Pasangan Ahsan/Alvent berhasil meraih kemenangan 19-21, 21-12, 21-19 di penyisihan Grup A putaran final Piala Thomas di Wuhan Sport Complex Gymnasium, China, Senin.
Dengan kemenangan tersebut, Indonesia secara keseluruhan unggul 3-1 sehingga partai terakhir di tunggal ketiga yang mempertemukan Dioysius Hayom Rumbaka dengan Ben Beckman sudah tidak berpengaruh terhadap hasil keseluruhan.
Namun kemenangan pasangan tersebut diraih melalui perjuangan berat dan menegangkan, terutama pada game ketiga yang sangat menentukan.
Setelah menyerah 19-21, Ahsan/Alvent berhasil merebut games kedua 21-12 untuk memaksa rubber games. Indonesia pun dibuat tegang ketika terjadi skor ketat dan selalu berimbang dari awal sampai 19-19.
Ketegangan semakin memuncak ketika Indonesia Ahsan/Alvent unggul 20-19 dan tinggal satu angka lagi untuk memastikan kemenangan.
Pengembalian bola smash dari Alvent yang menyangkut di net oleh Robertson akhirnya memecah ketegangan dan sekaligus memastikan kemenangan menjadi 3-1 atas Inggris.
Usai pertandingan, Muhammad Ahsan yang biasa berpasangan dengan Bona Septano mengatakan bahwa mereka memang masih harus lebih banyak beradaptasi karena bukan pasangan yang biasa diturunkan.
"Namun saya siap dipasangkan dengan siapa saja dan dalam situasi tersulit sekali pun. Soal strategi adalah urusan tim pelatih, tapi yang jelas saya sudah siap dan harus siap," katanya.
Sementara itu Ketua Bidang Pembinaan PB PBSI Hadi Nasri yang ikut menyaksikan pertandingan mengatakan, dipasangkannya Muhammad Ahsan dengan Alvent Yulianto karena Bona Septano merasa belum siap.
"Berdasarkan pengakuan Bona kepada tim pelatih, ia merasa belum siap untuk diturunkan sehingga kontingen memutuskan untuk memasangkan Ahsan dengan Alvent," kata Hadi Nasri.
Kemenangan atas Inggris tersebut setidaknya sudah memastikan langkah tim Piala Thomas Indonesia ke perempat-final karena berdasarkan perkiraan, Simon Santoso dan kawan-kawan masih sulit untuk mengalahkan juara bertahan China ketika kedua tim tersebut akan berhadapan di pertandingan terakhir babak penyisihan, Selasa (22/5).
Meski sudah berhasil mengatasi rintangan pertama, perjuangan Tim Piala Thomas Indonesia masih sangat berat karena jika nanti tampil sebagai runner-up setelah China, akan harus menjalani undian untuk pertandingan babak perempat-final.
Langkah Indonesia juga masih tergantung pada nasib baik karena tidak tertutup kemungkinan Indonesia akan kembali bertemu China berdasarkan hasil undian. (ant/end)
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Burnley vs Man Utd: Misteri Menit 61, Mengapa Bruno Fernandes Ditarik Keluar?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:44
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
-
Hasil Napoli vs Lecce: Partenopei Selamat dari Kekalahan Setelah Tertinggal 0-2
Liga Italia 8 Januari 2026, 03:37
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58





















KOMENTAR