
Bola.net - Barcelona kembali menjadi sorotan setelah tersingkir dari perempat final Liga Champions oleh Atletico Madrid dengan agregat tipis 2-3. Kekalahan tersebut tak hanya meninggalkan kekecewaan secara hasil, tetapi juga memicu polemik terkait kepemimpinan wasit sepanjang dua leg pertandingan.
Dalam beberapa hari terakhir, klub asal Catalan itu mengambil langkah resmi dengan melayangkan protes kepada UEFA. Ini bukan pertama kalinya Barcelona menyampaikan keluhan, menandakan adanya ketidakpuasan yang berulang terhadap keputusan di lapangan.
Situasi ini semakin memanas setelah sejumlah momen krusial dianggap merugikan tim. Dari kartu merah hingga keputusan VAR, Barcelona menilai banyak insiden yang berdampak langsung terhadap jalannya laga dan hasil akhir.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Barcelona Kembali Ajukan Keluhan Resmi ke UEFA

Barcelona secara resmi mengajukan keluhan kedua kepada UEFA terkait kepemimpinan wasit dalam duel melawan Atletico Madrid. Protes ini mencakup berbagai keputusan kontroversial yang terjadi di dua leg pertandingan.
Langkah ini menegaskan sikap klub yang merasa dirugikan secara sistematis. Dalam kurun waktu lebih dari sepekan, Barcelona dua kali mendatangi badan sepak bola Eropa tersebut untuk menyampaikan keberatan.
Presiden klub, Joan Laporta, secara terbuka mengkritik kinerja wasit dan VAR. Ia bahkan menyebut pengalaman yang dialami timnya sebagai sesuatu yang memalukan.
"Pertama, saya ingin mengucapkan selamat kepada Atletico Madrid, tetapi itu tidak mengubah fakta bahwa kepemimpinan wasit kemarin, baik dari ofisial maupun VAR, adalah sebuah aib," ujar Laporta.
"Ini tidak bisa ditoleransi apa yang mereka lakukan kepada kami. Di leg pertama mereka tidak memberi kami penalti yang jelas dan mengusir pemain saat seharusnya hanya kartu kuning, karena Giuliano tidak menguasai bola. Kartu merah itu sangat merugikan kami."
Daftar Insiden Kontroversial dan Dampaknya

Laporta merinci sejumlah keputusan yang dianggap merugikan Barcelona dalam dua pertandingan tersebut. Ia menyoroti kartu merah Pau Cubarsi, dugaan handball Marc Pubill, hingga insiden yang melibatkan Eric Garcia dan Dani Olmo.
"Ia adalah duel di mana keputusan wasit sangat merugikan kami. Di leg kedua, Eric Garcia bukan pemain terakhir, Kounde sedang datang. Wasit awalnya memberi kartu kuning, tetapi VAR ikut campur dan mengubahnya."
"Gol Ferran adalah gol sah, penalti terhadap Olmo sangat jelas, pelanggaran terhadap Fermin tidak bisa diterima karena bibir atasnya robek parah, lalu dia justru memberi kartu kepada Gavi. Anak itu menderita saat dijahit, dan bahkan tidak ada kartu. Ini tidak bisa diterima."
Dalam pernyataan resminya, Barcelona tetap menyampaikan kritik dengan nada lebih terukur. Klub menilai sejumlah keputusan tidak sesuai dengan aturan permainan dan menunjukkan kurangnya intervensi VAR dalam momen penting.
"Klub menilai bahwa sepanjang dua pertandingan tersebut, terdapat beberapa keputusan wasit yang tidak sesuai dengan Laws of the Game, yang berasal dari penerapan aturan yang keliru dan kurangnya intervensi VAR dalam situasi yang jelas signifikan."
Barcelona juga menegaskan bahwa akumulasi kesalahan tersebut berdampak langsung pada hasil pertandingan. Mereka menilai hal itu tidak hanya merugikan secara olahraga, tetapi juga secara ekonomi.
"Menurut FC Barcelona, akumulasi kesalahan ini memiliki dampak langsung terhadap jalannya pertandingan dan hasil akhir, serta menyebabkan kerugian olahraga dan ekonomi yang signifikan bagi klub."
Dorongan Perubahan Sistem Wasit di Eropa
Selain menuntut kejelasan atas keputusan yang dipermasalahkan, Barcelona juga mendorong adanya perbaikan sistem perwasitan. Klub ingin agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Dalam pernyataan lanjutannya, Barcelona menegaskan kesiapan untuk berkolaborasi dengan UEFA. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas, keadilan, dan transparansi dalam penerapan aturan permainan.
"Melalui klaim ini, klub kembali menegaskan permintaan yang sebelumnya telah disampaikan kepada UEFA dan pada saat yang sama menawarkan kerja sama untuk meningkatkan sistem perwasitan demi menjamin penerapan aturan yang lebih ketat, adil, dan transparan."
Langkah ini menunjukkan bahwa Barcelona tidak hanya fokus pada kasus yang mereka alami, tetapi juga ingin mendorong perubahan yang lebih luas dalam sepak bola Eropa.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saran untuk Lamine Yamal: Jangan Banyak Bicara
Liga Spanyol 17 April 2026, 09:45
-
Sudah Tersingkir dari UCL, Barcelona Masih Ajukan Protes ke UEFA
Liga Champions 17 April 2026, 09:15
LATEST UPDATE
-
Federico Dimarco Diragukan Tampil saat Inter Milan Hadapi Real Madrid
Liga Champions 6 September 2026, 19:14
-
Link Streaming Valencia vs Barcelona, 6 September 2026
Liga Spanyol 6 September 2026, 19:00
-
Link Streaming Everton vs Manchester United, Minggu 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 18:30
-
Link Streaming Persib Bandung vs PSM Makassar, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:45
-
Link Streaming Madura United vs Persijap di BRI Super League, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:30
-
Hasil BRI Super League: Java United dan Garudayaksa FC Berbagi Poin
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:28
-
Mikel Arteta Segera Perpanjang Kontrak di Arsenal
Liga Inggris 6 September 2026, 16:47
-
Anthony Gordon Bantu Barcelona Kurangi Ketergantungan pada Lamine Yamal
Liga Spanyol 6 September 2026, 16:12
-
Xabi Alonso Yakin Reece James Bisa Jadi Salah Satu Gelandang Terbaik Dunia
Liga Inggris 6 September 2026, 15:37
-
Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 14:30
-
Tantang Juventus, Ruben Amorim Indikasikan Rekrutan Baru AC Milan Bisa Debut
Liga Italia 6 September 2026, 14:02
-
Juventus Tim Kuat, Tapi AC Milan Siap Bawa Pulang 3 Poin dari Turin!
Liga Italia 6 September 2026, 13:52
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
























KOMENTAR