"Thailand terus menekan kami sepanjang laga, sementara kami kesulitan untuk bisa keluar menyerang. Tetapi kami sudah bersiap untuk hal ini dan bukannya kami sama sekali tidak memiliki peluang. Apapun itu kami adalah juaranya," imbuh Raddy.
Tak lupa Raddy juga memberikan apresiasi kepada federasi sepakbola Singapura yang memberikan dukungan penuh sepanjang Piala AFF. Menurutnya, Singapura takkan bisa keluar sebagai juara tanpa kolaborasi apik dari semua pihak.
"Saya ingin berterima kasih kepada federasi sepakbola Singapura atas dukungan yang mereka berikan. Keberhasilan Singapura ini takkan terjadi tanpa kolaborasi apik dari semua pihak," pungkas Raddy.
(gl/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Avramovic: Singapura Yang Terbaik di Asia Tenggara
Asia 22 Desember 2012, 23:40
-
Piala AFF: Menang Agregat, Singapura Juara Piala AFF 2012
Asia 22 Desember 2012, 21:01
-
Preview Piala AFF: Thailand vs Singapura, Saatnya Sejarah Baru
Asia 22 Desember 2012, 09:37
-
Piala AFF 2012: Singapura Pecundangi Thailand
Asia 19 Desember 2012, 22:17
-
Preview Piala AFF: Singapura vs Thailand, Faktor Rumput Sintetis
Asia 19 Desember 2012, 10:36
LATEST UPDATE
-
Loh! Manchester United Putuskan Batal Rekrut Ederson!
Piala Dunia 11 Juli 2026, 05:20
-
Man of the Match Spanyol vs Belgia: Lamine Yamal
Piala Dunia 11 Juli 2026, 05:05
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 11 Juli 2026, 00:14
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 10 Juli 2026, 22:19
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR