
Bola.net - Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta masih terlalu tangguh bagi NSH GMC Jakarta. Runner-up musim lalu itu tak menemui kesulitan dalam mengatasi perlawanan NSH, dan menutup laga dengan keunggulan 88-62, dalam lanjutan seri pertama Speedy NBL Indonesia 2013-2014 di GOR Bimasakti Malang, Senin (18/11).
Empat pemain Pelita Jaya mengemas double digit poin dalam laga ini. Ponsianus ’Komink’ Indrawan memimpin dengan donasi 22 poin. Disusul oleh Dimas Aryo Dewanto dengan tambahan 17 poin. Sementara itu, Ary Chandra dan Hendru Ramli sama-sama mengemas double-double dalam laga itu. Ary Chandra mendulang 14 poin dan 10 rebound, sementara Hendru dengan 13 poin dan 12 rebound.
Keunggulan Pelita Jaya atas NSH sudah terlihat sejak kuarter pertama. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Pelita Jaya membuahkan 21 poin di kuarter ini. Sementara, NSH hanya mengkoleksi 12 poin.
Memasuki awal kuarter kedua, tempo permainan berjalan sedikit cepat. Beberapa kali Max Yanto berhasil membahayakan pertahanan Pelita Jaya. Bahkan field goal Max meningkat 10 persen. Pada kuarter ini tensi permainan berlangsung lebih panas. Kontak fisik lebih sering terjadi hingga berujung cedera. Pemain pertama yang mengalami cedera, ialah R. Azzaryan Pradhitya. Shooting guard NSH ini mengalami cedera hidung usai berbenturan dengan Andy ’Batam’ Poedjakesuma.
Tak berselang lama, giliran Batam yang cedera. Namun, cedera Batam lebih parah sehingga ia pun harus dilarikan ke rumah sakit. Posisi Batam, kemudian diganti oleh Ary Chandra. Meski kehilangan Batam, Pelita Jaya masih mampu memimpin pertandingan. Kuarter kedua, berakhir 42-31 atas keunggulan Pelita Jaya.
Pada kuarter ketiga, Pelita Jaya tampil lebih ganas. Sebanyak 30 poin berhasil dicetak oleh skuad besutan Nathaniel Canson ini. Mereka tetap dominan, dan menutup kuarter ini dengan keunggulan 72-48.
Di lima menit awal kuarter empat, Pelita Jaya kehilangan fokus. Selama lima menit tersebut, mereka hanya mampu mencetak enam poin yang didapat dari Francisco Yogi Da Silva (empat poin) dan Reiner Hadrian Hutasoit. Tapi, di lima menit berikutnya Pelita Jaya kembali perkasa dan mengakhiri game ini dengan telak.
“Kunci dari kemenangan ini, ialah rotasi pemain yang terus saya lakukan. Maka itu, stamina pemain tetap terjaga hingga kuarter keempat,” ungkap Nathaniel Canson, head coach Pelita Jaya.
Kemenangan ini, juga memperpanjang rekor kemenangan Pelita Jaya atas NSH. Setiap bertemu, NSH belum pernah sekalipun menaklukan Pelita Jaya. Total kedua tim bertemu sebanyak delapan kali. Meski demikian, laga ini merupakan margin kekalahan terkecil NSH atas Pelita Jaya. Sebab, di tujuh pertandingan sebelumnya Pelita Jaya selalu menang atas NSH dengan selisih diatas 34 poin. (nbl/kny)
Empat pemain Pelita Jaya mengemas double digit poin dalam laga ini. Ponsianus ’Komink’ Indrawan memimpin dengan donasi 22 poin. Disusul oleh Dimas Aryo Dewanto dengan tambahan 17 poin. Sementara itu, Ary Chandra dan Hendru Ramli sama-sama mengemas double-double dalam laga itu. Ary Chandra mendulang 14 poin dan 10 rebound, sementara Hendru dengan 13 poin dan 12 rebound.
Keunggulan Pelita Jaya atas NSH sudah terlihat sejak kuarter pertama. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Pelita Jaya membuahkan 21 poin di kuarter ini. Sementara, NSH hanya mengkoleksi 12 poin.
Memasuki awal kuarter kedua, tempo permainan berjalan sedikit cepat. Beberapa kali Max Yanto berhasil membahayakan pertahanan Pelita Jaya. Bahkan field goal Max meningkat 10 persen. Pada kuarter ini tensi permainan berlangsung lebih panas. Kontak fisik lebih sering terjadi hingga berujung cedera. Pemain pertama yang mengalami cedera, ialah R. Azzaryan Pradhitya. Shooting guard NSH ini mengalami cedera hidung usai berbenturan dengan Andy ’Batam’ Poedjakesuma.
Tak berselang lama, giliran Batam yang cedera. Namun, cedera Batam lebih parah sehingga ia pun harus dilarikan ke rumah sakit. Posisi Batam, kemudian diganti oleh Ary Chandra. Meski kehilangan Batam, Pelita Jaya masih mampu memimpin pertandingan. Kuarter kedua, berakhir 42-31 atas keunggulan Pelita Jaya.
Pada kuarter ketiga, Pelita Jaya tampil lebih ganas. Sebanyak 30 poin berhasil dicetak oleh skuad besutan Nathaniel Canson ini. Mereka tetap dominan, dan menutup kuarter ini dengan keunggulan 72-48.
Di lima menit awal kuarter empat, Pelita Jaya kehilangan fokus. Selama lima menit tersebut, mereka hanya mampu mencetak enam poin yang didapat dari Francisco Yogi Da Silva (empat poin) dan Reiner Hadrian Hutasoit. Tapi, di lima menit berikutnya Pelita Jaya kembali perkasa dan mengakhiri game ini dengan telak.
“Kunci dari kemenangan ini, ialah rotasi pemain yang terus saya lakukan. Maka itu, stamina pemain tetap terjaga hingga kuarter keempat,” ungkap Nathaniel Canson, head coach Pelita Jaya.
Kemenangan ini, juga memperpanjang rekor kemenangan Pelita Jaya atas NSH. Setiap bertemu, NSH belum pernah sekalipun menaklukan Pelita Jaya. Total kedua tim bertemu sebanyak delapan kali. Meski demikian, laga ini merupakan margin kekalahan terkecil NSH atas Pelita Jaya. Sebab, di tujuh pertandingan sebelumnya Pelita Jaya selalu menang atas NSH dengan selisih diatas 34 poin. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pelita Jaya Kembali Bekuk NSH GMC di Malang
Basket 18 November 2013, 20:15
-
Bermain Eksplosif, Pelita Jaya Benamkan CLS Knights
Basket 17 November 2013, 23:30
-
Overtime, Bandung Utama Tundukkan Hangtuah
Basket 17 November 2013, 22:30
-
Seri Pembuka NBL Indonesia Janjikan Atmosfer Kompetitif
Basket 15 November 2013, 18:30
-
NBL Indonesia Gaet Li-Ning Jadi Official Game Ball Partner
Basket 14 November 2013, 17:15
LATEST UPDATE
-
Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026: Barcelona 8, Real Madrid 0
Piala Dunia 25 Mei 2026, 18:24
-
Membandingkan Gaji Pemain West Ham dengan Gaji Pemain Championship
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:03
-
Napoli Cari Pelatih Anyar, Andoni Iraola Masuk Radar
Liga Italia 25 Mei 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00

























KOMENTAR