
Bola.net - Anggota tim Piala Thomas Indonesia, Taufik Hidayat secara terus terang mengaku sangat prihatin dengan kondisi tim yang tidak kompak, sehingga Tim Merah Putih untuk pertama kalinya secara menyakitkan tersingkir di babak perempat final setelah disingkirkan Jepang 2-3 di Wuhan Sport Center Gymnasium Wuhan, China, Rabu (23/5).
Taufik yang ditemui di lobi Hotel New World beberapa saat sebelum kembali bertolak ke Jakarta, Kamis (24/4), juga mempertanyakan komitmen para pemain yang ada di dalam tim.
"Kalau boleh berkata jujur, saya ingin mengatakan Tim Piala Thomas memang tidak kompak dan kenyataannya memang begitu. Saya juga sangat prihatin dan ingin mempertanyakan komitmen teman-teman untuk berjuang membela tim nasional," kata Taufik, juara Olimpiade 2008 dan merupakan salah satu pemain paling senior dalam tim.
Taufik kemudian memberikan contoh pasangan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan yang meninggalkan pelatnas dan bermain di sebuah pertandingan eksibisi di Manokwari, yang digambarkannya sebagai ajang 'tarkam' (antarkampung).
"Kita semua berkumpul untuk latihan bersama di Pelatnas, tapi Kido dan Hendra malah pergi ke Papua. Di sana mereka latihan dengan siapa? Sebagai pemain kelas dunia yang sedang mempersiapkan diri di Pelatnas, mereka harus menjaga kebersamaan," katanya.
Juara dunia 2005 itu juga mengaku bahwa ia merasa serba salah dengan kondisi yang ada dalam dunia bulu tangkis nasional, terutama di bagian putra.
Ia sebenarnya sudah lelah dan ingin segera pensiun sebagai anggota tim nasional dan ingin memberikan peluang kepada pemain yang lebih muda demi untuk tercapainya regenerasi.
Namun kenyataan yang terjadi, para pemain muda belum ada yang mampu berprestasi dan masih kalah dibanding pemain senior. Sebagai akibatnya, dengan berat hati ia harus kembali turun ke lapangan.
"Saya merasa dalam posisi serba salah. Kalau saya menolak ikut nanti saya dianggap sombong dan tidak nasionalis, tapi sebaliknya pemain muda belum ada yang muncul untuk menggantikan posisi pemain senior, akhirnya saya lagi yang dipanggil," lanjtu Taufik.
Seperti halnya pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan, Taufik juga sudah tidak menjadi anggota Pelatnas di Cipayung karena memilih jalan sendiri sebagai pemain profesional.
"Tapi anehnya, saya tidak mendapat bantuan dari Kantor Menpora dengan alasan saya bukan anggota Pelatnas. Seharusnya saya 'kan juga mendapat hak yang sama. Mungkin sebenarnya ada bantuan untuk saya, tapi ada orang yang mengginikan," kata Taufik sambil menirukan gerakan menggunting.
Taufik juga mengritik pengurus yang juga dianggapnya tidak kompak dan suka menerapkan aturan yang aneh-aneh, "Contohnya pengurus melarang saya membawa teman saya Alamsyah sebagai lawan tanding di Pelatnas sementara, tapi di lain pihak pengurus justru mendatangkan lawan tanding asal Hongkong."
Melihat kondisi yang ada dalam kepengurusan PBSI, Taufik menegaskan bahwa ia tidak akan bersedia lagi dipanggil untuk tampil di Piala Thomas.
"Saya tidak mau main lagi di Piala Thomas mendatang, meski ranking saya masih tetap lebih tinggi dibanding pemain lain," katanya.
Sementara itu, Markis Kido yang ditanya tanggapannya soal kritik Taufik terhadap dirinya menegaskan bahwa ia tidak merasa telah merusak kebersamaan dalam Pelatnas karena ia juga punya agenda sendiri.
"Saya 'kan bukan pemain Pelatnas, jadi boleh saja saya pergi ke Papua karena acara itu sudah diagendakan sebelumnya. Lagipula saya hanya lima hari di sana dan tidak berpengaruh terhadap program latihan," tuturnya. (ant/kny)
Taufik yang ditemui di lobi Hotel New World beberapa saat sebelum kembali bertolak ke Jakarta, Kamis (24/4), juga mempertanyakan komitmen para pemain yang ada di dalam tim.
"Kalau boleh berkata jujur, saya ingin mengatakan Tim Piala Thomas memang tidak kompak dan kenyataannya memang begitu. Saya juga sangat prihatin dan ingin mempertanyakan komitmen teman-teman untuk berjuang membela tim nasional," kata Taufik, juara Olimpiade 2008 dan merupakan salah satu pemain paling senior dalam tim.
Taufik kemudian memberikan contoh pasangan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan yang meninggalkan pelatnas dan bermain di sebuah pertandingan eksibisi di Manokwari, yang digambarkannya sebagai ajang 'tarkam' (antarkampung).
"Kita semua berkumpul untuk latihan bersama di Pelatnas, tapi Kido dan Hendra malah pergi ke Papua. Di sana mereka latihan dengan siapa? Sebagai pemain kelas dunia yang sedang mempersiapkan diri di Pelatnas, mereka harus menjaga kebersamaan," katanya.
Juara dunia 2005 itu juga mengaku bahwa ia merasa serba salah dengan kondisi yang ada dalam dunia bulu tangkis nasional, terutama di bagian putra.
Ia sebenarnya sudah lelah dan ingin segera pensiun sebagai anggota tim nasional dan ingin memberikan peluang kepada pemain yang lebih muda demi untuk tercapainya regenerasi.
Namun kenyataan yang terjadi, para pemain muda belum ada yang mampu berprestasi dan masih kalah dibanding pemain senior. Sebagai akibatnya, dengan berat hati ia harus kembali turun ke lapangan.
"Saya merasa dalam posisi serba salah. Kalau saya menolak ikut nanti saya dianggap sombong dan tidak nasionalis, tapi sebaliknya pemain muda belum ada yang muncul untuk menggantikan posisi pemain senior, akhirnya saya lagi yang dipanggil," lanjtu Taufik.
Seperti halnya pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan, Taufik juga sudah tidak menjadi anggota Pelatnas di Cipayung karena memilih jalan sendiri sebagai pemain profesional.
"Tapi anehnya, saya tidak mendapat bantuan dari Kantor Menpora dengan alasan saya bukan anggota Pelatnas. Seharusnya saya 'kan juga mendapat hak yang sama. Mungkin sebenarnya ada bantuan untuk saya, tapi ada orang yang mengginikan," kata Taufik sambil menirukan gerakan menggunting.
Taufik juga mengritik pengurus yang juga dianggapnya tidak kompak dan suka menerapkan aturan yang aneh-aneh, "Contohnya pengurus melarang saya membawa teman saya Alamsyah sebagai lawan tanding di Pelatnas sementara, tapi di lain pihak pengurus justru mendatangkan lawan tanding asal Hongkong."
Melihat kondisi yang ada dalam kepengurusan PBSI, Taufik menegaskan bahwa ia tidak akan bersedia lagi dipanggil untuk tampil di Piala Thomas.
"Saya tidak mau main lagi di Piala Thomas mendatang, meski ranking saya masih tetap lebih tinggi dibanding pemain lain," katanya.
Sementara itu, Markis Kido yang ditanya tanggapannya soal kritik Taufik terhadap dirinya menegaskan bahwa ia tidak merasa telah merusak kebersamaan dalam Pelatnas karena ia juga punya agenda sendiri.
"Saya 'kan bukan pemain Pelatnas, jadi boleh saja saya pergi ke Papua karena acara itu sudah diagendakan sebelumnya. Lagipula saya hanya lima hari di sana dan tidak berpengaruh terhadap program latihan," tuturnya. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
China dan Korea Selatan Kembali Bertemu di Final Piala Uber
Bulu Tangkis 24 Mei 2012, 21:08
-
Taufik Hidayat Akui Tim Piala Thomas Tidak Kompak
Bulu Tangkis 24 Mei 2012, 18:45
-
Sigit: PBSI Harus Lebih Matang Siapkan Pemain
Bulu Tangkis 24 Mei 2012, 17:45
-
Tim Thomas dan Uber Indonesia Langsung Bertolak ke Tanah Air
Bulu Tangkis 24 Mei 2012, 17:40
-
Lin Anggap Piala Thomas Uji Coba, Tago Idolakan Taufik
Bulu Tangkis 24 Mei 2012, 16:55
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR