
Bola.net - Masih ingat dengan Yusuf Dikec, atlet menembak asal Turki yang viral di Olimpiade Paris 2024? Sang bintang kini kembali menjadi sorotan setelah sukses mengukir prestasi gemilang.
Dikec berhasil memimpin tim nasional menembak Turki menyapu bersih tiga medali emas. Pesta kemenangan ini terasa lebih istimewa karena diraih di ajang European Champions League yang untuk pertama kalinya digelar di kandang mereka, Istanbul.
Dalam ajang tersebut, Dikec secara pribadi menyumbang satu medali emas di nomor beregu putra. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa popularitasnya di dunia maya berbanding lurus dengan konsistensi prestasinya di dunia nyata.
Kisah ini tidak hanya akan membahas kemenangan terbarunya, tetapi juga mengupas kembali fenomena viralnya yang mendunia. Termasuk profil lengkap sang atlet fenomenal yang kini bahkan telah mematenkan pose ikoniknya.
Pesta Emas di Tanah Sendiri
Tim nasional menembak Turki tampil begitu dominan di hadapan publiknya sendiri. Mereka berhasil meraih tiga medali emas yang tersedia di ajang European Champions League of Air Weapons.
🇹🇷 Yusuf Dikec from Turkey winning gold medal at European Championships 2025, he does it again very casually
— World of Statistics (@stats_feed) October 5, 2025
pic.twitter.com/GplhORFv6S
Yusuf Dikec, yang berpasangan dengan Mustafa Inan, sukses mengamankan medali emas pertama. Keduanya berhasil mengalahkan tim kuat Jerman di final nomor beregu putra 10 meter air pistol.
Kesuksesan Turki kemudian dilengkapi oleh tim putri mereka yang tak kalah tangguh. Damla Kose dan Elif Berfin Altun juga berhasil mempersembahkan medali emas di nomor senapan angin.
Medali emas ketiga sebagai penutup pesta kemenangan dipersembahkan oleh Esra Bozabali dan Sevval Ilayda Tarhan. Mereka sukses menjadi yang terbaik setelah menaklukkan tim Prancis di final pistol angin putri.
Kebanggaan Dikec
Setelah memastikan kemenangan, Yusuf Dikec tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan bahagianya. Ia merasa sangat terhormat bisa bertanding dan menjadi juara di negaranya sendiri.
"European Champions League adalah platform khusus yang disediakan untuk para atlet terbaik," kata Dikec.
"Mewakili negara saya di depan penonton tuan rumah, dengan turnamen yang diadakan di Istanbul untuk pertama kalinya, adalah sebuah kehormatan besar. Memenangkan emas di sini membuat saya sangat bahagia," ungkapnya.
Kemenangan ini juga ia jadikan sebagai ajang persiapan penting. "Ini juga berfungsi sebagai persiapan untuk Kejuaraan Dunia di Kairo November ini, di mana tujuan saya adalah membawa pulang medali lagi," lanjut Dikec.
Saat Bidikan Tenang Mengguncang Internet
Nama Yusuf Dikec memang baru menjadi fenomena global setelah penampilannya di Olimpiade Paris 2024. Kala itu, ia berhasil membawa pulang medali perak di nomor beregu campuran.
Bukan medalinya, tetapi gayanya yang khas saat menembak yang mencuri perhatian dunia. Ia tampil begitu tenang dan santai tanpa menggunakan alat bantu tambahan yang biasa dipakai atlet lain.
Klip penampilannya yang hanya mengandalkan keseimbangan dan fokus itu langsung viral di jagat maya. Bahkan, tokoh teknologi terkenal sekelas Elon Musk ikut membagikan momen ikonik tersebut.
"Saya selalu percaya untuk mempercayai keseimbangan dan fokus saya sendiri daripada bergantung pada peralatan. Rasanya wajar bagi saya, dan saya senang orang-orang di seluruh dunia bisa melihatnya selama Olimpiade," jelasnya.
Mengenal Sosok Yusuf Dikec
Yusuf Dikec lahir di sebuah desa bernama Tasoluk, di Provinsi Kahramanmaraş, Turki. Ia baru memulai karier profesionalnya di dunia menembak pada tahun 2011.
Sebelum menjadi atlet, Dikec adalah seorang pensiunan bintara di Gendarmerie Turki (kepolisian militer). Ia bahkan pernah mencetak rekor dunia pada tahun 2006 di Kejuaraan Dunia Militer CISM.
Sederet prestasi telah ia ukir, termasuk menjadi peraih medali emas ganda pada tahun 2013. Namun, puncak ketenarannya datang saat meraih medali perak di Olimpiade Paris 2024 yang melambungkan namanya.
Setelah menjadi sensasi global, Dikec mengambil langkah unik dengan mematenkan pose menembak ikoniknya. Keputusan ini diambil pada September 2024 setelah banyak pihak mencoba mendaftarkan merek dagang posenya tanpa izin.
"Setelah diberi tahu tentang berbagai inisiatif pendaftaran merek dagang yang dilakukan tanpa sepengetahuan Yusuf Dikec, kami mengajukan permohonan sekitar seminggu yang lalu," kata pelatihnya, Erdinc Bilgili, seperti dikutip dari AFP.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
-
Battle of WAGs Liga Inggris 2025/2026: Arsenal vs Liverpool
Bolatainment 8 Januari 2026, 19:55
-
Live Streaming Milan vs Genoa - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 8 Januari 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58






















KOMENTAR