Bola.net - Sejumlah pendukung klub Dynamo Moscow menunjukkan kemarahan dengan menyerang sesi latihan klub idolanya menggunakan senapan dan peluru paintball.
Insiden tersebut merupakan buntut prestasi Dynamo yang dinilai buruk di awal musim ini, dengan catatan delapan kali kalah dari 11 laga Liga Premier Rusia dan berada empat peringkat dari zona degradasi.
Aksi tersebut rupanya bukan yang pertama kali, setelah bulan lalu terpampang sebuah graffiti pada salah satu dinding menuju kamp latihan Dynamo, yang berisi pesan bagi skuad untuk berhenti melemahkan nama besar klub.
Akan tetapi, aksi yang dilakukan oleh sejumlah suporter militan tersebut tampaknya belum berhasil mengubah semangat para pemain dan akhirnya mereka melancarkan aksi susulan.
Menyamar layaknya pakaian perang dalam permainan paintball, mereka menuju tempat latihan Dynamo dan mulai menembaki para pemain dengan peluru cat yang cukup mengejutkan.
Tak hanya itu, sekumpulan pendukung garis keras tersebut juga meninggalkan beberapa lembar leaflet di lapangan, yang kembali berisi peringatan bagi para pemain Dynamo.
"Jika klub dan para pelatih tidak bisa memotivasi anda, maka percayalah pada kami, kami akan melakukannya. Dan metode kami dipastikan akan lebih serius dari sebelumnya," tulis mereka di surat tersebut.
Kasus tersebut saat ini sedang diusut oleh kepolisian Moscow, setelah kelompok suporter resmi klub tampak kecewa dengan aksi gerilya yang dilakukan kepada klub mereka. (mtr/atg)
Insiden tersebut merupakan buntut prestasi Dynamo yang dinilai buruk di awal musim ini, dengan catatan delapan kali kalah dari 11 laga Liga Premier Rusia dan berada empat peringkat dari zona degradasi.
Aksi tersebut rupanya bukan yang pertama kali, setelah bulan lalu terpampang sebuah graffiti pada salah satu dinding menuju kamp latihan Dynamo, yang berisi pesan bagi skuad untuk berhenti melemahkan nama besar klub.
Akan tetapi, aksi yang dilakukan oleh sejumlah suporter militan tersebut tampaknya belum berhasil mengubah semangat para pemain dan akhirnya mereka melancarkan aksi susulan.
Menyamar layaknya pakaian perang dalam permainan paintball, mereka menuju tempat latihan Dynamo dan mulai menembaki para pemain dengan peluru cat yang cukup mengejutkan.
Tak hanya itu, sekumpulan pendukung garis keras tersebut juga meninggalkan beberapa lembar leaflet di lapangan, yang kembali berisi peringatan bagi para pemain Dynamo.
"Jika klub dan para pelatih tidak bisa memotivasi anda, maka percayalah pada kami, kami akan melakukannya. Dan metode kami dipastikan akan lebih serius dari sebelumnya," tulis mereka di surat tersebut.
Kasus tersebut saat ini sedang diusut oleh kepolisian Moscow, setelah kelompok suporter resmi klub tampak kecewa dengan aksi gerilya yang dilakukan kepada klub mereka. (mtr/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Teror Paintball Serang Kamp Latihan Dynamo Moscow
Bolatainment 22 Oktober 2012, 15:01
-
Arshavin Menolak 'Dibuang' ke Dynamo Moscow
Liga Inggris 7 September 2012, 14:45
-
Arsenal Siap Lepas Arshavin Secara Cuma-Cuma
Liga Inggris 6 September 2012, 16:20
-
Petrescu Ditunjuk Arsiteki Dynamo Moscow
Liga Eropa Lain 18 Agustus 2012, 21:00
LATEST UPDATE
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:34
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55





















KOMENTAR