
Bola.net - Liverpool cukup beruntung karena hasil buruk di Premier League tidak berimbas ke Liga Champions. Mereka tetap mampu melewati hadangan RB Leipzig tanpa kesulitan.
Leipzig sendiri bukanlah klub yang bisa diremehkan, walau namanya baru terdengar beberapa tahun terakhir. Di ajang Bundesliga, klub asuhan Julen Nagelsmann itu menduduki peringkat kedua.
Meski begitu, Liverpool yang sedang pincang setelah menelan sederet hasil buruk di Premier League mampu menang di leg kedua babak 16 besar Liga Champions dengan skor 2-0. Dua golnya dicetak oleh Mohamed Salah dan Sadio Mane.
Ditambah kemenangan 2-0 pada pertemuan pertama pada bulan Februari lalu, Liverpool mengantongi agregat skor 4-0. Dengan demikian, mereka berhak berpartisipasi di babak perempat final.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Harus Melupakan Premier League
Terkadang, hasil buruk yang diterima di kompetisi domestik bisa mempengaruhi performa tim di ajang lainnya. Namun tidak dengan Liverpool yang mampu menunjukkan dua sisi wajah berbeda.
Sang pelatih, Jurgen Klopp, memiliki kiat tersendiri untuk bisa membuat timnya menjadi seperti itu. Ia menginstruksikan para pemainnya untuk melupakan sejenak keterpurukan yang dialami di Premier League.
"Kami harus melupakan hal-hal yang berkaitan dengan Premier League, untuk bisa sampai di sini dan mencoba secara sepantasnya," ujar Klopp kepada BT Sport pasca pertandingan.
"Para pemain sangat menikmati dirinya sendiri pada malam ini, itu penting. Kami bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang paling kotor karena tantangan bertahan yang besar," kata pria asal Jerman itu lagi.
Sisi Buruk Liverpool Sempat Terlihat
Kendati demikian, Klopp tidak bisa memungkiri kalau sisi buruk Liverpool yang tampak di pentas Premier League juga terlihat dalam laga ini. Terutama pada awal pertandingan, di mana mereka punya banyak peluang yang gagal dijadikan gol.
"Kami membuat banyak peluang. Itulah kami pada saat ini - punya peluang yang masif di babak pertama dan tidak bisa mencetak gol," tambahnya.
"Lagi-lagi, hal terbaik yang dilakukan para pemain adalah tidak membiarkan orang-orang melihat betapa bagusnya Leipzig. Mereka biasanya adalah monster, sabgat kuat dan anda bisa lihat semua pergerakannya di belakang ini."
"Namun kami mampu membendungnya dengan sangat baik. Pujian setinggi langit untuk para pemain," tutup pria berusia 53 tahun tersebut.
(BT Sport)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool Disebut Bakal Juara UCL, Jurgen Klopp: Kami Tidak Halu!
Liga Champions 11 Maret 2021, 17:30
LATEST UPDATE
-
Ini Alasan Liam Rosenior Tak Pimpin Chelsea Saat Lawan Fulham
Liga Inggris 8 Januari 2026, 11:29
-
Tiga Pemain Muda Persija Siap Asah Jam Terbang di Klub Baru
Bola Indonesia 8 Januari 2026, 11:09
-
Barcelona Ukir Sejarah di Piala Super Spanyol usai Bantai Athletic Club 5-0
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 11:06
-
Debut Darren Fletcher di Man Utd: Sepak Bola Menyerang Sudah Terlihat
Liga Inggris 8 Januari 2026, 10:24
-
Pemain Terbaik dan Terburuk dari Laga Parma vs Inter di Ennio Tardini
Liga Italia 8 Januari 2026, 10:11
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 8 Januari 2026
Voli 8 Januari 2026, 09:31
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR