
Bola.net - Babak 16 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan dua momen emosional yang melibatkan dua ikon terbesar sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Keduanya sama-sama meneteskan air mata, tetapi dengan makna yang sangat berbeda.
Cristiano Ronaldo harus menerima kenyataan pahit setelah Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026. Di sisi lain, Lionel Messi justru merayakan salah satu malam terbaiknya bersama Argentina usai membawa Albiceleste bangkit secara dramatis.
Kontras tersebut tak luput dari perhatian pandit ITV, Roy Keane. Mantan kapten Manchester United itu menilai kedua momen tersebut menjadi gambaran betapa tipisnya jarak antara kegagalan dan kejayaan di panggung sepak bola terbesar dunia.
Bagi Keane, tangis Ronaldo dan Messi menjadi potret emosional yang memperlihatkan besarnya arti Piala Dunia bagi para pemain terbaik dunia. Menurutnya, itulah alasan mengapa turnamen ini selalu menghadirkan cerita yang sulit dilupakan.
Ronaldo Menangis, Messi Justru Rayakan Kebangkitan Argentina

Cristiano Ronaldo menutup perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 dengan cara yang menyakitkan. Selecao harus mengakui keunggulan Spanyol setelah kalah 0-1 pada babak 16 besar melalui gol Mikel Merino di penghujung pertandingan.
Kekalahan tersebut diyakini menjadi penampilan terakhir Ronaldo di ajang Piala Dunia. Seusai peluit panjang berbunyi, megabintang Portugal itu tak mampu menyembunyikan kesedihannya dan meninggalkan lapangan dengan linangan air mata.
Berbeda dengan Ronaldo, Lionel Messi justru menjadi aktor utama kemenangan dramatis Argentina atas Mesir. Albiceleste sempat tertinggal 0-2 dan Messi bahkan gagal mengeksekusi penalti sebelum akhirnya bangkit mencetak satu gol dan satu assist untuk membawa timnya menyamakan kedudukan.
Kebangkitan Argentina berlanjut hingga akhirnya menang 3-2. Seusai pertandingan, Messi berulang kali diangkat oleh rekan-rekan setimnya sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi besarnya dalam membawa sang juara bertahan lolos ke perempat final.
Alasan Kita Mencintai Sepak Bola

Roy Keane mengaku sangat terkesan melihat dua momen emosional tersebut terjadi dalam waktu yang berdekatan. Menurutnya, Piala Dunia kembali menunjukkan sisi paling manusiawi dari olahraga sepak bola.
"Suaraku hilang. Saya menyukainya. Kemarin kita melihat air mata sedih dari Ronaldo. Hari ini kita melihat air mata bahagia dari Messi," ucap Roy Keane kepada ITV.
"Mereka tidak akan menyerah. Kualitas gol mereka luar biasa. Wow. Inilah mengapa kita mencintai permainan ini. Benar-benar menakjubkan," sambung mantan kapten Manchester United itu.
Kini, Argentina dan Messi harus kembali bersiap. Tidak ada banyak waktu untuk perayaan. Pada babak 8 Besar, Argentina akan bertemu pemenang laga Swiss dan Kolombia.
Sumber: BBC Sport
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
-
Mohamed Salah Mungkin Perlu Bermain Seperti Lionel Messi
Piala Dunia 6 Juli 2026, 22:30
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:34
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 21:31
-
Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 20:09
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55





















KOMENTAR