
Bola.net - Inter Milan harus mengubur impian mereka di Liga Champions setelah menelan kekalahan pahit dalam laga Inter vs Bodo/Glimt. Pertandingan leg kedua play-off fase gugur ini berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tim tamu asal Norwegia.
Hasil itu membuat skuad asuhan Cristian Chivu tersingkir dengan agregat telak 2-5 secara keseluruhan. Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi publik San Siro yang mengharapkan kebangkitan tim kesayangan mereka.
Inter Milan sejatinya sempat memberikan perlawanan sengit melalui aksi-aksi individu dari sisi sayap. Namun, efektivitas serangan balik lawan terbukti jauh lebih mematikan sepanjang sembilan puluh menit laga berjalan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Performa Kontras Federico Dimarco dan Manuel Akanji

Federico Dimarco tampil sebagai pemain terbaik dari kubu tuan rumah berkat performa impresifnya di sisi kiri lapangan. Ia berulang kali menciptakan peluang berbahaya, tetapi penyelesaian akhir rekan setimnya tidak kunjung membuahkan hasil manis.
Performa gemilang Dimarco sayangnya tidak diikuti oleh barisan pertahanan Nerazzurri yang tampil kurang solid. Kegigihannya dalam membantu serangan justru berbanding terbalik dengan rapuhnya koordinasi di lini belakang malam tadi.
Manuel Akanji menjadi titik lemah Inter Milan setelah melakukan kesalahan fatal yang berujung pada gol pembuka lawan. Bek tengah itu tampak kesulitan untuk bangkit, tetapi usahanya memperbaiki penampilan tidak berjalan sesuai rencana hingga laga usai.
Kesalahan itu membuat mentalitas tim terganggu sejak menit-menit awal pertandingan di San Siro. Akanji gagal menunjukkan performa terbaiknya dan menjadi aktor utama di balik kesulitan yang dihadapi lini pertahanan.
Kegemilangan Jens Petter Hauge di San Siro

Jens Petter Hauge layak dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan berkat kontribusi satu gol dan satu assist. Mantan pemain AC Milan itu menunjukkan kelasnya dengan daya jelajah tinggi yang merepotkan pertahanan lawan.
Aksi Hauge seolah memberikan kebahagiaan tersendiri bagi para pendukung lama tim sekota Inter Milan. Ia menjadi motor serangan utama yang membawa timnya melaju mulus ke babak 16 besar kompetisi kasta tertinggi Eropa.
Di sisi lain, Kasper Hogh tercatat sebagai pemain dengan performa paling redup bagi tim tamu kali ini. Ia merupakan pemain terbaik pada leg pertama, tetapi penampilannya cenderung tenang dan kurang memberikan ancaman berarti.
Strategi yang diterapkan tim tamu dalam duel Inter vs Bodo/Glimt ini memang terbukti sangat efektif untuk meredam tuan rumah. Nerazzurri terus berupaya mencari celah hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit.
Meskipun demikian, performa kolektif tim tamu secara keseluruhan tetap berada pada level yang sangat terjaga. Hal ini membuat minimnya kontribusi individu dari Hogh tidak terlalu memengaruhi hasil akhir yang diraih klub Norwegia itu.
Sumber: Football Italia
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Man of the Match Leverkusen vs Olympiakos: Alejandro Grimaldo
- Man of the Match Inter vs Bodo/Glimt: Jens Petter Hauge
- Hasil Leverkusen vs Olympiakos: Die Werkself Siap Jumpa Arsenal atau Bayern
- Hasil Inter vs Bodo/Glimt: Sampai di Sini Saja, Nerazzurri
- Prediksi Juventus vs Galatasaray 26 Februari 2026
- Prediksi PSG vs Monaco 26 Februari 2026
- Prediksi Real Madrid vs Benfica 26 Februari 2026
- Prediksi Atalanta vs Dortmund 26 Februari 2026
- Juventus Mengejar Harapan, Galatasaray Siap Menjegal
- Posisi PSG Menguntungkan, Beban Monaco Berat
- Real Madrid di Posisi Nyaman, Benfica Tetap Punya Peluang
- Dortmund Pegang Kendali, Atalanta Terpaksa Agresif
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
6 Wakil Premier League ke 16 Besar Liga Champions, Memang Jago!
Liga Champions 25 Februari 2026, 22:34
-
Napoli dan Inter Sudah, Juventus dan Atalanta Menyusul Out dari Liga Champions?
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:50
-
Pembelaan Gianluca Prestianni: Vinicius Junior Lebih Dulu Meledek Saya 'Kerdil'
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:32
LATEST UPDATE
-
Teka-Teki 'Last Dance' Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 April 2026, 01:28
-
Mungkinkah Real Madrid Reuni dengan Jose Mourinho?
Liga Spanyol 21 April 2026, 00:30
-
Real Madrid dan Mimpi Buruk Dua Musim Tanpa Trofi
Liga Spanyol 20 April 2026, 23:30
-
Profil Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Kuda Hitam Asia Penuh Perhitungan
Piala Dunia 20 April 2026, 23:15
-
Sederet Alasan Arsenal Masih Favorit Juara Premier League
Liga Inggris 20 April 2026, 22:30
-
Erling Haaland Bergulat dengan Gabriel, Man City pun Menang
Liga Inggris 20 April 2026, 21:29
-
Cerita Klasik Liverpool: Salah dan Van Dijk Jadi Penyelamat Lagi
Liga Inggris 20 April 2026, 20:45
-
Kapten Arsenal Belum Menyerah, Persaingan Masih Terbuka!
Liga Inggris 20 April 2026, 20:15
-
Prediksi Inter vs Como 22 April 2026
Liga Italia 20 April 2026, 20:09
-
Mikel Arteta Terlalu Emosional? Arsenal Diuji di Momen Penentuan
Liga Inggris 20 April 2026, 19:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00

























KOMENTAR