
Bola.net - Thomas Muller beberkan serangkaian momen menarik di laga bertajuk Der Klassiker pada akhir pekan kemarin. Pemain yang dikenal akan sifat jenakanya tersebut menceritakan pertarungan sengit antara dua tim raksasa Jerman di masa lalu.
Pada laga lanjutan pekan ke-26 Bundesliga musim 2022/2023, Bayern berhasil mengamankan kembali puncak klasemen setelah menumbangkan Dortmund dengan skor menjanjikan 4-2.
Die Roten membuka keunggulan lewat blunder yang dilakukan kiper Dortmund, Gregor Kobel, pada menit 13, disusul dua gol dari Thomas Muller pada menit 18 dan 23, dan Kingsley Coman pada menit 50. Die Borussen berusaha membalas lewat penalti Emre Can pada menit 72 dan sontekan Donyell Malen pada menit akhir jelang laga usai.
Gelandang serang veteran Bayern, Thomas Muller, dianugerahi sebagai pemain terbaik di laga tersebut dengan torehan dua golnya. Seusai laga melawan Dortmund, pemain berusia 33 tahun tersebut menceritakan jatuh bangunnya perjalanan Muller dkk menghadapi rivalnya dalam memperebutkan posisi teratas Bundesliga. Penasaran dengan ceritanya? Simak penjelasan berikut.
Kekalahan Paling Menyakitkan
Melalui situs resmi Bundesliga, Muller berbicara mengenai momen-momen bersejarah Der Klassiker.
Ketika ditanya mengenai kekalahan terpahit yang pernah diterima Die Bavarian atas rivalnya tersebut, pemain yang pernah menjuarai Piala Dunia bersama Timnas Jerman tersebut langsung teringat pada momen Final DFB Pokal musim 2011/2012. Kala itu, Muller Cs harus bertekuk lutut atas Dortmund dengan skor telak 5-2.
"Saya pikir Uli Hoeness (Presiden Bayern) mengatakan sebelumnya bahwa kekalahan besar di final tersebut bukan hanya sebuah kemenangan bagi Dortmund, tetapi mereka sukses mempermalukan kami. Kami kemudian mendapatkan Robert Lewandowski dan Mario Götze dari mereka, serta rekan baik saya, Mats Hummels, jadi saya pikir kami mulai menyerang mereka tidak hanya di lapangan, tetapi juga di luar lapangan. Pada tahun-tahun berikutnya, kami tampil lebih baik dari mereka."
Pemain Bayern tersebut mengakui bahwa diboyongnya pemain kunci Dortmund ke Allianz Arena cukup mempengaruhi performa Dortmund hingga saat ini. Di sisi lain, Die Bayern sangat diuntungkan dan mampu mendominasi liga hingga kini.
Momen Terbaik Der Klassiker Menurut Thomas Muller
Sebagai salah satu pemain paling senior di skuat Bayern Munchen, Thomas Muller sudah melakoni banyak sekali partai Der Klassiker sepanjang karirnya. Namun sang penyerang menyebut ada satu partai Der Klassiker yang paling istimewa.
Muller menyebut bahwa Final Liga Champions musim 2012/2013 menjadi pertemuan terbaik antara dua raksasa Jerman tersebut.
“Salah satu pertandingan terpenting dalam karier saya adalah Final Liga Champions 2013 di Wembley. Itu adalah pertandingan terbesar melawan mereka dan juga sangat ketat. Dalam 15 menit pertama, mereka adalah tim yang lebih baik, tetapi setelah itu, kami mengambil alih dan pada akhirnya pertandingan berjalan sangat ketat," imbuhnya,
Sumber: Bundesliga, Sofascore, Transfermarkt
Penulis: Vieri Firdausy Akhlaq (penulis adalah peserta Magang Merdeka 2023)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Joao Cancelo, Pemain Serbabisa yang Justru Sulit Dapat Tempat Utama
Bundesliga 4 April 2023, 04:00
-
Dicap Melempem, Tuchel: Saya Tak Ragukan Kualitas Sadio Mane!
Bundesliga 4 April 2023, 02:34
-
Kai Havertz Dikaitkan dengan Bayern, Oliver Kahn: Nggak Masuk Akal
Bundesliga 3 April 2023, 17:00
LATEST UPDATE
-
Sudah Waktunya Pensiun dari Timnas Portugal, Wahai Cristiano Ronaldo?
Piala Dunia 7 Juli 2026, 07:30
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Belgia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 04:14
-
Man of the Match Portugal vs Spanyol: Rodri
Piala Dunia 7 Juli 2026, 04:13
-
Meksiko Kalah, tapi Masa Depannya Menjanjikan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 01:58
-
Alasan Sandro Tonali Pakai Nomor 16 di Tottenham
Liga Inggris 7 Juli 2026, 01:04
-
Tempat Menonton Siaran Langsung Piala Dunia 2026: Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 6 Juli 2026, 23:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR