
Bola.net - Thailand akhirnya memastikan diri keluar sebagai tim terkuat di Asia Tenggara setelah menjuarai Piala AFF 2014. Dalam laga leg kedua final di Bukit Jalil National Stadium, Kuala Lumpur, mereka mampu menahan defisit satu gol dalam kekalahn 2-3 atas tuan rumah Malaysia (20/12).
Meski kalah, hasil ini tetap mengantar Thailand sebagai kampiun karena dalam laga pertama di Rajamangala Stadium mereka unggul 2-0. Ini merupakan gelar keempat Tim Gajah Putih di ajang ini, menyamai perolehan Singapura sebagai pengoleksi gelar terbanyak.
Hadiah penalti kontroversial didapatkan Malaysia di awal laga, saat Wasit Alireza Faghani asal Iran menganggap telah terjadi pelanggaran terhadap striker tuan rumah, Norshahrul Idlan Talaha yang dilakukan oleh bek Thailand, Suttinum Phukhom di kotak terlarang. Dari tayangan ulang, terlihat bahwa justru Norshahrul yang mengaitkan kaki ke arah Phukhom sebelum keduanya sama-sama terjatuh di kotak penalti.
Eksekusi penalti mampu dituntaskan oleh M. Safiq Rahim dengan sempurna. Di penghujung babak pertama, Malaysia mampu menyamakan agregat menjadi 2-2 lewat gol sundulan Indra Putra Mahayuddin.
Safiq Rahim membawa Malaysia berbalik mengungguli Thailand lewat tendangan bebas cantik di menit ke-57. Gol ini membuat Malaysia untuk sementara unggul agregat 3-2 dan menjadikan atmosfer Bukit Jalil semakin bergelora.
Namun asa juara yang dimiliki Harimau Malaya harus pupus di delapan menit akhir laga. Charyl Chappuis mampu membobol gawang Malaysia memanfaatkan bola muntah di menit ke 82. Empat menit berselang, hilangnya konsentrasi lini belakang tim tuan rumah dimanfaatkan oleh Chanathip Songkrasin untuk mencetak gol cantik dari luar penalti, sekaligus menyegel gelar juara Thailand. (bola/mri)
Meski kalah, hasil ini tetap mengantar Thailand sebagai kampiun karena dalam laga pertama di Rajamangala Stadium mereka unggul 2-0. Ini merupakan gelar keempat Tim Gajah Putih di ajang ini, menyamai perolehan Singapura sebagai pengoleksi gelar terbanyak.
Hadiah penalti kontroversial didapatkan Malaysia di awal laga, saat Wasit Alireza Faghani asal Iran menganggap telah terjadi pelanggaran terhadap striker tuan rumah, Norshahrul Idlan Talaha yang dilakukan oleh bek Thailand, Suttinum Phukhom di kotak terlarang. Dari tayangan ulang, terlihat bahwa justru Norshahrul yang mengaitkan kaki ke arah Phukhom sebelum keduanya sama-sama terjatuh di kotak penalti.
Eksekusi penalti mampu dituntaskan oleh M. Safiq Rahim dengan sempurna. Di penghujung babak pertama, Malaysia mampu menyamakan agregat menjadi 2-2 lewat gol sundulan Indra Putra Mahayuddin.
Safiq Rahim membawa Malaysia berbalik mengungguli Thailand lewat tendangan bebas cantik di menit ke-57. Gol ini membuat Malaysia untuk sementara unggul agregat 3-2 dan menjadikan atmosfer Bukit Jalil semakin bergelora.
Namun asa juara yang dimiliki Harimau Malaya harus pupus di delapan menit akhir laga. Charyl Chappuis mampu membobol gawang Malaysia memanfaatkan bola muntah di menit ke 82. Empat menit berselang, hilangnya konsentrasi lini belakang tim tuan rumah dimanfaatkan oleh Chanathip Songkrasin untuk mencetak gol cantik dari luar penalti, sekaligus menyegel gelar juara Thailand. (bola/mri)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Penalti Kontroversial Gagal Bendung Thailand Juara
Asia 20 Desember 2014, 21:10
-
Review: Imbang, Atletico Wujudkan Derby Madrid
Liga Spanyol 19 Desember 2014, 04:05
-
Review: Liverpool Redam Perlawanan Bournemouth
Liga Inggris 18 Desember 2014, 04:44
-
Review: Pedro Hattrick, Barca Hancurkan Huesca
Liga Spanyol 17 Desember 2014, 06:00
-
Review: Bekuk Derby, Chelsea Lolos ke Semifinal
Liga Inggris 17 Desember 2014, 04:50
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Belgia: Charles De Ketelaere
Piala Dunia 7 Juli 2026, 09:26
-
Sudah Waktunya Pensiun dari Timnas Portugal, Wahai Cristiano Ronaldo?
Piala Dunia 7 Juli 2026, 07:30
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Belgia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 04:14
-
Man of the Match Portugal vs Spanyol: Rodri
Piala Dunia 7 Juli 2026, 04:13
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR