
Bola.net - Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia langsung bertolak ke Tanah Air pada Kamis (24/5), setelah secara menyakitkan tersingkir di babak perempat final usai mengalami kekalahan dari Jepang di Wuhan Sport Complex Gymnasium, Wuhan, China, Rabu (23/5).
Namun karena tidak menyangka bahwa kontingen Indonesia akan tersingkir lebih cepat, tidak semua anggota kontingen yang terdiri atas sekitar 40 orang itu mendapat tiket sehingga kepulangan terpaksa dibagi dalam dua kelompok.
Tahap pertama akan berangkat Kamis malam melalui Guangzhou dengan penerbangan Southern Airlines, menyusul gelombang berikutnya Jumat malam, juga dengan penerbangan yang sama.
Seluruh kontingen Indonesia yang menginap di Hotel New World di pusat Kota Wuhan, tampak memenuhi lobi hotel Kamis sore untuk bersiap-siap kembali ke Tanah Air, dipimpin manajer tim, Feriansyah.
"Penerbangan dari Guangzhou ke Jakarta sebagian sudah penuh dan semua kebagian tiket. Kalau dari Wuhan ke Guangzhou tidak ada masalah," kata Alvent Yulianto, salah seorang pemain yang ditemui beberapa saat sebelum berangkat ke bandara Wuhan.
Tim Thomas Indonesia yang sebelumnya menargetkan minimal mencapai babak final seperti dua tahun lalu di Kuala Lumpur, secara tragis tersingkir setelah dikalahkan 2-3 oleh Jepang, negara yang selama kejuaraan tersebut digelar sejak 1948, belum pernah meraih gelar juara.
Bagi Jepang, kemenangan tersebut adalah balasan dari kekalahan 1-3 di semi final Piala Uber 2010.
Hanya berselang beberapa jam kemudian, Tim Piala Uber pun menyusul dan juga dikalahkan 2-3 oleh negara yang sama.
Pada putaran final 2010 lalu, Piala Thomas Indonesia berhasil mencapai final namun ditaklukkan China 0-3, sementara Tim Uber terhenti di semi final setelah menyerah dari China, juga dengan skor 0-3. (ant/kny)
Namun karena tidak menyangka bahwa kontingen Indonesia akan tersingkir lebih cepat, tidak semua anggota kontingen yang terdiri atas sekitar 40 orang itu mendapat tiket sehingga kepulangan terpaksa dibagi dalam dua kelompok.
Tahap pertama akan berangkat Kamis malam melalui Guangzhou dengan penerbangan Southern Airlines, menyusul gelombang berikutnya Jumat malam, juga dengan penerbangan yang sama.
Seluruh kontingen Indonesia yang menginap di Hotel New World di pusat Kota Wuhan, tampak memenuhi lobi hotel Kamis sore untuk bersiap-siap kembali ke Tanah Air, dipimpin manajer tim, Feriansyah.
"Penerbangan dari Guangzhou ke Jakarta sebagian sudah penuh dan semua kebagian tiket. Kalau dari Wuhan ke Guangzhou tidak ada masalah," kata Alvent Yulianto, salah seorang pemain yang ditemui beberapa saat sebelum berangkat ke bandara Wuhan.
Tim Thomas Indonesia yang sebelumnya menargetkan minimal mencapai babak final seperti dua tahun lalu di Kuala Lumpur, secara tragis tersingkir setelah dikalahkan 2-3 oleh Jepang, negara yang selama kejuaraan tersebut digelar sejak 1948, belum pernah meraih gelar juara.
Bagi Jepang, kemenangan tersebut adalah balasan dari kekalahan 1-3 di semi final Piala Uber 2010.
Hanya berselang beberapa jam kemudian, Tim Piala Uber pun menyusul dan juga dikalahkan 2-3 oleh negara yang sama.
Pada putaran final 2010 lalu, Piala Thomas Indonesia berhasil mencapai final namun ditaklukkan China 0-3, sementara Tim Uber terhenti di semi final setelah menyerah dari China, juga dengan skor 0-3. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
China dan Korea Selatan Kembali Bertemu di Final Piala Uber
Bulu Tangkis 24 Mei 2012, 21:08
-
Taufik Hidayat Akui Tim Piala Thomas Tidak Kompak
Bulu Tangkis 24 Mei 2012, 18:45
-
Sigit: PBSI Harus Lebih Matang Siapkan Pemain
Bulu Tangkis 24 Mei 2012, 17:45
-
Tim Thomas dan Uber Indonesia Langsung Bertolak ke Tanah Air
Bulu Tangkis 24 Mei 2012, 17:40
-
Lin Anggap Piala Thomas Uji Coba, Tago Idolakan Taufik
Bulu Tangkis 24 Mei 2012, 16:55
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Maroko 10 Juli 2026
Piala Dunia 7 Juli 2026, 18:10
-
Belgia Sindir Donald Trump dan FIFA Usai Singkirkan Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 18:06
-
Amerika Serikat Kesulitan Mengimbangi Permainan Belgia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:40
-
Azzedine Ounahi, Bocah Casablanca yang Kini Jadi Harapan Maroko
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:29
-
Bagaimana Didier Deschamps Mengubah Wajah Prancis
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:23
-
Portugal Kini Menatap Masa Depan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 16:23
-
Kekuatan Belgia Memang di Atas Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 15:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR