
Bola.net - - Kecintaan Jupp Heynckes pada Bayern Munchen telah berkali-kali teruji. Layaknya sosok seorang ayah, Heynckes tidak pernah tega meninggalkan Die Rotten, terutama pada masa-masa sulit.
Tiga kali memutuskan pensiun, tiga kali pula Heynckes setuju untuk memegang kendali Bayern dari balik layar ketika tim membutuhkan bantuan.
Cinta Lama Pada Bayern Yang Selalu Bersemi Kembali
Lima tahun lalu, Heynckes pada pengunduran dirinya mengatakan bahwa ia tidak ada niatan kembali melatih Bayern. Deretan pencapaian dan prestasi bersama Bayern yang sudah disusun rapi, tadinya akan jadi bekal Heynckes menikmati ketenangan masa-masa pensiun. Namun nampaknya cinta lama Heynckes bersemi kembali di awal musim tahun lalu, sinyal yang menyatakan ia tidak akan datang lagi ia tarik untuk kembali. Padahal setelah hengkangnya Carlo Ancelotti, Bayern sedang dalam kondisi tidak stabil, banyak drama tersisa, performa buruk tim dan pencapaian yang tidak memuaskan.
Tapi apa sebenarnya yang membuat Heynckes rela bersih-bersih, padahal ia bisa saja menolak? Well, kala itu Uli Hoeness, sahabat sekaligus presiden klub Bayern, dan tentunya orang yang berperan banyak bagi hidupnyalah yang meminta Heynckes kembali. Rayuan Hoeness sendiri tidak hanya datang sekali pada Heynckes. Masih segar diingatan Heynckes saat bekerja dengan petinggi Bayern itu pada 21 tahun silam, ketika Hoeness masih menjadi Business Manager.
Meski telah menyumbangkan dua gelar Bundesliga selama 4 tahun bersama Bayern, hubungan keduanya yang kurang baik membuat Heynckes didepak dari tim. Keputusan ini kemudian disesali oleh Hoeness sendiri. Tapi Heynckes sama sekali tidak berkecil hati, tidak ada sedikitpun dendam kepada Bayern ataupun Hoeness. Menerima keputusan dengan lapang dada jadi bukti cinta pria 72 tahun ini pada Bayern. Hal itu pula yang membuatnya mau saat kembali dipinang oleh Hoeness di pengujung musim 2008-09. Heynckes juga tak menolak panggilan berikutnya, di musim 2011/12 dan 2017/18.
Ditantang Mengulang Kejayaan Bayern Pada Musim 2012/13
Musim 2012/13 adalah tahun istimewa buat Bayern. Kerja keras Jupp Heynckes berbuah manis. Prestasi gemilang dan dominan di persepakbolaan Jerman membuat tim berhasil meraih treble winners. Kemenangan berturut-turut ini rasanya sah jika membuat Heynckes berbesar kepala. Sebab hanya berselang tiga hari setelah ia berhasil menjemput gelar kampiun di Bundesliga, Heynckes juga membawa tim untuk angkat piala Liga Champions. Raihan trofi DFB Pokal pun nampaknya melengkapi kesuksesan yang diraih Philipp Lahm dan kawan-kawan saat itu.
Kerja keras semacam itulah yang ingin kembali diulang Heynckes di tahun ketiganya melatih Bayern. Hasilnya, Bayern kembali merebut gelar teratas Bundesliga untuk keenam kalinya secara berturut-turut. Di Liga Champions, Bayern berhasil maju hingga ke babak semi final sebelum dikalahkan sang juara, Real Madrid.
Dulu Kaku, Sekarang Hangat Bersahabat
Dari awal, Heynckes terkenal sebagai sosok yang berwatak keras. Kedisiplinan jadi kata kuncinya saat mendidik anak-anaknya. Tidak sedikit pemain yang kena damprat Heynckes. Bukan hanya keras pada Bayern saja, di semua tim yang ia latih, Heynckes tidak segan-segan menghukum pemainnya jika mereka melakukan kesalahan. Sebut saja Maurizio Gaudino dan Tony Yeboah dari Eintracht Frankfurt yang pernah didepak dari tim oleh Heynckes.
Metode konvensionalnya juga diakui membawa pengaruh positif bagi Madrid yang akhirnya menyandang gelar Liga Champions musim 1997/98. Sekarang, Heynckes makin disegani pemain. Bukan karena ia semakin galak, tapi karena faktor usia dan kesehatan yang menjadikan Heynckes tidak sekaku dulu. Jiwa kebapakan dan kehangatan sikapnya semakin terasa. Terbukti bahwa beberapa pemain seperti Franck Ribery yang mengakui sosok Heynckes sudah seperti sosok ayahnya sendiri. Angkat topi untuk Mr. Heynckes!.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Makna Mulia 'Mia San Mia' Milik Bayern Munchen
Bundesliga 10 Mei 2019, 14:43
-
Jupp Heynckes: Sosok Ayah Bagi Skuat Bayern Munchen
Bundesliga 10 Mei 2019, 14:35
-
Arjen Robben Ingin Happy Ending di Bayern Munchen
Bundesliga 10 Mei 2019, 13:45
-
Borussia Dortmund Bantah Achraf Hakimi Akan Kembali ke Real Madrid
Bundesliga 10 Mei 2019, 09:48
-
RB Leipzig jadi Jalan Bayern Raih Dua Gelar Juara
Bundesliga 9 Mei 2019, 14:59
LATEST UPDATE
-
Kabar Baik dari Persija Jakarta: Shin Tae-yong Ungkap Kondisi Radovan Pankov
Bola Indonesia 19 Agustus 2026, 23:25
-
Tijjani Reijnders Resmi Gabung Al-Qadsiah dengan Mahar Rp1,1 Triliun
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 22:50
-
Timnas Voli Putra Indonesia Menang 3-0 atas Kamboja, Modal Positif Jelang Asian Games 2026
Voli 19 Agustus 2026, 22:34
-
Final Piala AFF 2026: Vietnam Tantang Thailand, Leg Pertama Digelar di Bangkok
Tim Nasional 19 Agustus 2026, 22:17
-
Wayne Rooney Kirim Pesan untuk Marcus Rashford: Ini yang Harus Diubah
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 21:01
-
Manchester United Terancam Gagal Dapatkan Pengganti Luke Shaw
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 20:06
-
Barcelona Sempat Hubungi Inter Milan soal Lautaro Martinez
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:36
-
6 Transfer Besar yang Bisa Meledak Sepekan Jelang Premier League 2026/2027 Dimulai
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 19:21
-
Barcelona Siap Dengarkan Tawaran untuk Raphinha, Al-Hilal Mengintai
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:06
-
Arsenal Selangkah Lagi Dapatkan Ezri Konsa dari Aston Villa
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:36
-
Aston Villa Boyong Zion Suzuki dan Matteo Ruggeri: Transfer Ganda Pasukan Unai Emery
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:33
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR