Menghadirkan Talenta Muda Bersinar, Polytron Indonesia Open 2026 juga Jadi Arena Menyenangkan bagi Keluarga Badminton Lovers

Menghadirkan Talenta Muda Bersinar, Polytron Indonesia Open 2026 juga Jadi Arena Menyenangkan bagi Keluarga Badminton Lovers
Suporter di Istora membawa poster kartun Raymond Indra/Nikolaus Joaquin saat ganda putra Indonesia itu bertanding di Polytron Indonesia Open 2026 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, 2-7 Juni 2026. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026) menjadi arena di mana asa bagi penggemar bulutangkis Tanah Air melihat aksi tunggal dan ganda putra Indonesia bisa menjadi juara. Meski pada akhirnya harapan itu harus pupus, tapi ada secercah asa melihat sinar pebulutangkis muda untuk berkembang dan berprestasi.

Hari itu, ada dua wakil Indonesia yang sampai di babak final. Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, untuk kali pertama mencapai final dalam sepanjang kariernya bermain di Istora. Sementara itu, ada pula pasangan belia Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang berhasil mencapai babak akhir di sektor ganda putra.

Sayangnya, kedua wakil Indonesia itu gagal naik podium utama. Jojo, sapaan karib Jonatan Christie, kalah 19-21 dan 8-21 dari Victor Lai, tunggal putra asal Kanada yang baru berusia 21 tahun dan baru kali pertama merasakan pengalaman bermain di Istora yang dikenal riuh dukungan suporter.

Sementara di sektor ganda putra, Raymond/Indra juga harus kalah dari pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Sempat meraih kemenangan di gim pertama, Raymond/Indra kalah 21-13, 18-21, dan 10-21.

"Saya ingin minta maaf kepada masyarakat Indonesia karena gagal meraih gelar juara ganda putra di Indonesia Open. Kami berharap masyarakat Indonesia tetap mendukung kami," ujar Joaquin saat bertemu dengan para jurnalis di media center Istora Senayan, Minggu malam.

Meski hari itu berakhir dengan tanpa gelar juara didapatkan oleh pebulutangkis Indonesia, tetapi panggung Indonesia Open 2026 sebenarnya mewujudkan asa yang diharapkan, munculnya regenerasi bulutangkis.

1 dari 2 halaman

Victor Lai dan Raymond/Joaquin, Bukti Regenerasi Berjalan Baik

Tunggal putra Kanada, Victor Lai, berhasil menjadi juara Polytron Indonesia Open 2026 setelah mengalahkan Jonatan Christie di partai final, Minggu (7/6/2026) (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Tunggal putra Kanada, Victor Lai, berhasil menjadi juara Polytron Indonesia Open 2026 setelah mengalahkan Jonatan Christie di partai final, Minggu (7/6/2026) (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Satu hal yang menarik dari akhir Polytron Indonesia Open 2026 adalah kehadiran Victor Lai asal Kanada dan Raymond/Joaquin, di antara para finalis lainnya. Tunggal putra asal Kanada maupun ganda putra Indonesia itu merupakan atlet muda yang memperlihatkan perkembangan pesat dalam kisaran satu tahun terakhir.

Raymond/Joaquin misalnya, yang baru saja dipasangkan pada awal 2025, sudah cukup sering berada di pertandingan final turnamen-turnamen bulutangkis, baik Super-100, Super-300, ataupun Super-500. Hingga akhirnya untuk kali pertama di Indonesia Open 2026 yang merupakan turnamen Super-1000, ganda putra Indonesia yang masing-masing baru berusia 22 dan 20 tahun itu berhasil mencapai final.

"Kami semangat bermain hari ini, karena kehadiran suporter di Istora itu luar biasa. Selalu ada suara dukungan dan itu membuat kami menjadi makin semangat lagi," ujar Joaquin mengenai perasaannya tampil di Istora pada final Indonesia Open 2026.

Perasaan senang bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan di Istora disampaikan oleh Victor Lai yang berhasil menyabet gelar juara di sektor tunggal putra dengan mengalahkan Jojo. Atlet asal Kanada berusia 21 tahun itu merasa senang bisa menorehkan sejarah dengan menjadi atlet bulutangkis pertama asal Kanada yang menjuarai turnamen Super-1000 dalam BWF World Tour.

Dalam satu pekan di Istora itu, Victor Lai sukses mengalahkan lawan-lawannya, termasuk peringkat enam dunia, Chou Tien Chen di semifinal. Keberhasilannya meraih gelar juara Indonesia Open 2026 pun disebutnya tak lepas dari dukungan luar biasa di Istora.

“Rasanya luar biasa. Terima kasih kepada semua penggemar. Kalian benar-benar membantu saya sepanjang pekan ini. Bulutangkis di sini adalah yang terbaik di dunia,” ujar Victor memuji atmosfer Istora.

2 dari 2 halaman

Indonesia Open 2026 Menyenangkan bagi Pecinta Bulutangkis yang Hadir di Istora

Tunggal putri Korea Selatan, An Se Young, begitu ramah memberikan tanda tangan dan berfoto bersama badminton lovers yang hadir di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, saat Polytron Indonesia Open 2026 berlangsung (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Tunggal putri Korea Selatan, An Se Young, begitu ramah memberikan tanda tangan dan berfoto bersama badminton lovers yang hadir di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, saat Polytron Indonesia Open 2026 berlangsung (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Tidak hanya kegembiraan di dalam lapangan bulutangkis di Istora yang terlihat pada saat Polytron Indonesia Open 2026 digelar. Badminton lovers pun merasa sangat senang bisa hadir di Istora pada pekan itu.

Ketika baru memasuki pintu masuk area Istora, pecinta bulutangkis langsung dihadapkan dengan nuansa merah dan putih yang menonjol dari Polytron Indonesia Open 2026. Menengok ke sebelah kanan, ada panggung musik yang disiapkan, termasuk sebuah spot corner yang bisa digunakan para pengunjung untuk beristirahat sejenak.

Booth permainan maupun produk yang dipromosikan juga terlihat menyemarakkan Istora selama Indonesia Open 2026 berlangsung. Ada pula Cheer for Champions wall, di mana para pengunjung bisa menempelkan foto wajah masing-masing dengan pose atlet bulutangkis sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan bulutangkis Indonesia.

Kid Zone pun tersedia selama Indonesia Open 2026 berlangsung. Bertemakan Pokemon, area ini yang paling sering diminati oleh para pengunjung, bahkan termasuk orang dewasa.

Area Kids Zone yang dihadirkan di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, selama Polytron Indonesia Open 2026 berlangsung tak hanya diminati oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa (c) Bola.com/Benediktus Gerendo PradigdoArea Kids Zone yang dihadirkan di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, selama Polytron Indonesia Open 2026 berlangsung tak hanya diminati oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa (c) Bola.com/Benediktus Gerendo Pradigdo

Selain menyediakan arena untuk anak berupa sesi mewarnai, di area ini juga tersedia permainan memukul shuttlecock ke dalam lubang yang sudah memiliki poin masing-masing. Permainan inilah yang cukup menyedot antusiasme penonton di sela-sela menyaksikan pebulutangkis andalannya beraksi di Istora.

“Asyik kalau lagi ada bulutangkis di Istora. Bisa jalan-jalan sama keluarga. Saya ajak anak saya untuk mewarnai di sini, sementara suami saya di dalam lagi mendukung Jojo bertanding,” ujar Rahmi, seorang ibu muda asal Cileduk yang menemani suaminya menonton langsung Jonatan Christie bertanding.

“Saya ikut saja ke sini karena suami suka banget bulutangkis. Katanya di sini ada tempat main untuk anak juga, jadi ya sudah saya putuskan ikut menemani sembari mengajak anak bermain. Tuh sekarang lagi asyik mewarnai,” lanjutnya.

Selain arena Kids Zone, Istora selama Indonesia Open 2026 berlangsung juga menghadirkan banyak UMKM, baik kuliner, kerajinan tangan, maupun yang menjajakan produk kebutuhan sehari-hari. Dengan begitu, para penonton yang hadir tak hanya menikmati pertandingan yang tersaji di dalam lapangan, tetapi juga bisa menikmati suasana Istora yang disulap seperti festival.

Eits, tidak ketinggalan ketinggalan, ada juga spot bagi para pecinta bulutangkis yang ingin bertemu langsung dengan idola-idolanya setelah bertanding di lapangan. Area ini sering dimanfaatkan oleh para badminton lovers untuk berfoto atau meminta tanda tangan kepada pebulutangkis favoritnya, seperti An Se Young, Jonatan Christie, Mayu Matsumoto dan lainnya.

Penulis: Benediktus Gerendo Pradigdo


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL