Barcelona Menggugat! Protes Pertama Ditolak, Kini Kirim Protes Kedua ke UEFA Usai Disingkirkan Atletico Madrid

Barcelona Menggugat! Protes Pertama Ditolak, Kini Kirim Protes Kedua ke UEFA Usai Disingkirkan Atletico Madrid
Kekecewaan Roony Bardghji di akhir laga antara Barcelona melawan Atletico Madrid yang dimenangkan tuan rumah Atletico di perempat final Liga Champions, 15 April 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Barcelona kembali melayangkan protes resmi kepada UEFA terkait kepemimpinan wasit saat menghadapi Atletico Madrid di perempat final Liga Champions. Ini menjadi pengajuan kedua setelah klub menilai ada pola keputusan yang merugikan dalam dua pertemuan tersebut. Dari sudut pandang klub, hasil akhir yang membuat mereka tersingkir dianggap tidak sepenuhnya ditentukan oleh permainan di lapangan.

Barcelona harus menerima kenyataan tersingkir dengan agregat 2-3 dan gagal ke semifinal Liga Champions. Selisih tipis itu membuat setiap keputusan wasit terasa semakin krusial. Karena itu, manajemen melihat ada faktor eksternal yang ikut memengaruhi hasil akhir.

Sepanjang dua leg, Barcelona selalu bermain dengan tekanan tambahan akibat kartu merah. Selain itu, mereka merasa ada dua momen yang seharusnya berbuah penalti tetapi diabaikan. Situasi ini kemudian memicu reaksi keras, tidak hanya dari pemain, tetapi juga dari jajaran direksi.

Kekalahan tersebut meninggalkan suasana yang cukup tegang di internal tim. Dari beberapa laporan, ruang ganti sempat diwarnai perdebatan setelah pertandingan. Reaksi ini menunjukkan bahwa para pemain merasa hasil yang didapat tidak sepenuhnya adil.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

Tudingan Pelanggaran Aturan Permainan

Ekspresi kecewa gelandang Barcelona, Frenkie de Jong di tengah-tengah kegembiraan pemain Atletico Madrid lolos semifinal Liga Champions, 15 April 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Ekspresi kecewa gelandang Barcelona, Frenkie de Jong di tengah-tengah kegembiraan pemain Atletico Madrid lolos semifinal Liga Champions, 15 April 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Pihak klub menilai kepemimpinan wasit dalam dua laga itu berpengaruh langsung terhadap hasil pertandingan. Mereka menyoroti sejumlah keputusan yang dianggap tidak sejalan dengan aturan permainan. Dalam pandangan manajemen, situasi ini mengganggu prinsip dasar fair play.

Selain aspek teknis, Barcelona juga menyinggung dampak finansial dari kegagalan ini. Lolos ke fase berikutnya berarti tambahan pemasukan yang signifikan. Karena itu, mereka melihat persoalan ini bukan sekadar hasil pertandingan, tetapi juga menyangkut kondisi klub secara keseluruhan.

"Ini murni perampokan," tegas Raphinha.

Pernyataan itu muncul setelah laga di kandang Atletico, Riyadh Air Metropolitano. Emosi yang terlihat dari Raphinha cukup mewakili perasaan tim secara umum. Dalam situasi seperti ini, reaksi keras menjadi hal yang sulit dihindari.

2 dari 3 halaman

Kegagalan Protes Pertama di Meja UEFA

Giuliano Simeone dan Joao Cancelo berebut bola dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Atletico Madrid vs Barcelona di Metropolitano, 15 April 2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Giuliano Simeone dan Joao Cancelo berebut bola dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Atletico Madrid vs Barcelona di Metropolitano, 15 April 2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Sebelumnya, Barcelona sudah lebih dulu mengajukan protes resmi. Mereka menyoroti insiden handball yang melibatkan Marc Pubill dan tidak dianggap pelanggaran. Dari sudut pandang klub, momen tersebut seharusnya menghasilkan penalti.

Namun, UEFA menolak pengajuan tersebut. Alasan yang diberikan berkaitan dengan aspek prosedural dan penilaian insiden di lapangan. Penolakan ini justru memperbesar kekecewaan manajemen.

"Keputusan yang diambil oleh para wasit tidak mematuhi hukum permainan yang berlaku," tulis pernyataan resmi Barcelona.

Situasi itu kemudian mendorong Barcelona menyiapkan berkas baru yang lebih rinci. Mereka mencoba memperkuat argumen dengan data dan kronologi yang lebih lengkap. Langkah ini menunjukkan bahwa klub tidak ingin berhenti pada satu upaya saja.

Sampai saat ini, UEFA belum memberikan respons atas pengajuan terbaru tersebut. Di sisi lain, Barcelona berharap ada evaluasi yang jelas untuk menjaga kredibilitas kompetisi. Bagi mereka, kejelasan sikap dari otoritas menjadi hal penting agar kasus serupa tidak terulang.

3 dari 3 halaman

Pernyataan Resmi Barcelona

Berikut adalah pernyataan lengkap Barcelona:

FC Barcelona telah mengajukan keluhan kepada UEFA terkait kinerja wasit dalam pertandingan perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid.

Klub menilai bahwa dalam dua leg pertandingan tersebut, ada beberapa keputusan wasit yang tidak sesuai dengan aturan permainan. Hal ini terjadi karena penerapan aturan yang kurang tepat, serta kurangnya intervensi yang semestinya dari sistem VAR pada kejadian-kejadian penting.

Menurut FC Barcelona, rangkaian kesalahan tersebut berdampak langsung pada jalannya pertandingan dan hasil akhir, sehingga merugikan klub baik dari sisi olahraga maupun finansial.

Melalui keluhan ini, klub kembali menegaskan permintaan yang sebelumnya telah diajukan kepada UEFA, sekaligus menyatakan kesediaan untuk bekerja sama demi memperbaiki sistem perwasitan agar penerapan aturan permainan bisa lebih tegas, adil, dan transparan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL