
Bola.net - Mantan pebulu tangkis spesialisasi ganda, Sigit Budiarto mengatakan PBSI harus mempersiapkan pemain lebih matang lagi menyusul kegagalan tim Thomas Indonesia di Wuhan, China.
"Sekarang tidak perlu mencari kambing hitam atau mencari kesalahan dari kegagalan ini, tetapi yang lebih penting lagi adalah memikirkan dua atau empat tahun ke depan supaya hasilnya lebih baik," kata Sigit.
Ia mengakui, memang kegagalan Taufik Hidayat dan kawan-kawan di Wuhan, China, merupakan hasil terburuk yang dicapai tim putra Indonesia pada perebutan piala lambang supremasi bulu tangkis beregu putra dunia.
Menurutnya, selama ini tim putra Indonesia minimal melangkah ke babak semi final, final, bahkan menjadi juara. "Tetapi saya kira tidak perlu diperpanjang lagi dan kita harus memikirkan ke depannya," lanjutnya.
Sigit sudah empat kali membela Indonesia pada perebutan Piala Thomas yaitu 1998, 2000, 2002, dan 2006 bersama pasangannya, Chandra Widjaya. Dari empat kali itu, tiga di antaranya menjadi juara (merebut Piala Thomas) dan hanya sekali gagal pada 2006 di Jepang.
Tim Piala Thomas Indonesia gagal melangkah ke babak semifinal setelah dikalahkan Jepang 2-3 pada babak perempat final.
"Kita harus akui memang kalah dengan Jepang tetapi tidak boleh terpuruk dan harus bangkit kembali," ujar Sigit. Menurutnya, memang negara-negara lain mempersiapkan diri lebih lama, yakni antara dua hingga tiga tahun. "Saya kira, kita perlu mempersiapkan diri lebih baik lagi."
Ketika ditanya apakah materi pemain saat ini masih layak dipertahankan untuk dua tahun mendatang, Sigit yang kini menjadi pelatih ganda putra taruna PB Djarum Kudus mengatakan, sekitar 80 persen saja.
"Saya kira untuk Taufik dan Alvent Yulianto belum tentu karena faktor usia, sedangkan Simon Santoso maupun Hayom Rumbaka masih bisa dipertahankan," katanya.
Pahlawan Piala Thomas 1984, Hastomo Arbi (saat itu mengalahkan Han Jian dari China) mengatakan, jalan yang terbaik adalah melakukan evaluasi terhadap pemain kemudian dilanjutkan pada pelatihnya.
"Saya kira PBSI harus melakukan evaluasi terhadap pemain dan kepelatihannya supaya ke depan lebih baik lagi," kata Hastomo, yang saat ini merupakan asisten manajer PB Djarum Kudus itu. (ant/kny)
"Sekarang tidak perlu mencari kambing hitam atau mencari kesalahan dari kegagalan ini, tetapi yang lebih penting lagi adalah memikirkan dua atau empat tahun ke depan supaya hasilnya lebih baik," kata Sigit.
Ia mengakui, memang kegagalan Taufik Hidayat dan kawan-kawan di Wuhan, China, merupakan hasil terburuk yang dicapai tim putra Indonesia pada perebutan piala lambang supremasi bulu tangkis beregu putra dunia.
Menurutnya, selama ini tim putra Indonesia minimal melangkah ke babak semi final, final, bahkan menjadi juara. "Tetapi saya kira tidak perlu diperpanjang lagi dan kita harus memikirkan ke depannya," lanjutnya.
Sigit sudah empat kali membela Indonesia pada perebutan Piala Thomas yaitu 1998, 2000, 2002, dan 2006 bersama pasangannya, Chandra Widjaya. Dari empat kali itu, tiga di antaranya menjadi juara (merebut Piala Thomas) dan hanya sekali gagal pada 2006 di Jepang.
Tim Piala Thomas Indonesia gagal melangkah ke babak semifinal setelah dikalahkan Jepang 2-3 pada babak perempat final.
"Kita harus akui memang kalah dengan Jepang tetapi tidak boleh terpuruk dan harus bangkit kembali," ujar Sigit. Menurutnya, memang negara-negara lain mempersiapkan diri lebih lama, yakni antara dua hingga tiga tahun. "Saya kira, kita perlu mempersiapkan diri lebih baik lagi."
Ketika ditanya apakah materi pemain saat ini masih layak dipertahankan untuk dua tahun mendatang, Sigit yang kini menjadi pelatih ganda putra taruna PB Djarum Kudus mengatakan, sekitar 80 persen saja.
"Saya kira untuk Taufik dan Alvent Yulianto belum tentu karena faktor usia, sedangkan Simon Santoso maupun Hayom Rumbaka masih bisa dipertahankan," katanya.
Pahlawan Piala Thomas 1984, Hastomo Arbi (saat itu mengalahkan Han Jian dari China) mengatakan, jalan yang terbaik adalah melakukan evaluasi terhadap pemain kemudian dilanjutkan pada pelatihnya.
"Saya kira PBSI harus melakukan evaluasi terhadap pemain dan kepelatihannya supaya ke depan lebih baik lagi," kata Hastomo, yang saat ini merupakan asisten manajer PB Djarum Kudus itu. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
China dan Korea Selatan Kembali Bertemu di Final Piala Uber
Bulu Tangkis 24 Mei 2012, 21:08
-
Taufik Hidayat Akui Tim Piala Thomas Tidak Kompak
Bulu Tangkis 24 Mei 2012, 18:45
-
Sigit: PBSI Harus Lebih Matang Siapkan Pemain
Bulu Tangkis 24 Mei 2012, 17:45
-
Tim Thomas dan Uber Indonesia Langsung Bertolak ke Tanah Air
Bulu Tangkis 24 Mei 2012, 17:40
-
Lin Anggap Piala Thomas Uji Coba, Tago Idolakan Taufik
Bulu Tangkis 24 Mei 2012, 16:55
LATEST UPDATE
-
Hasil Drawing Perempat Final Carabao Cup: Ini Lawan Liverpool dan Manchester City
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 06:11
-
Man of the Match Venezia vs Inter: Marcus Thuram
Liga Italia 29 Oktober 2026, 05:52
-
Hasil Liverpool vs Chelsea: The Reds Singkirkan The Blues Lewat Adu Penalti
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 05:26
-
Hasil Venezia vs Inter: Dua Gol Bunuh Diri Bawa Nerazzurri ke Puncak Serie A
Liga Italia 29 Oktober 2026, 04:03
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR