
Pasangan juara All England itu kalah oleh ganda Denmark peringkat tiga dunia Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen 12-21, 12-21 di Wembley Arena, London.
Untuk pertama kalinya sejak bulu tangkis dipertandingkan di Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia sama sekali tidak meraih medali.
Pasangan peringkat empat dunia itu mengaku tampil buruk karena tidak mampu keluar dari tekanan. Selain itu mereka merasa terbebani karena menjadi satu-satunya harapan Indonesia untuk meraih medali.
"Hari ini kami tampil di bawah performa, sementara Denmark bermain sangat bagus, jarang melakukan kesalahan sendiri," kata Liliyana usai pertandingan.
Liliyana pun mengaku bahwa mental mereka terpuruk setelah gagal meraih medali emas. "Target awal kami adalah emas. Tapi ternyata gagal. Perunggu pun kami juga gagal dapat. Kami minta maaf. Kami juga kecewa, kami tidak mau kalah," ujar Liliyana yang meraih medali perak bersama Nova Widianto di Olimpiade Beijing 2008.
Hal yang sama dikatakan oleh Tontowi. Ia mengaku sangat terbebani oleh harapan menyumbang emas. "Sangat berat bagi saya. Apalagi kami satu-satunya harapan, sementara bulu tangkis Indonesia belum mendapat medali," kata Tontowi.
Ditanya target selanjutnya, Liliyana menyebut Kejuaraan Dunia 2013 menjadi sasaran terdekat mereka. "Kalau sampai, mungkin juga Asian Games 2014. Tetapi Olimpiade Rio de Janeiro 2016, saya belum kepikiran," ujarnya.
Pelatih ganda campuran tidak mampu memberi komentar apapun usai pertandingan. Ia beberapa kali meneteskan air mata melihat kenyataan pasangan asuhannya tidak mampu menyumbang medali.
Adapun Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso menyatakan ia lah yang bertanggung jawab atas kegagalan bulu tangkis meraih medali. "Ini kegagalan yang total. Saya yang bertanggung jawab. Saya minta maaf kepada seluruh pecinta bulu tangkis," katanya.
Ia mengatakan, bentuk tanggung jawabnya adalah akan segera mengevaluasi untuk melakukan pembaruan. "Semua akan kami ubah, pengurus, pelatih, atlet, sistem pembinaan dan rekrutmen," kata Djoko yang masa jabatannya akan berakhir tahun ini. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengaku Terbebani, Tontowi/Liliyana Gagal Raih Perunggu
Bulu Tangkis 3 Agustus 2012, 21:00
-
Sigit Budiarto: Tontowi/Liliyana Terpengaruh Penyesalan
Bulu Tangkis 3 Agustus 2012, 20:15
-
Kalahkan Nigeria, Para Bintang NBA Goreskan Sejarah
Basket 3 Agustus 2012, 17:15
-
Giggs Disiapkan Turun Lawan Korea Selatan
Bola Dunia Lainnya 3 Agustus 2012, 14:20
-
Perenang Belanda Keturunan Jawa Raih Emas di Olimpiade
Olahraga Lain-Lain 3 Agustus 2012, 11:50
LATEST UPDATE
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
-
Battle of WAGs Liga Inggris 2025/2026: Arsenal vs Liverpool
Bolatainment 8 Januari 2026, 19:55
-
Live Streaming Milan vs Genoa - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 8 Januari 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR