
Sejak tip-off, Pelita Jaya langsung bermain eksplosif. Hendru Ramli mencuri dua poin awal dari tembakan dua poin, setelah menerima assist dari Ponsianus “Komink” Nyoman Indrawan. Beberapa detik kemudian, giliran Komink menggandakan poin Pelita Jaya.
Gempuran terus dilakukan oleh Pelita Jaya. CLS pun tak mau kalah dengan terus mengandalkan serangan cepat. Skor di kuarter pertama, berakhir dengan dominasi Pelita Jaya 18-11.
Di kuarter kedua, CLS dan Pelita Jaya masih menjaga tempo permainan. Saat medio kuarter ini, CLS punya empat peluang beruntun yang semuanya gagal dieksekusi sempurna. Meski gagal memanfaatkan beberapa peluang, field goal CLS masih lebih baik dibandingkan kuarter sebelumnya. Bila kuarter pertama field goal hanya 22 persen, di kuarter kedua field goal CLS 28 persen. CLS memperkecil margin menjadi 25-27, masih untuk keunggulan Pelita Jaya.
Usai jeda kuarter, Mario Wuysang tampil lebih impresif. Berkali-kali pergerakan pemain baru CLS ini sulit dibendung Pelita Jaya selama kuarter ketiga. Strategi kedua tim, terlihat jelas di kuarter ketiga ini. Pundi-pundi poin CLS, bertambah karena kecepatan pemain mereka. Sedangkan Pelita Jaya, mengandalkan akurasi. Saat penghujung kuarter ketiga, Pelita Jaya masih memimpin laga 47-37.
Tensi laga memuncak di kuarter akhir. CLS mengganti strategi bertahan dari half court press jadi full court press. Strategi ini, cukup menguras stamina pemain CLS. Sementara itu, Pelita Jaya tetap tampil dengan determinasi tinggi.
“Kami tahu betul CLS kehabisan stamina karena mereka bermain habis-habisan di laga sebelumnya. Selain itu, mereka hanya memutar strategi yang itu-itu saja. Saat zone defense mereka gagal, mereka coba man-to-man. Saat man-to-man gagal, mereka kembali pakai zone defense. Hal itu bisa kami antisipasi dengan baik,” ungkap Nathaniel Canson, pelatih Pelita Jaya.
Tiga pemain Pelita Jaya mencetak double digit poin dalam laga itu. Dan yang paling menonjol adalah Komink. Pemain asal Pulau Dewata ini membukukan double-double keenam sepanjang karirnya di NBL Indonesia melalui donasi 16 poin dan 12 rebound.
Shooting guard kelahiran Malang, Dimas Aryo Dewanto, juga tampil impresif melalui sumbangan 16 poin, 5 rebound dan 4 assist. Disusul oleh Andy ’Batam’ Poedjakesuma yang menceploskan 14 poin.
Sementara di kubu CLS, Dimaz Muharri tampil paling menonjol dengan menceploskan 14 poin, 9 rebound, 6 assist, dan 4 steal. Tiga pemain CLS lainnya juga mencetak double digit poin, yakni Sandy Febiansyakh (12 poin), Mario Wuysang (11 poin), dan Arif Hidayat (10 poin). (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bermain Eksplosif, Pelita Jaya Benamkan CLS Knights
Basket 17 November 2013, 23:30
-
Overtime, Bandung Utama Tundukkan Hangtuah
Basket 17 November 2013, 22:30
-
Seri Pembuka NBL Indonesia Janjikan Atmosfer Kompetitif
Basket 15 November 2013, 18:30
-
NBL Indonesia Gaet Li-Ning Jadi Official Game Ball Partner
Basket 14 November 2013, 17:15
-
MVP dan Penonton NBL Indonesia Bakal Dapatkan Mobil Honda
Basket 13 November 2013, 16:50
LATEST UPDATE
-
Aroma Revolusi di Lini Belakang Real Madrid Bersama Jose Mourinho
Liga Spanyol 5 Juli 2026, 22:05
-
RESMI: Real Madrid Boyong Denzel Dumfries, Dikontrak 4 Tahun
Liga Spanyol 5 Juli 2026, 21:41
-
Mesir Itu Tentang Chemistry dan Mentalitas, Bukan Cuma Mohamed Salah
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:31
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR