
Bola.net - Tanpa diperkuat tiga pilarnya, Dell Aspac Jakarta tetap terlalu tangguh bagi Satya Wacana Angsapura Salatiga. Aspac menyudahi perlawanan Satya Wacana dengan skor 84-61 dalam lanjutan babak penyisihan Grup B Speedy NBL Indonesia Preseason Tournament 2012 di DBL Arena, Rabu (17/10).
Pada laga tersebut, coach Aspac Jugianto Kuntardjo memilih mengistirahatkan beberapa pemain pilarnya, seperti shooter Xaverius Prawiro, center Wahyu 'Cacing' Widayat Jati, serta kapten tim Mario Gerungan. Sebagai gantinya, beberapa pemain muda seperti Handri Satrya Santosa, Anggi Rizki dan Stefan Carsera mendapat kesempatan untuk mencicipi atmosfer preseason tournament.
Tampil tanpa beberapa pemain pilar tak lantas mereduksi permainan Aspac. Sebaliknya para pemain muda Aspac sanggup menunjukkan permainan yang menawan untuk meredam agresivitas anak-anak Satya Wacana.
Forward Pringgo Regowo menjadi masalah besar bagi pertahanan Satya Wacana. Pringgo tak terbendung saat beraksi di bawah ring. Dengan penguasaan bola dan post play yang baik, Pringgo beberapa kali memenangkan duel menghadapi big man Satya Wacana. Tiga dari empat tembakan Pringgo menemui sasaran untuk membawa Aspac unggul 24-16 di akhir kuarter pertama.
Dengan efektivitas field goals mencapai 50 persen di kuarter kedua, Aspac semakin jauh meninggalkan Satya Wacana. Aspac yang sudah hebat hanya dengan mengandalkan Pringgo, menambah kekuatan dengan memberikan waktu bermain yang banyak kepada Isman Thoyib di kuarter kedua. Center bernomor punggung 34 ini menyumbang 10 dari total 20 poin yang dipetik Aspac pada kuarter ini.
Memimpin dengan margin 20 poin, pelatih Aspac, memasukkan pemain debutannya, Stefan Carsera. Meskipun belum memberikan kontribusi baik dalam catatan statistik, Stefan cukup baik membantu memperkuat posisi forward yang memang masih sulit ditanggulangi oleh Satya Wacana. Masih dengan permainan yang efektif, Aspac tetap sulit terkejar dengan skor 67-38 di akhir kuarter ketiga.
Hampir seluruh pemain Aspac masuk dalam daftar pencetak angka di laga itu. Poin terbanyak dibukukan oleh Handri Satrya Santosa. Pemain yang memasuki musim kedua membela Aspac ini menyumbang 14 poin. Handri memasukkan empat dari lima kali tembakan tiga angka yang ia lepaskan.
”Saya memang telah menunggu kesempatan seperti ini. Begitu peluang untuk bermain datang, saya tak mau menyia-nyiakannya,” ucap Handri. Guard kelahiran 3 November 1992 ini menilai kondisi timnya saat ini sangat kondusif. Hal tersebut membuatnya mampu menunjukkan performa yang maksimal.
Pringgo Regowo juga tampil istimewa dengan mencetak 13 poin. Sedangkan dari kubu Satya Wacana, point guard kecil nan lincah, Budi Sucipto memasukkan 13 poin untuk menjadi top scorer bagi timnya. (nbl/kny)
Pada laga tersebut, coach Aspac Jugianto Kuntardjo memilih mengistirahatkan beberapa pemain pilarnya, seperti shooter Xaverius Prawiro, center Wahyu 'Cacing' Widayat Jati, serta kapten tim Mario Gerungan. Sebagai gantinya, beberapa pemain muda seperti Handri Satrya Santosa, Anggi Rizki dan Stefan Carsera mendapat kesempatan untuk mencicipi atmosfer preseason tournament.
Tampil tanpa beberapa pemain pilar tak lantas mereduksi permainan Aspac. Sebaliknya para pemain muda Aspac sanggup menunjukkan permainan yang menawan untuk meredam agresivitas anak-anak Satya Wacana.
Forward Pringgo Regowo menjadi masalah besar bagi pertahanan Satya Wacana. Pringgo tak terbendung saat beraksi di bawah ring. Dengan penguasaan bola dan post play yang baik, Pringgo beberapa kali memenangkan duel menghadapi big man Satya Wacana. Tiga dari empat tembakan Pringgo menemui sasaran untuk membawa Aspac unggul 24-16 di akhir kuarter pertama.
Dengan efektivitas field goals mencapai 50 persen di kuarter kedua, Aspac semakin jauh meninggalkan Satya Wacana. Aspac yang sudah hebat hanya dengan mengandalkan Pringgo, menambah kekuatan dengan memberikan waktu bermain yang banyak kepada Isman Thoyib di kuarter kedua. Center bernomor punggung 34 ini menyumbang 10 dari total 20 poin yang dipetik Aspac pada kuarter ini.
Memimpin dengan margin 20 poin, pelatih Aspac, memasukkan pemain debutannya, Stefan Carsera. Meskipun belum memberikan kontribusi baik dalam catatan statistik, Stefan cukup baik membantu memperkuat posisi forward yang memang masih sulit ditanggulangi oleh Satya Wacana. Masih dengan permainan yang efektif, Aspac tetap sulit terkejar dengan skor 67-38 di akhir kuarter ketiga.
Hampir seluruh pemain Aspac masuk dalam daftar pencetak angka di laga itu. Poin terbanyak dibukukan oleh Handri Satrya Santosa. Pemain yang memasuki musim kedua membela Aspac ini menyumbang 14 poin. Handri memasukkan empat dari lima kali tembakan tiga angka yang ia lepaskan.
”Saya memang telah menunggu kesempatan seperti ini. Begitu peluang untuk bermain datang, saya tak mau menyia-nyiakannya,” ucap Handri. Guard kelahiran 3 November 1992 ini menilai kondisi timnya saat ini sangat kondusif. Hal tersebut membuatnya mampu menunjukkan performa yang maksimal.
Pringgo Regowo juga tampil istimewa dengan mencetak 13 poin. Sedangkan dari kubu Satya Wacana, point guard kecil nan lincah, Budi Sucipto memasukkan 13 poin untuk menjadi top scorer bagi timnya. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Simpan Tiga Pilar, Aspac Sukses Taklukkan Satya Wacana
Basket 17 Oktober 2012, 18:11
-
Bungkam Bimasakti, Garuda Sapu Bersih Empat Laga Awal
Basket 17 Oktober 2012, 17:00
-
Hangtuah Nyaris Permalukan Aspac
Basket 16 Oktober 2012, 20:25
-
Stadium Jakarta Jaga Peluang ke Semifinal
Basket 16 Oktober 2012, 20:12
-
Bekuk Tonga BSC, Pelita Jaya Pecahkan Dua Rekor Preseason
Basket 16 Oktober 2012, 18:36
LATEST UPDATE
-
Juventus dan AC Milan Buang Tiket Liga Champions karena Tim Kecil
Liga Italia 25 Mei 2026, 23:34
-
Persib Bandung Ditinggal Bojan Hodak Usai Hat-trick Juara?
Bola Indonesia 25 Mei 2026, 19:12
-
Tyrell Malacia Ucapkan Salam Perpisahan untuk Fans Manchester United
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:52
-
Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026: Barcelona 8, Real Madrid 0
Piala Dunia 25 Mei 2026, 18:24
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00

























KOMENTAR