Ribut-ribut di Pinggir Lapangan Milan vs Como: Perseteruan Allegri vs Fabregas

Ribut-ribut di Pinggir Lapangan Milan vs Como: Perseteruan Allegri vs Fabregas
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri dan pelatih Como, Cesc Fabregas sebelum pertandingan di San Siro, 19 Februari 2026. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Bola.net - Hubungan Max Allegri dan Cesc Fabregas kini memanas setelah laga AC Milan kontra Como di lanjutan Serie A. Perseteruan kedua pelatih tersebut pecah saat pertandingan berjalan sengit di San Siro, 19 Februari 2026 dini hari.

Ketegangan ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama kedua tim. Saat itu AC Milan menang tipis di markas Como lewat laga penuh drama.

Drama terbaru muncul dalam laga yang berakhir imbang dengan skor 1-1. Suasana mendadak ricuh akibat sebuah insiden di pinggir lapangan hijau.

Kedua juru taktik tersebut dilaporkan terlibat adu mulut yang sangat hebat. Bahkan perselisihan mereka terus berlanjut hingga ke area ruang konferensi pers.

1 dari 4 halaman

Pemicu Keributan di Pinggir Lapangan

Pelatih Como, Cesc Fabregas memberikan instruksi di laga melawan AC Milan, 19 Februari 2026. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Pelatih Como, Cesc Fabregas memberikan instruksi di laga melawan AC Milan, 19 Februari 2026. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Situasi mulai tidak terkendali saat Fabregas melakukan tindakan yang dianggap sangat provokatif. Ia terlihat menarik baju atau mendorong pemain sayap Milan, Alexis Saelemaekers.

Kejadian tersebut berlangsung sangat cepat saat bola masih dalam permainan aktif. Saelemaekers yang tidak terima langsung bereaksi keras terhadap tindakan pelatih lawan tersebut.

Aksi ini memancing emosi staf tim Como di pinggir lapangan. Mereka kemudian terlibat perselisihan verbal yang sangat tajam dengan pihak AC Milan.

Allegri yang melihat anak asuhnya diganggu langsung bereaksi dengan sangat keras. Ia tidak bisa menahan amarahnya melihat tindakan tidak sportif dari kubu lawan.

2 dari 4 halaman

Kartu Merah yang Membuat Allegri Meradang

Wasit yang memimpin pertandingan tersebut langsung mengambil tindakan yang sangat tegas. Ia memberikan kartu merah kepada Allegri dan salah satu staf tim Como.

Keputusan tersebut dianggap aneh karena wasit melewatkan aksi awal dari Fabregas. Hal inilah yang membuat Allegri merasa sangat tidak puas dengan kepemimpinan wasit.

Allegri kemudian melontarkan sindiran pedas terkait keputusan yang menurutnya tidak adil. Ia merasa seharusnya penyebab utama keributan tersebut juga mendapatkan hukuman yang setimpal.

"Jika begitu, lain kali saya melihat seseorang berlari melewati saya, saya akan langsung melakukan tekel keras," ujar Max Allegri.

3 dari 4 halaman

Permintaan Maaf Terbuka dari Cesc Fabregas

Menyadari kesalahannya, Fabregas langsung memberikan klarifikasi resmi kepada media massa. Ia mengakui bahwa tindakannya di pinggir lapangan tersebut memang sangat salah.

Mantan pemain Arsenal itu menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak terkait. Ia merasa sudah memberikan contoh yang kurang baik sebagai seorang manajer tim.

Fabregas juga memahami mengapa pihak AC Milan merasa sangat marah kepadanya. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan memalukan tersebut di masa depan nanti.

"Saya minta maaf, itu hanya sentuhan kecil dan reaksi Allegri sangat berlebihan, tapi saya akui saya seharusnya tidak melakukan hal itu," tutur Cesc Fabregas.

4 dari 4 halaman

Perselisihan Berlanjut di Ruang Pers

Meskipun Fabregas sudah meminta maaf secara terbuka, ketegangan ternyata tidak mereda. Keduanya kembali bertemu saat hendak memberikan keterangan pers kepada awak media.

Laporan dari media Italia menyebutkan ada kontak fisik verbal di sana. Keduanya bertukar kata-kata pedas saat berpapasan di lorong menuju ruang media.

Suasana di area tersebut dikabarkan sangat canggung bagi orang di sekitarnya. Tidak ada kamera yang merekam kejadian tersebut secara langsung di dalam lorong.

Kejadian ini membuktikan bahwa hubungan kedua pelatih ini sedang tidak baik-baik saja. Dendam dari laga sebelumnya tampak masih tersimpan rapat di hati mereka masing-masing.

"Itu adalah perilaku yang tidak sportif, seperti yang dikatakan Cristian Chivu tempo hari, kita harus bisa menjaga tangan kita sendiri, terutama jika Anda adalah seorang pelatih," ucap Cesc Fabregas.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL