
Bola.net - Hasil imbang 2-2 melawan Hamburg membuat Bayern Munchen kembali kehilangan poin di Bundesliga. Namun, perhatian utama selepas laga justru tertuju pada kepemimpinan wasit.
Harry Kane dan sejumlah figur Bayern secara terbuka menyuarakan ketidakpuasan mereka. Mereka menilai ada sejumlah keputusan penting yang merugikan tim sepanjang pertandingan.
Kekecewaan tersebut muncul setelah Bayern gagal mempertahankan keunggulan dan harus puas berbagi angka untuk kedua kalinya secara beruntun musim ini.
Keputusan Penalti dan Frustrasi Kane
Ketegangan bermula di babak pertama ketika Hamburg mendapat hadiah penalti. Nicolai Remberg lebih cepat dari Joshua Kimmich dalam situasi bola pantul sebelum dijatuhkan di kotak terlarang.
Harry Kane terlihat memprotes keras keputusan tersebut, namun keluhannya tidak digubris. Penalti sukses dieksekusi dengan tenang ke sudut bawah gawang Manuel Neuer.
Bayern kemudian membalas melalui Kane dan Luis Diaz di dua babak berbeda. Kane menyamakan skor dari jarak dekat, sementara Diaz memanfaatkan umpan Michael Olise untuk membawa Bayern unggul.
Gol Balasan Hamburg dan Ketegangan di Lapangan
Keunggulan Bayern tidak bertahan lama setelah Luka Vuskovic menanduk bola hasil umpan silang William Mikelbrencis. Bek Kroasia itu juga terlibat duel intens yang membuat Kane semakin frustrasi.
Sepanjang laga, pemain Bayern beberapa kali mengerubungi wasit. Mereka merasa layak mendapatkan penalti tambahan, meski semua banding tersebut ditolak.
Kemarahan Bayern memuncak setelah peluit akhir berbunyi. Kane dan rekan-rekannya menilai kepemimpinan wasit memengaruhi jalannya pertandingan.
Kritik Terbuka dari Pemain dan Manajemen Bayern
Di ruang ganti, Kane dikabarkan melontarkan kritik keras terhadap wasit. Ia terdengar mengatakan keputusan tersebut “tidak layak untuk level ini” dan bahkan menyebutnya sebagai yang terburuk yang pernah ia temui dalam sepak bola.
Manuel Neuer juga menyinggung situasi tersebut. “Jika wasit menjadi topik pembicaraan setelah pertandingan, itu bukan pertanda baik. Idealnya, wasit bahkan tidak disebut. Tapi ketika Anda terus ditanya soal itu, hal tersebut berbicara dengan sendirinya.”
Direktur olahraga Bayern, Max Eberl, menilai sang wasit kewalahan. “Wasit yang menurut saya agak kewalahan, yang tidak menilai banyak situasi dengan baik. Itu pendapat saya, bukan sebuah alasan.”
Pandangan Kompany dan Situasi Bayern
Pelatih Vincent Kompany menyoroti minimnya waktu tambahan. “Total ada 16 menit permainan terhenti; kami sebenarnya bisa bermain 20 atau 25 menit lagi. Saya pikir laga ini sangat dipengaruhi situasi tersebut," kata Kompany.
Meski demikian, Kompany menegaskan rasa hormatnya kepada Hamburg. “Saya punya rasa hormat penuh pada mereka. Perasaan saya hanya satu, bahwa situasi yang jelas justru dibuat rumit.”
Hasil imbang ini tidak banyak mengubah situasi, Bayern masih memimpin Bundesliga dengan unggul sembilan poin.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kapan Bursa Transfer Januari 2026 Ditutup? Simak Jadwal Lengkapnya
Liga Inggris 1 Februari 2026, 11:51
-
Bayern Munchen Merasa 'Dipermainkan' Wasit, Harry Kane Murka!
Bundesliga 1 Februari 2026, 08:59
-
Bayern Munchen Buka Pembicaraan Kontrak Baru untuk Harry Kane
Liga Eropa Lain 27 Januari 2026, 11:47
-
Aaron Anselmino Menangis Ketika Dipanggil Pulang Chelsea
Bundesliga 27 Januari 2026, 09:17
LATEST UPDATE
-
Prediksi Brasil vs Kroasia 1 April 2026
Piala Dunia 31 Maret 2026, 01:03
-
Prediksi Argentina vs Zambia 1 April 2026
Piala Dunia 31 Maret 2026, 01:02
-
Prediksi Amerika Serikat vs Portugal 1 April 2026
Piala Dunia 31 Maret 2026, 01:01
-
Timnas Indonesia Kalah Tipis, Jay Idzes Tetap Bangga dengan Perjuangan Tim
Tim Nasional 30 Maret 2026, 22:57
-
Timnas Indonesia Terhubung dengan Baik Selama 90 Menit
Tim Nasional 30 Maret 2026, 22:51
-
Timnas Indonesia Dominan, tapi Tumbang
Tim Nasional 30 Maret 2026, 22:45
LATEST EDITORIAL
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45
-
5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool
Editorial 27 Maret 2026, 15:50
-
5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi dari Krisis di Bawah Mistar
Editorial 26 Maret 2026, 14:56





















KOMENTAR