
Bola.net - Dunia olahraga, tak terkecuali sepak bola juga turut menjadi korban dari pandemi global virus Corona yang saat ini tengah menyerang lebih dari 160 negara.
Liga-liga sepak bola domestik di berbagai negara telah ditunda dan tak dapat diperkirakan kapan akan kembali bergulir. Bahkan, ajang besar seperti Piala Eropa 2020 dan Copa America 2020 telah resmi ditunda selama setahun.
Masyarakat tak punya pilihan lebih baik selain tetap tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona.
Penggemar sepak bola juga perlu memikirkan hiburan lain setelah mendapat kabar ini. Melansir Give Me Sport, Sabtu (21/3/2020) pakar virus Jerman, Jonas Schmidt-Chanasit, menyebut tak akan ada lagi sepak bola pada tahun ini.
Ia mempelajari berbagai virus di Berhard-Nocht Institute, Hamburg. Dia mengatakan bakal terkejut jika melihat sepak bola bisa dimainkan lagi pada sisa tahun ini.
"Saya tak berpikir kita bisa bicara tentang bermain sepak bola lagi pada April. Bahkan, tak mungkin digelar tanpa penonton, karena ada potensi orang-orang berkumpul di rumah untuk melihat pertandingan itu," kata Schmidt-Chanasit, kepada Marca.
"Saya yakin kita semua baru bisa bermain sepak bola lagi pada tahun depan. Saya rasa tak realistis untuk berpikir musim ini bisa diselesaikan," imbuhnya.
Pernyataan Jonas Schmidt-Chanasit itu jelas menjadi kabar buruk bagi pecinta sepak bola. Setelah dua minggu yang membosankan, tak bisa dibayangkan lagi sembilan bulan tanpa olahraga ini.
Kerugian Besar Secara Finansial Jika Tak Ada Sepak Bola
Jika sepak bola tidak lagi bisa dipertandinkan hingga sembilan bulan ke depan, akan ada banyak sekali kerugian secara finansial baik untuk operator liga, klub hingga pemain.
Ambil contoh Premier League. Melansir Metro, Sabtu (21/3/2020), kompetisi bergengsi negeri Ratu Elizabeth tersebut berpotensi merugi 750 juta pounds (Rp13 triliun) karena kontrak hak siar tidak berjalan normal akibat pandemi virus Corona.
Tak hanya Premier League, klub-klub peserta juga tidak mendapatkan penghasilan dari hak siar. Tak bisa dihitung lagi jika sepak bola eropa khususnya Premier League tak bergulir hingga tahun depan. Ini jelas bencana dan stadion-stadion seperti mati suri.
Sumber asli: Give Me Sport
Disadur dari: Bola.com/Penulis Hanif Sri Yulianto/Editor Yus Mei Sawitri
Publshed: 21 Maret 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Perangi Virus Corona, Indra Sjafri Minta Indonesia Kompak Bersatu
Bola Indonesia 22 Maret 2020, 20:14
-
Marouane Fellaini jadi Pemain Liga Super China Pertama yang Positif Corona
Asia 22 Maret 2020, 11:55
-
Sempat Pertahankan Nama EURO 2020 Meski Ditunda Setahun, UEFA Minta Maaf
Piala Eropa 22 Maret 2020, 09:45
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Arsenal vs Coventry City 22 Agustus 2026
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 23:59
-
Andoni Iraola Waspadai Wajah Baru Newcastle bersama Matthias Jaissle
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 23:30
-
Barcelona Kesusahan, Arsenal Tancap Gas untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 23:00
-
Resmi! Arsenal Datangkan Ezri Konsa dari Aston Villa
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 22:26
-
Mengungkap Misteri Menghilangnya Mason Mount dari Skuad MU
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 22:05
-
Bursa Transfer Sedikit Lagi Tutup, Wayne Rooney Minta MU Angkut Pemain Arsenal Ini
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 21:00
-
Fabio Capello Sebut Inter Milan Tak Punya Rival di Serie A
Liga Italia 21 Agustus 2026, 21:00
-
Manchester United Diprediksi Bawa Pulang 3 Poin dari Kandang Hull City
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 20:45
-
Manchester City Masih Minati Enzo Fernandez, Chelsea Tak Bergeming!
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 20:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59




















KOMENTAR