Bola.net - - Gempa dan tsunami di Palu yang terjadi beberapa waktu lalu juga meninggalkan bekas luka yang mendalam bagi dunia olahraga Indonesia. Tujuh atlet paralayang nasional ikut menjadi korban bersama dengan runtuhnya Hotel Roa-Roa di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Menanggapi hal ini, Menpora Imam Nahrawi menyampaikan ucapan duka cita kepada beberapa atlet yang menjadi korban dari bencana gempa dan tsunami yang mengguncang Palu dan Donggala.
"Keluarga besar Kemenpora dan Paralayang Indonesia berduka cita karena ada beberapa atlet paralayang yang belum ditemukan," ungkap Menpora saat jumpa pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/10).
Menpora memberikan keterangan bahwa kejuaraan paralayang yang diselenggarakan di Palu dikuti oleh 32 atlet, termasuk tiga pserta dari luar negeri. Mereka adalah Lee Dong Jin dari Korea Selatan, Kok Cong dari Singapura, serta Najois dari Belgia. Dua di antara peserta dari Indonesia merupakan atlet pelatnas paralayang yang bertanding di Asian Games 2018 lalu.
Imam Nahrawi memaparkan bahwa akibat gempa dan tsunami, kejuaraan paralayang terpaksa berhenti di tengah jalan. Masalah semakin pelik karena sebagian peserta hilang kontak dengan panitia.
"Kejuaraan dimulai Kamis (27/9) hingga (30/9), namun pada Jumat terjadi gempa dan tsunami sehingga kejuaraan itu terpaksa dihentikan. Sejak Jumat panitia lomba kehilangan kontak dengan tujuh peserta yang masih terjebak di Hotel Roa-Roa tempat para atlet menginap. Mereka adalah Petra Mandagi, Ardi Kurniawan, Glen Mononutu, Reza Kambey, Lee Dong Jin, Fahmi, Franky Koas," terang pria asal Bangkalan, Madura, tersebut.
Faktanya, gempa dan tsunami memang meninggalkan luka yang sangat dalam bagi dunia paralayang. Dua jenazah atlet telah ditemukan di antara reruntuhan Hotel Roa Roa. Mereka adalah Petra mandagi, Glen Mononutu, Franky Koas, serta Ardi Kurniawan. Sebuah kehilangan besar karena Ardi adalah atlet andalan Pelatnas.
"Hingga saat ini tim evakuasi masih berupaya mencari korban tiga lagi yang diduga masih tertimpa reruntuhan bangunan di Hotel Roa-Roa. Yaitu Reza Kambey atlet pelatnas Asian Games, Fahmi dan Lee Dong Jin," lanjut Menpora.
Bagi para atlet yang selamat, Kemenpora memulangkan mereka ke daerah masing-masing dengan menggunakan pesawat Hercules. Sementara untuk pencarian korban lainnya dilanjutkan dengan bantuan Gendon, yang merupakan kepala pelatih timnas paralayang.
Imam berjanji bahwa pemerintah akan memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk membantu para korban.
"Pemerintah bersama pengurus paralayang akan berusaha memenuhi hak-hak para atlet khususnya atlet pelatnas ini karena mereka masih dalam tanggungan negara. Kita akan memberikan hak-haknya sekaligus memberikan santunan kepada keluarga nanti. Semoga arwah mereka pahlawan olahraga diterima Allah Swt dan amal-ibadahnya diterima Allah SWT," pungkasnya.
Ketua Paralayang Indonesia, Wahyudi, mengenang beberapa para atlet yang menjadi korban. Ardi Kurniawan, misalnya, yang sempat menduduki peringkat pertama dalam kejuaraan paralayang nomor lintas alam tersebut. Kemudian ada Reza Kambey yang juga ikut tertimbun dalam reruntuhan.
"Sisanya seperti Petra, Glen, Franky merupakan atlet pionir paralayang Sulawesi Utara, selama ini Sulut dikenal dengan kegiatan terjun payung tetapi dengan adanya mereka kegiatan paralayang Sulut menjadi berkembang. Satu lagi ada Fahmi, beliau memang dari TNI AU yang aktif ikut paralayang," tutup Wahyudi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Janji Menpora Untuk Atlet Paralayang Korban Gempa-Tsunami Palu
Bolatainment 17 Oktober 2018, 07:16
-
Lepas Kontingen YOG, Menpora Tunggu Kabar Gembira untuk Indonesia
Bolatainment 16 Oktober 2018, 06:47
-
Cara Unik Menpora Bikin Suporter Sepakbola Indonesia Lebih Rukun
Bolatainment 15 Oktober 2018, 14:33
-
Kemenpora Jamu Timnas U-16, Maklumi Kegagalan ke Piala Dunia
Tim Nasional 3 Oktober 2018, 13:07
-
Pelatnas Bukan Hanya Tempat Latihan, Tapi Tempat Bekerja Atlet
Bolatainment 30 September 2018, 10:30
LATEST UPDATE
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 9 Januari 2026
Voli 9 Januari 2026, 09:43
-
Arteta Kecewa tapi Bangga: Arsenal Perlebar Jarak Jadi 6 Poin Meski Imbang
Liga Inggris 9 Januari 2026, 09:36
-
Catatan Menarik Arsenal vs Liverpool: The Reds Jadi Batu Sandungan The Gunners
Liga Inggris 9 Januari 2026, 09:34
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 9 Januari 2026, 09:21
-
AC Milan dan Pelajaran Mahal Tentang Kedewasaan
Liga Italia 9 Januari 2026, 08:55
-
Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026, 6-11 Januari 2026
Bulu Tangkis 9 Januari 2026, 08:50
-
Kapan El Clasico di Final Piala Super Spanyol 2026: Barcelona vs Real Madrid
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 08:37
-
Jadwal Barca vs Madrid di Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 08:07
-
PSM vs Bali United: Tekad Pasukan Ramang Hentikan Tren Buruk
Bola Indonesia 9 Januari 2026, 07:44
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 9 Januari 2026, 07:41
-
Man of the Match Milan vs Genoa: Lorenzo Colombo
Liga Italia 9 Januari 2026, 07:11
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR