Bodo/Glimt Hempaskan Inter Meski Tak Berada dalam Ritme Kompetisi Domestik yang Reguler

Bodo/Glimt Hempaskan Inter Meski Tak Berada dalam Ritme Kompetisi Domestik yang Reguler
Pemain Bodo/Glimt Hakon Evjen merayakan gol pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Bodo/Glimt berhasil menciptakan kejutan besar di panggung Liga Champions 2025/2026. Klub asal Norwegia ini sukses melaju ke babak 16 besar setelah menyingkirkan raksasa Italia, Inter Milan, dengan agregat meyakinkan 5-2. Performa impresif ini terjadi di tengah jeda liga domestik Norwegia, Eliteserien, yang baru akan dimulai pada April 2026.

Keberhasilan Bodo/Glimt ini menjadi perhatian di kancah sepak bola Eropa. Mereka mampu menunjukkan konsistensi dan ketangguhan luar biasa, bahkan saat tim-tim lain berada dalam ritme kompetisi reguler. Kemenangan atas Inter Milan menjadi bukti nyata bahwa Bodo/Glimt adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa ini.

Perjalanan sensasional Bodo/Glimt ini tidak hanya terbatas pada pertandingan Inter vs Bodo/Glimt, tetapi juga mencakup kemenangan atas tim-tim papan atas lainnya. Mereka membuktikan bahwa persiapan matang dan strategi jitu dapat mengalahkan perbedaan sumber daya yang signifikan. Kisah Bodo/Glimt menjadi inspirasi bagi banyak klub underdog di seluruh dunia.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

Perjalanan Gemilang Bodo/Glimt di Liga Champions

Selebrasi peman Bodo Glimt usai mengalahkan Atletico Madrid di Liga Champions, 29 Januari 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Selebrasi peman Bodo Glimt usai mengalahkan Atletico Madrid di Liga Champions, 29 Januari 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bodo/Glimt telah mencetak sejarah di Liga Champions 2025/2026 dengan serangkaian hasil mengejutkan. Mereka berhasil mengalahkan tim-tim raksasa Eropa meskipun liga domestik mereka sedang dalam masa jeda panjang. Klub ini menunjukkan mental baja dan kualitas permainan yang tidak bisa diremehkan oleh lawan-lawannya.

Sebelum menyingkirkan Inter Milan, Bodo/Glimt sudah lebih dulu membuat kejutan. Pada 21 Januari 2026, mereka mengalahkan Manchester City dengan skor 3-1, di mana Kasper Hogh mencetak dua gol cepat dan Jens Petter Hauge menambahkan gol ketiga. Delapan hari kemudian, 29 Januari 2026, Bodo/Glimt meraih kemenangan tandang 2-1 atas Atletico Madrid, dengan gol dari Fredrik Sjovold dan Kasper Hogh.

Kemenangan-kemenangan penting itu bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa Bodo/Glimt mampu menantang dominasi klub-klub besar Eropa. Banyak pihak meragukan peluang mereka sejak awal kompetisi, tapi mereka berhasil membungkam keraguan tersebut. Penampilan akhir yang luar biasa di fase liga mengamankan tempat kualifikasi terakhir di hari pertandingan yang dramatis.

2 dari 3 halaman

Duel Sengit Inter vs Bodo/Glimt

Pemain Bodo/Glimt Jens Petter Hauge terjatuh saat berebut bola dengan pemain Inter Milan Manuel Akanji di play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Pemain Bodo/Glimt Jens Petter Hauge terjatuh saat berebut bola dengan pemain Inter Milan Manuel Akanji di play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Pertarungan Inter vs Bodo/Glimt di babak playoff fase gugur Liga Champions menjadi salah satu highlight terbesar. Pada leg pertama, 19 Februari 2026, Bodo/Glimt berhasil mengalahkan Inter Milan 3-1 di kandang mereka. Gol-gol Bodo/Glimt dicetak oleh Fet, Hauge, dan Hogh, memberikan keunggulan penting bagi wakil Norwegia tersebut.

Kemenangan di leg pertama menjadi fondasi penting sebelum mereka kembali menunjukkan dominasinya. Pada leg kedua, 25 Februari 2026, Bodo/Glimt kembali mengalahkan Inter Milan 2-1 di San Siro, kandang Inter. Jens Petter Hauge membuka keunggulan pada menit ke-58, diikuti oleh gol Hakon Evjen pada menit ke-72, sementara Alessandro Bastoni mencetak satu-satunya gol untuk Inter Milan.

Kemenangan di San Siro tersebut memastikan Bodo/Glimt lolos ke babak 16 besar dengan agregat meyakinkan 5-2. Hasil ini menegaskan superioritas mereka atas Inter Milan dalam dua pertemuan. Performa solid di kedua leg pertandingan Inter vs Bodo/Glimt membuktikan bahwa mereka layak berada di fase selanjutnya kompetisi elite Eropa.

3 dari 3 halaman

Rahasia Konsistensi di Tengah Jeda Liga Domestik

Pemain Bodo/Glimt Jens Petter Hauge (tengah) merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Pemain Bodo/Glimt Jens Petter Hauge (tengah) merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Liga Utama Norwegia (Eliteserien) beroperasi berdasarkan kalender tahunan, yang biasanya dimulai pada Maret dan berakhir pada Desember. Selama pertandingan Liga Champions pada Januari dan Februari 2026, Bodo/Glimt berada dalam masa jeda musim domestik mereka. Ini berarti mereka memainkan pertandingan Liga Champions tanpa kompetisi liga domestik yang kompetitif selama dua bulan, tidak memainkan laga liga domestik selama 81 hari sebelum mengalahkan Inter Milan.

Pelatih legendaris Juergen Klopp sempat menyatakan kekagumannya terhadap Bodo/Glimt yang mampu mengalahkan tim-tim besar meskipun liga mereka selesai pada November. Klopp menganggap kompetisi Eropa ini sebagai "pramusim" mereka, menunjukkan bagaimana mereka memanfaatkan jeda musim dingin untuk tetap kompetitif. Kesegaran fisik menjadi salah satu faktor penting karena liga domestik Norwegia telah usai sejak November.

Faktor penunjang lainnya adalah kondisi cuaca ekstrem di Norwegia yang dimanfaatkan sebagai keuntungan kandang. Staf stadion bahkan harus membersihkan sekitar 80 ton salju setinggi hingga lima meter di sekitar Aspmyra Stadion menjelang pertandingan melawan Inter Milan. Lapangan sintetis Aspmyra Stadion yang sudah akrab bagi mereka juga menyulitkan tim tamu yang datang dari iklim Mediterania.

Meskipun kurangnya kompetisi domestik, Bodo/Glimt menunjukkan kekompakan, disiplin, dan ketahanan yang mengesankan melawan raksasa-raksasa Eropa. Kesuksesan ini adalah buah dari strategi dan gaya bermain yang khas, dikenal dengan pressing tinggi, transisi cepat, dan disiplin taktis. Pelatih Kjetil Knutsen, yang telah membawa timnya meraih empat gelar domestik, telah membangun tim yang solid dan bermental baja, membawa mereka ke peringkat 46 dunia, tertinggi sepanjang sejarah klub.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL