
Bola.net - Manchester City membutuhkan kemenangan di laga terakhir fase liga Liga Champions untuk menghindari babak play-off gugur.
Meski begitu, lawan yang menanti bukanlah pilihan ideal. Galatasaray datang dengan reputasi kuat sebagai momok bagi klub-klub Inggris di kompetisi Eropa.
Dalam beberapa musim terakhir, wakil Turki itu berkali-kali membuktikan diri mampu merepotkan bahkan menyingkirkan tim Premier League. Rekam jejak tersebut membuat duel di Manchester bukan sekadar formalitas bagi City.
Di balik hasil-hasil mengejutkan itu, Galatasaray punya pendekatan dan karakter yang membuat mereka terasa asing tapi familiar bagi tim Inggris.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Rekor Galatasaray yang Menghantui Klub Inggris

Dalam empat pertemuan terakhir melawan klub Premier League, Galatasaray tak pernah kalah. Terakhir kali wakil Inggris menang atas mereka terjadi pada Desember 2014, saat Arsenal menang 4-1 di Istanbul.
Sejak itu, satu per satu tim Inggris merasakan sulitnya menghadapi Cimbom. Pada 2023, Galatasaray finis di atas Manchester United di fase grup Liga Champions setelah menang 3-2 di Old Trafford, hasil yang mengirim tim asuhan Erik ten Hag terdampar di dasar klasemen.
Musim lalu, Galatasaray kembali mencuri perhatian dengan menorehkan satu-satunya kekalahan Tottenham Hotspur di fase grup Liga Europa. Tottenham sendiri akhirnya keluar sebagai juara kompetisi tersebut, menegaskan kualitas lawan yang dihadapi Galatasaray.
Paling anyar, Galatasaray menundukkan Liverpool 1-0 di fase liga Liga Champions musim ini lewat penalti Victor Osimhen pada babak pertama, sebuah kemenangan yang kembali menambah daftar korban dari Inggris.
Liga Turki Paling Mirip Inggris di Luar Inggris

Asisten pelatih Galatasaray, Ismael Garcia Gomez, menilai ada alasan mendasar di balik rekor impresif tersebut. Menurutnya, karakter sepak bola Turki sangat dekat dengan gaya permainan Inggris.
Ia menjelaskan bahwa laga-laga yang dinamis dan penuh transisi sudah menjadi makanan sehari-hari bagi klub-klub Super Lig. Karena itu, ketika menghadapi tim Inggris yang cenderung bermain terbuka, Galatasaray justru merasa nyaman.
Garcia Gomez menyebut tempo permainan di Turki lebih mendekati Premier League dibanding liga-liga besar lain seperti Italia atau Spanyol, yang menurutnya memiliki ritme lebih rendah. Faktor inilah yang membuat Galatasaray jarang kagok saat berhadapan dengan lawan dari Inggris.
Selain aspek teknis, ia juga menyoroti atmosfer stadion di Turki. Menurutnya, gairah suporter Galatasaray berada di level tertinggi Eropa dan tak kalah dari negara mana pun.
Tekanan Besar di Manchester, Target Berbeda

Jelang pertemuan dengan Manchester City, kedua tim berada dalam situasi yang sama-sama genting. City kini duduk di peringkat ke-11 klasemen fase liga dengan 13 poin, hanya kalah selisih gol dari zona delapan besar.
Kekalahan mengejutkan dari Bodo/Glimt membuat City wajib menang di laga terakhir sambil berharap hasil lain berpihak agar lolos langsung ke babak gugur. Tekanan untuk meraih tiga poin pun tak terelakkan.
Sementara itu, Galatasaray berada di posisi ke-17 dengan 10 poin. Peluang finis di delapan besar nyaris tertutup, tetapi hasil imbang saja sudah cukup untuk memastikan tiket play-off.
Garcia Gomez mengakui City adalah lawan yang berbeda dibanding klub Inggris lain. Gaya bermain tim asuhan Pep Guardiola yang mengutamakan kontrol penguasaan bola dianggap lebih sulit dihadapi.
Meski begitu, ia menegaskan kepercayaan diri Galatasaray tetap tinggi, meski berstatus underdog.
Osimhen Tajam, Sane dan Gundogan Jadi Pembeda
Kepercayaan diri Galatasaray bertumpu pada komposisi skuad berpengalaman di Liga Champions. Di lini depan, Victor Osimhen tampil tajam dengan koleksi enam gol dari lima laga Eropa musim ini.
Selain itu, Galatasaray memiliki dua pemain yang sangat mengenal City, yakni Leroy Sane dan Ilkay Gundogan. Sane, mantan juara Premier League bersama City, selalu bermain penuh dalam lima laga Liga Champions terakhir Galatasaray.
Gundogan, yang kini berusia 35 tahun, memang tak selalu menjadi starter, tetapi kehadirannya memberi ketenangan dan pengalaman di lini tengah.
Ia kembali ke Manchester sebagai sosok yang pernah membawa City menjuarai Liga Champions 2023 dan lima gelar domestik Inggris.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Tempat Menonton Barcelona vs Copenhagen: Jam Berapa dan Nonton Live Streaming di Mana?
- Tempat Menonton Atletico Madrid vs Bodo/Glimt: Jadwal Live Streaming dan Main Jam Berapa?
- Jelang Napoli vs Chelsea, Dua Suporter The Blues Ditusuk Ultras di Naples
- Tempat Menonton Arsenal vs Kairat Almaty: Jadwal UCL dan Live Streaming di Vidio
- Tempat Menonton Bilbao vs Sporting CP: Jadwal Live Streaming dan Penentuan Nasib di San Mames
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Man City vs Galatasaray - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 28 Januari 2026, 20:07
-
Bahaya! Galatasaray Bisa Jegal Man City
Liga Champions 28 Januari 2026, 19:44
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 29 Januari 2026
Liga Champions 28 Januari 2026, 16:45
-
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Galatasaray
Liga Champions 28 Januari 2026, 15:16
-
Man City vs Galatasaray: Pulang ke Etihad, Ilkay Gundogan Merasa Aneh
Liga Champions 28 Januari 2026, 12:48
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton PSG vs Newcastle: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 29 Januari 2026, 00:16
-
Tempat Menonton Eintracht Frankfurt vs Tottenham: Misi 8 Besar The Lilywhites
Liga Champions 29 Januari 2026, 00:04
-
Tempat Menonton Napoli vs Chelsea: Jam Berapa dan Nonton Live Streaming di Mana?
Liga Champions 28 Januari 2026, 23:24
-
Harry Maguire, Kontrak Baru, dan Dilema Manchester United
Liga Inggris 28 Januari 2026, 22:53
-
Misteri Tak Berujung Paul Pogba di Monaco
Liga Eropa Lain 28 Januari 2026, 22:41
-
Giuliana Vigile Mendadak Viral: Asisten Wasit Spek Bidadari dari Serie D Italia
Bolatainment 28 Januari 2026, 21:39
-
Manchester United Berpotensi Raup Lebih dari Rp4 Triliun dari Hak Nama Stadion Baru
Liga Inggris 28 Januari 2026, 21:09
-
Proliga 2026: Tampil di Rumah Sendiri, Gresik Phonska Plus Bidik Kemenangan Penuh
Voli 28 Januari 2026, 20:33
-
Live Streaming Athletic Club vs Sporting - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 28 Januari 2026, 20:18
-
Live Streaming Pafos vs Slavia Praha - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 28 Januari 2026, 20:17
LATEST EDITORIAL
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04

























KOMENTAR