
Bola.net - Kemenangan lagi-lagi diraih Juventus. Kali ini, pada laga fase grup Liga Champions hari Kamis (21/10/2021), klub besutan Massimiliano Allegri tersebut mengalahkan Zenit St. Petersburg dengan skor tipis 1-0.
Hasil positif kali ini cukup sulit didapatkan oleh Juventus. Gol semata wayangnya didapatkan pada menit ke-86 lewat Dejan Kulusevski yang baru masuk di menit ke-58 untuk menggantikan Federico Bernardeschi.
Ada lima pelajaran penting yang Bolaneters bisa petik dari laga sengit kali ini. Informasi selengkapnya bisa disimak dengan melakukan scroll ke bawah.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Satu Bulan Tanpa Kekalahan

Juventus, pelan tapi pasti, menunjukkan tajinya. Awal musim 2021/22 ini menjadi mimpi buruk buat fans Bianconeri karena harus menyaksikan tim kesayangannya menelan sederet hasil buruk dalam beberapa pertandingan.
Kemenangan telak 3-0 atas Malmo FF dalam laga perdana fase grup Liga Champions pada bulan September lalu jadi titik balik buat Giorgio Chiellini dkk. Sejak saat itu, kata 'kalah' seperti terhapus dari kamus Bianconeri.
Delapan pertandingan telah terlewati, tujuh di antaranya berhasil dimenangkan dan sisanya berakhir imbang. Pelan tapi pasti, Juventus menunjukkan tajinya seperti pada era kepelatihan pertama Allegri.
Empat Clean Sheet Beruntun

Seperti yang diutarakan pada poin pertama, awal musim menjadi mimpi buruk buat fans Juventus. Sebab bukan cuma kekalahan, mereka juga harus menyaksikan gawang tim kesayangannya dihujani gol oleh lawan.
Dalam empat pertandingan, Juventus kebobolan lima gol. Bahkan dalam rentetan kemenangan mereka pun dihiasi oleh empat gol lawan, masing-masing dua buat Spezia dan Sampdoria. Ini jelas mengkhawatirkan.
Namun kekhawatiran itu sirna begitu Juventus memetik clean sheet sedari laga kontra Chelsea. Zenit kini jadi klub keempat yang gagal menjebol gawang Wojciech Szczesny. Sang kiper, setelah melakukan 'horror show' pada awal musim, kini tampil gemilang di bawah mistar gawang.
Lini Depan Bermasalah?

Lini belakang tidak lagi menjadi masalah buat Juventus. Kali ini mereka harus memikirkan kenapa lini depannya begitu sulit mengkonversi sejumlah peluang emas yang didapatkan dalam beberapa pertandingan terakhir.
Empat kemenangan yang diraih Juventus secara berturut-turut, lengkap dengan clean sheet, berakhir dengan skor tipis 1-0. Padahal mereka memiliki sejumlah peluang dan mampu menang dengan margin skor yang lebih besar.
Federico Chiesa yang kerap mendapatkan pujian sejatinya cukup buruk dalam hal penyelesaian akhir. Moise Kean sendiri masih cukup sering kelimpungan untuk mencari posisi yang tepat agar bisa mencetak gol.
Jikalau ada harapan, itu cuma muncul dari pundak Alvaro Morata yang sebenarnya juga bukan seorang pencetak gol ulung. Apakah Juventus harus menunggu Paulo Dybala kembali agar bisa menang besar?
Masih Mencari Pakem Terbaik

Fans Juventus pasti tahu bahwa 4-3-1-2 adalah formasi andalan Allegri. Namun, mereka juga sejatinya tahu bahwa Allegri tidak pernah memaksa taktiknya digunakan secara penuh di musim perdana kepelatihannya.
Allegri sudah pernah mencoba memakai formasi 4-3-1-2 pada musim ini dengan berbagai eksperimen: Danilo sebagai gelandang bertahan dan Weston McKennie di posisi trequartista. Hasilnya? Kalah 0-1 dari Empoli.
Sejak saat itu, Juventus bolak-balik menggunakan formasi 4-4-2 (warisan Andrea Pirlo) dan 4-3-3. Yang pertama, sejauh ini, memberikan stabilitas dan digunakan dalam dua laga sebelumnya. Namun saat melawan Zenit, Allegri kembali memakai pakem 4-3-3.
Sepertinya sang allenatore masih mencari pakem yang tepat buat Juventus. Namun satu hal yang pasti, pakem 4-4-2 dan 4-3-3 memberikan garansi kemenangan tertinggi serta permainan yang paling stabil.
Selangkah Lagi ke 16 Besar

Juventus sudah melakoni tiga pertandingan di fase grup. Mereka sementara ini memuncaki klasemen Grup H dengan sembilan poin, belum menelan kekalahan bahkan tak pernah kebobolan, dan sudah mencetak lima gol.
Mereka hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci tempat di babak 16 besar. Pada laga berikutnya, raksasa Italia tersebut akan menghadapi Zenit lagi tapi di markas kebanggaannya, Allianz Stadium.
Laga berikutnya harus menjadi panggung habis-habisan buat Juventus. Sebab dengan begitu, beban mereka akan jadi lebih enteng kala menghadapi Chelsea pada pekan berikutnya.
Baca juga:
- Hasil Pertandingan Zenit St Petersburg vs Juventus: Skor 0-1
- De Ligt Bersedia Tinggalkan Juventus Demi Barcelona
- Liga Champions: Jadwal dan Live Streaming Zenit St Petersburg vs Juventus di Vidio
- Jelang Zenit vs Juventus, Allegri: Pertahanan dan Penyerangan Juve Bisa Lebih Baik Lagi
- Bonucci Bicara Soal Kepergian Ronaldo dan Keputusannya Tolak Zenit
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ada Peran Ronaldo Dalam Terciptanya Gol Kulusevski ke Gawang Zenit
Liga Champions 21 Oktober 2021, 20:52
-
Del Piero: Juventus Mulai Membaik
Liga Champions 21 Oktober 2021, 19:44
-
Juve Harus Waspada, Man City Rupanya Serius Incar Dusan Vlahovic
Liga Inggris 21 Oktober 2021, 18:25
-
6 Pelatih Top yang Masih Menganggur, Ada Eks Barcelona dan Real Madrid
Liga Champions 21 Oktober 2021, 18:23
-
Dejan Kulusevski Pahlawan Juventus di Rusia
Galeri 21 Oktober 2021, 13:02
LATEST UPDATE
-
Penerus Casemiro di Manchester United Berasal dari Jerman?
Liga Inggris 20 Februari 2026, 15:15
-
Tempat Menonton Persik vs Bhayangkara FC: Apakah Tayang di Indosiar?
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 15:00
-
7 Momen Unik MotoGP di Phillip Island, Sirkuit Cantik Legendaris Favorit Para Pembalap
Otomotif 20 Februari 2026, 14:58
-
Michael Carrick Selangkah Lebih Dekat Jadi Manajer Permanen Manchester United
Liga Inggris 20 Februari 2026, 14:52
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV, MOJI, dan Vidio, 21-24 Februari 2026
Liga Inggris 20 Februari 2026, 14:16
-
Jadwal Siaran Langsung Persija Jakarta vs PSM Makassar Hari Ini, 20 Februari 2026
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 13:46
-
Cerita Bukayo Saka: Dari Akademi Hale End, Kini jadi Wajah Proyek Besar Arsenal
Liga Inggris 20 Februari 2026, 13:38
-
Akhiri Puasa 24 Tahun, Comeback Sensasional Alysa Liu Rebut Emas Olimpiade 2026
Olahraga Lain-Lain 20 Februari 2026, 13:02
-
Hasil FP2 WorldSBK Australia 2026: Nicolo Bulega Kembali Tercepat, Asapi Duet Bimota
Otomotif 20 Februari 2026, 12:59
-
Olimpiade Musim Dingin 2026: Tim AS Rebut Emas di Hoki Es Putri dan Figure Skating
Olahraga Lain-Lain 20 Februari 2026, 12:52
-
Sudah Pulih, Kapan Romeo Lavia Kembali Main untuk Chelsea?
Liga Inggris 20 Februari 2026, 12:35
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Arema FC 21 Februari 2026
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 11:55
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Persebaya 21 Februari 2026
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 11:50
-
Prediksi BRI Super League: Persis Solo vs PSBS Biak 21 Februari 2026
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 11:47
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
























KOMENTAR