
Bola.net - Klub sepak bola harus punya pelatih yang hebat. Pasalnya, pelatih yang hebat bisa menuntun timnya memiliki prestasi tinggi.
Prestasi ini yang membuat klub dapat meraup banyak keuntungan karena sponsor berdatangan. Jika prestasi buruk, tentu para pelaku industri makin sedikit yang mau menjadi sponsor klub tersebut.
Pemilik klub akan memberi tekanan kepada tim, khususnya pelatih kepala. Jika sang pelatih kepala tidak memberikan prestasi memuaskan maka sewaktu-waktu bisa didepak.
Para pemilik klub tidak segan-segan memecat pelatih meskipun pernah berkontribusi besar bagi timnya. Bahkan meski mampu meraih gelar juara pekan ini, bisa jadi bulan depan posisinya tidak aman.
Berikut 5 pelatih klub yang dipecat meski telah mempersembahkan gelar bergengsi bagi klub sepak bola mereka. Mereka seperti from hero to zero.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
1. Roberto Di Matteo (Chelsea)

Roman Abramovich jor-joran supaya Chelsea meraih banyak gelar. Dia ingin klub asal Kota London ini meraih gelar juara Liga Inggris hingga Liga Champions.
Sejumlah pelatih hebat, pernah dia datangkan seperti Andre Villas-Boas yang akhirnya dipecatnya dan diganti dengan asistennya Roberto Di Matteo. Benar saja, Di Matteo bisa memberikan gelar Liga Champions pertama bagi Chelsea.
Atas prestasinya Abramovich mempermanenkan Di Matteo untuk posisi kepala. Namun selang lima bulan kemudian, bos asal Rusia itu memecat sang pelatih karena penampilan buruk Chelsea di Inggris dan Liga Champions.
2. Frank Rijkaard (Barcelona)
🎂 Happy birthday, Frank Rijkaard! pic.twitter.com/uICHoYP6bU
— FC Barcelona (@FCBarcelona) September 30, 2020
Barcelona menunjuk mantan pelatih timnas Belanda, Frank Rijkaard, sebagai pelatih baru pada 2003. Meski sempat diragukan, Rijkaard membuktikan kualitasnya.
Dia mampu memenangkan La Liga berturut—turut di 2004/2005 dan 2005/2006. Rijkaard juga menambahkan gelar Liga Champions ke lemari trofi Barcelona dan merupakan titel kedua mereka di ajang bergengsi Eropa ini.
Sayangnya pada 2008 Rijkaard mendapatkan surat pemecatan dari sang Presiden Joan Laporta. Mereka gagal meraih gelar La Liga hingga Liga Champions karena kalah dari Real Madrid dan Manchester United.
3. Jupp Heynckes (Real Madrid)

Jupp Heynckes mempersembahkan gelar ketujuh Liga Champions bagi Real Madrid yang terakhir kalinya mereka capai pada 1966. Gelar Liga Champions ini mereka dapat musim 1997/1998 setelah menang tipis 1-0 atas Juventus.
Dia juga mengantar Real Madrid menjadi juara Piala Super Spanyol usai menang agregat 5-3 atas Barcelona. Namun, kariernya hanya semusim saja di Real Madrid.
Heynckes dipecat karena Real Madrid berada di posisi keempat La Liga Spanyol. Namun dia meraih kesuksesan di Bayern Munchen setelah itu.
4. Fabio Capello (Real Madrid)

Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, pernah dua kali melatih Real Madrid. Di kesempatan pertama melatih, dia langsung membawa Los Blancos juara La Liga 1996/1997.
Meski juara, namun Presiden Lorenzo Sanz tetap memecatnya. Para suporter tidak ingin melihat Real Madrid yang bermain lebih bertahan.
Real Madrid kembali menujuk Capello menjadi pelatih kepala pada 2006. Dia kembali meraih gelar juara La Liga tetapi juga hanya semusim bertahan di Real Madrid.
5. Louis van Gaal (Barcelona)

Barcelona ngebet mendatangkan Louis van Gaal karena melihat prestasinya bersama Ajax Amsterdam. Van Gaal mampu membuat Ajax berjaya di Liga Belanda hingga Liga Champions.
Dia akhirnya bergabung dengan Barcelona pada tahun 1997. Van Gaal mampu membawa Barcelona meraih dua gelar La Liga Spanyol, sekali Copa Del Ray dan sekali UEFA Super Cup.
Namun, karena dia gagal membawa Barcelona meraih gelar Liga Champions seperti yang dia lakukan bersama Ajax, membuatnya dipecat. Selain itu, hubungannya dengan sejumlah pemain misalnya Rivaldo juga menjadi alasan lain.
Sumber: Bleacherreport
Disadur dari: Bola.com/Penulis Suharno/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 27/7/2022
Baca Juga:
- 6 Pemain Chelsea Bergaji Tinggi tapi Minim Berkontribusi
- 5 Rekor Dunia yang Diukir Cristiano Ronaldo, Nomor 5 Bisa Disalip Messi Jika Bertahan di MU
- Statistik Jules Kounde vs 5 Bek Barcelona, Siapa Lebih Baik?
- 12 Pemain Tua yang Masih Eksis di Lapangan Hijau, Ada Cristian Gonzales Lho!
- 5 Bukti Skuat MU Masih Respek ke Cristiano Ronaldo
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apes! 5 Pelatih yang Dipecat Setelah Beri Gelar Juara
Liga Champions 31 Juli 2022, 11:01
-
Sama Seperti Era Di Matteo: Chelsea Ganti Pelatih Lalu Juara UCL!
Liga Champions 30 Mei 2021, 07:57
-
5 Pemain Italia dengan Assist Terbanyak di Premier League
Liga Inggris 26 Mei 2020, 16:16
LATEST UPDATE
-
Hasil Venezia vs Inter: Dua Gol Bunuh Diri Bawa Nerazzurri ke Puncak Serie A
Liga Italia 29 Oktober 2026, 04:03
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR