Bodo/Glimt, si Pembunuh Raksasa Itu Kembali Memakan Korban

Bodo/Glimt, si Pembunuh Raksasa Itu Kembali Memakan Korban
Pemain Bodo/Glimt Sondre Brunstad Fet mencetak gol ke gawang Inter Milan pada laga Liga Champions Bodo/Glimt vs Inter di Bodo, Norwegia, Rabu, 18 Februari 2026 (c) Thomas Andersen/NTB Scanpix via AP

Bola.net - Dunia sepak bola kembali dikejutkan dengan aksi sensasional dari Bodo/Glimt di ajang Liga Champions musim 2025/2026. Tim yang dijuluki "Pembunuh Raksasa" ini sukses menorehkan kemenangan gemilang saat menghadapi Inter Milan pada leg pertama fase gugur. Pertandingan yang berlangsung di kandang Bodo/Glimt pada 19 Februari 2026 ini berakhir dengan skor telak 3-1.

Kemenangan impresif ini semakin mengukuhkan reputasi Bodo/Glimt sebagai tim kuda hitam yang patut diperhitungkan di kancah Eropa. Mereka menunjukkan mentalitas baja dan determinasi tinggi untuk bersaing dengan klub-klub elite. Hasil ini tentu menjadi modal berharga bagi Bodo/Glimt menjelang leg kedua yang akan digelar di markas Inter Milan.

Perjalanan Bodo/Glimt di kompetisi paling bergengsi antar klub Eropa ini memang penuh liku, tapi kini mereka berada di ambang sejarah. Kemenangan atas Inter Milan bukan hanya sekadar hasil pertandingan, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa mereka siap melangkah lebih jauh. Fokus utama kini adalah mempertahankan keunggulan di laga penentuan nanti.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

Awal Musim yang Penuh Tantangan

Bola drawing Liga Champions (c) UEFA

Bola drawing Liga Champions (c) UEFA

Perjalanan Bodo/Glimt di Liga Champions 2025/2026 tidak dimulai dengan mulus dan penuh cobaan. Mereka harus menghadapi serangkaian hasil yang kurang memuaskan di awal fase grup. Tim ini menunjukkan bahwa adaptasi di level tertinggi Eropa memang membutuhkan waktu.

Pada awal kampanye, Bodo/Glimt sempat bermain imbang 2-2 melawan Slavia Praha dan Tottenham, menunjukkan potensi mereka. Namun, tren negatif sempat menghampiri dengan menelan tiga kekalahan beruntun. Mereka takluk 1-3 dari Galatasaray, 0-1 dari AS Monaco, dan 2-3 dari Juventus, yang sempat menimbulkan keraguan.

Titik balik penting terjadi pada Desember 2025 saat Bodo/Glimt berhasil menahan imbang Borussia Dortmund 2-2 di Signal Iduna Park. Hasil tersebut menjadi sinyal kuat bahwa tim ini memiliki mentalitas dan kapasitas untuk bersaing dengan raksasa Eropa. Momen itu membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dari keterpurukan dan menunjukkan perlawanan sengit.

2 dari 3 halaman

Kebangkitan Sang Pembunuh Raksasa

Selebrasi peman Bodo Glimt usai mengalahkan Atletico Madrid di Liga Champions, 29 Januari 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Selebrasi peman Bodo Glimt usai mengalahkan Atletico Madrid di Liga Champions, 29 Januari 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Memasuki tahun 2026, Bodo/Glimt bertransformasi menjadi kekuatan yang menakutkan bagi tim-tim besar Eropa. Mereka menunjukkan performa yang sangat impresif dan berhasil mencuri perhatian dunia. Perubahan drastis ini membuat banyak pihak terkejut dengan kemampuan mereka.

Pada 21 Januari, dunia dikejutkan dengan kemenangan telak Bodo/Glimt atas Manchester City, sang raksasa Inggris, dengan skor 3-1. Kemenangan ini bukan hanya sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari strategi matang dan eksekusi sempurna. Mereka berhasil membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil dalam sepak bola.

Tren positif terus berlanjut ketika Bodo/Glimt bertandang ke markas Atletico Madrid. Tim asuhan Diego Simeone harus mengakui keunggulan Bodo/Glimt yang pulang dengan kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid. Hasil ini semakin mempertegas julukan "Giant Killer" yang melekat pada mereka, menunjukkan konsistensi dalam mengalahkan tim-tim papan atas.

3 dari 3 halaman

Dominasi atas Inter Milan dan Prospek Laga Penentuan

Duel udara Carlos Augusto dengan Kasper Hogh dan Ole Didrik Blomberg dalam laga Liga Champions antara Bodo Glimt vs Inter Milan di Aspmyra Stadion, 19 Februari 2026 (c) Thomas Andersen/NTB Scanpix via AP

Duel udara Carlos Augusto dengan Kasper Hogh dan Ole Didrik Blomberg dalam laga Liga Champions antara Bodo Glimt vs Inter Milan di Aspmyra Stadion, 19 Februari 2026 (c) Thomas Andersen/NTB Scanpix via AP

Puncak kebangkitan Bodo/Glimt terjadi saat mereka berhadapan dengan Inter Milan di leg pertama fase gugur. Pertandingan Bodo/Glimt vs Inter ini menjadi perhatian karena kedua tim memiliki reputasi yang berbeda. Bodo/Glimt dengan berani menunjukkan dominasinya sejak awal pertandingan.

Pada laga yang digelar 19 Februari 2026 tersebut, Bodo/Glimt berhasil menghajar Inter Milan dengan skor meyakinkan 3-1 di kandang mereka. Kemenangan ini merupakan bukti nyata dari kualitas dan persiapan tim yang matang. Mereka berhasil memanfaatkan setiap peluang dan mengunci kemenangan penting.

Dengan modal kemenangan 3-1 ini, Bodo/Glimt kini menatap leg kedua di markas Inter Milan dengan penuh optimisme. Mereka hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan langkah ke babak selanjutnya di Liga Champions. Laga penentuan pada 25 Februari mendatang akan menjadi momen krusial bagi sejarah klub, di mana hasil Bodo/Glimt vs iInter akan menentukan nasib mereka.

  • Bodo/Glimt mengawali Liga Champions 2025/2026 dengan hasil imbang 2-2 melawan Slavia Praha dan Tottenham.
  • Mereka sempat kalah beruntun dari Galatasaray (1-3), AS Monaco (0-1), dan Juventus (2-3).
  • Titik balik terjadi dengan hasil imbang 2-2 melawan Borussia Dortmund pada Desember 2025.
  • Pada Januari 2026, Bodo/Glimt membantai Manchester City 3-1.
  • Mereka juga berhasil menaklukkan Atletico Madrid 2-1 di kandang lawan.
  • Di leg pertama fase gugur, Bodo/Glimt menghajar Inter Milan 3-1.
  • Laga penentuan leg kedua antara Bodo/Glimt vs Inter Milan akan berlangsung pada 25 Februari.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL