
Bola.net - Barcelona babak belur dihajar PSG di Camp Nou, Rabu (17/2/2021) dini hari WIB. Kali ini giliran Kylian Mbappe yang bersinar, Lionel Messi tenggelam di balik kekalahan.
Barca berkesempatan menjamu PSG terlebih dahulu dalam duel leg pertama 16 besar Liga Champions. Nahas Barca justru kalah telak dengan skor 1-4, artinya leg kedua nanti bakal sangat sulit.
Full time pic.twitter.com/QsJOu9Ova1
— FC Barcelona (@FCBarcelona) February 16, 2021
Laga ini dapat dibagi dalam dua babak. Di babak pertama Barca bermain cukup baik, bahkan unggul terlebih dahulu lewat penalti Messi. Namun, segalanya berubah jadi bencana di babak kedua.
Adalah Mbappe, pemain yang seorang diri membuat pertahanan Barca kocar-kacir. Mbappe mencetak gol di babak pertama untuk menyamakan kedudukan jadi 1-1, lalu menambah dua gol lagi di babak kedua untuk menyempurnakan hattrick-nya.
Setidaknya ada 5 pelajaran yang bisa dipetik dari kekalahan besar Barca kali ini. Apa saja? Scroll ke bawah yuk, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Kualitas pertahanan Barca
HALFTIME
— FC Barcelona (@FCBarcelona) February 16, 2021
1️⃣ Barça (#Messi, 27' pen)
1️⃣ PSG (Mbappé, 32')#BarçaPSG | @ChampionsLeague pic.twitter.com/1qZXaTPhYh
Pertahanan Barca sekali lagi porak-poranda, sayangnya kali ini terjadi di salah satu laga terpenting mereka musimini. Ronald Koeman pun tidak punya banyak opsi.
Barisan bek Barca sudah jadi titik lemah sejak awal musim. Kali ini Koeman mengambil risiko dengan memainkan Gerard Pique yang sudah tiga bulan menepi cedera, dan hasilnya buruk, Pique tidak bisa menyesuaikan ritme.
Bukan hanya Pique, Sergino Dest pun main di bawah standar. Bek kanan muda ini tidak berdaya menghadapi kecepatan Kylian Mbappe.
Clement Lenglet dan Jordi Alba juga bermain buruk, tidak berada di level yang dibutuhkan.
Kembalinya Pique tidak berpengaruh
Masih soal Pique, entah apa alasan Koeman mengambil risiko sebesar ini pada laga krusial. Pique terakhir bermain pada 21 November 2020 lalu, sudah sangat lama dia tidak merasakan ritmer pertandingan intens di lapangan.
Kali ini lawannya PSG, dan jelas Pique tidak cukup fit untuk bermain. Fisiknya mungkin sudah fit, tapi belum sampai match-fit alias siap bermain penuh dalam pertandingan intens.
Pique gagal menyamai kecepatan Mbappe, dia pun membuat kesalahan clearance yang berujung pada gol kedua PSG. Masalah pertahanan Barca tidak lantas sembuh dengan kembalinya Pique.
Messi gagal di momen terpenting
Mbappe both times he’s faced Messi: ⚽️⚽️ pic.twitter.com/CqEJgcGyvi
— B/R Football (@brfootball) February 16, 2021
Messi benar mencetak gol pembuka pada pertandingan tadi, tapi selebihnya dia tidak benar-benar mengancam PSG. Messi tampak terisolasi, bola jarang tiba ke kakinya, dan dia jelas tidak bisa menunjukkan sentuhan magis seperti biasanya.
Yang lebih buruk, Messi-lah yang kehilangan bola pada awal proses gol keempat PSG. Bola direbut dari kakinya dan dia tidak berusaha mengejar merebutnya kembali, lalu PSG menyerang balik cepat dan mencetak gol.
Padahal Messi memasuki laga ini usai mencetak dua gol kala Barca menghantam Alaves 5-1 pekan lalu. Namun, ada perbedaan besar antara mencetak dua gol lawan tim selevel Alaves dengan menghadapi tim top seperti PSG.
Mbappe yang luar biasa
❤️ 𝗞𝗬𝗟𝗜𝗔𝗡 💙
— Paris Saint-Germain (@PSG_English) February 16, 2021
Incredible! 🤩 pic.twitter.com/hP4tbTuBdd
Pertandingan tadi sekaligus jadi ajang pertunjukan Kylian Mbappe. Dia memikul beban tim di tengah absennya Neymar dan Angel di Maria, dan Mbappe tampil luar biasa.
Dia bukan hanya membuat barisan bek Barca kelimpungan, melainkan juga melengkapinya dengan torehan hattrick dan rekor spesial. Mbappe membuktikan diri sebagai calon penerus Messi-Ronaldo yang sah.
Dengan gol keduanya, dia mencetak rekor pemain termuda yang bisa mencetak brace ke gawang Barca di Liga Champions di Camp Nou. Lalu dengan hattricknya, dia jadi pemain ketiga yang bisa menjebol gawang Barca tiga kali di Liga Champions.
Yang luar biasa, Mbappe melakukan semuanya tanpa bantuan Neymar dan Di Maria. Dia masih 22 tahun dan sudah jadi pemain yang sangat penting.
Catatan buruk Barcelona
2 - Barcelona have lost consecutive home games (0-3 vs Juventus 🇮🇹 and 1-4 vs PSG 🇫🇷) in a single European competition season for the first time ever. Unfocused. pic.twitter.com/sNMmSfTTEi
— OptaJose (@OptaJose) February 16, 2021
Kekalahan dari PSG kali ini pun memperpanjang catatan buruk Barca di Camp Nou. Mereka tampil kurang maksimal di kandang sendiri di pentas Eropa.
Sebelumnya Barca kalah 0-3 dari Juventus di Camp Nou pada duel fase grup. Kini mereka kalah 1-4 dari PSG, juga di Camp Nou. Menurut Opta, ini pertama kalinya Barca kalah beruntun di kandang di pentas Eropa.
Ada banyak faktor penyebab kekalahan Barca kali ini, tapi yang paling utama adalah komposisi skuad. Saat ini Ronald koeman belum mendapatkan skuad terbaik yang dia inginkan.
Sumber: Bola
Baca ini juga ya!
- Liverpool Akhirnya Menang, Jurgen Klopp: Dari Kemarin Juga Main Bagus Kok
- Ragam Reaksi Warganet Melihat Aksi Lionel Messi Lawan PSG: Pensiun, Dagang Roti, dan Boba
- 19 Kombinasi dalam 33 Laga, Masalah Bek Barcelona Bikin Koeman Pusing
- 2 Rekor Emas Lionel Messi di Balik Tragedi Pembantaian Barcelona di Camp Nou
- Barcelona Frustrasi! Pique dan Griezmann Saling Lempar Kata-kata Kasar
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Makin Kece, Mbappe Diyakini Makin tak Terjangkau Oleh Madrid
Liga Spanyol 17 Februari 2021, 22:58
-
Tonton Langsung Duel Barcelona vs PSG, Khabib Nurmagomedov Dapat Bonus Jersey Mbappe
Bolatainment 17 Februari 2021, 19:47
-
Sebelum Dipermak PSG, Ini 3 Kekalahan Memalukan Barcelona di Camp Nou Lainnya
Liga Spanyol 17 Februari 2021, 19:04
-
Nama: Kylian Mbappe, Idola: Cristiano Ronaldo, Hobi: Hancurkan Barcelona
Bolatainment 17 Februari 2021, 13:11
-
Saran Arsene Wenger untuk PSG yang Ngebet Beli Lionel Messi: Fokus yang Ada Saja!
Liga Champions 17 Februari 2021, 11:56
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR