Runtuhnya Rekor Unbeaten AC Milan di Tangan Parma

Runtuhnya Rekor Unbeaten AC Milan di Tangan Parma
Pemain Parma, Mateo Pellegrino, diadang oleh dua pemain AC Milan, Strahinja Pavlovic dan Adrien Rabiot, dalam pertandingan Serie A, Senin (23/2/2025) malam WIB. (c) Spada/LaPresse via AP

Bola.net - AC Milan baru saja menelan kekalahan mengejutkan saat menjamu Parma di stadion San Siro. Hasil negatif ini sekaligus menghentikan rekor tidak terkalahkan mereka dalam dua puluh empat laga.

Skuad Rossoneri juga gagal melanjutkan tren selalu mencetak gol dalam sembilan belas pertandingan terakhir. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi mereka di papan atas Serie A.

"Kami tentu saja tidak merasa senang dengan hasil pertandingan malam ini," tutur Marco Landucci kepada Sky Sport Italia.

"Parma bermain dengan sangat baik dan bola seolah-olah tidak ingin masuk ke gawang kami malam ini," sambungnya.

1 dari 3 halaman

Drama VAR dan Faktor Ketidakberuntungan

Pemain AC Milan, Ruben Loftus-Cheek (kiri), berebut bola dengan pemain Parm, Emanuele Valeri, dalam pertandingan Serie A, Senin (23/2/2025) dini hari WIB. (c) Spada/LaPresse via AP

Pemain AC Milan, Ruben Loftus-Cheek (kiri), berebut bola dengan pemain Parm, Emanuele Valeri, dalam pertandingan Serie A, Senin (23/2/2025) dini hari WIB. (c) Spada/LaPresse via AP

Pertandingan berjalan sangat alot hingga gol penentu kemenangan lawan tercipta di menit-menit akhir. Gol sundulan dari Mariano Troilo sempat dianulir wasit sebelum akhirnya disahkan melalui tinjauan VAR.

Milan sebenarnya memiliki peluang emas melalui tendangan voli keras dari bintang mereka, Rafael Leao. Namun sayang sekali bola hanya membentur tiang gawang dan gagal menjadi gol.

"Kami tidak beruntung malam ini dengan banyaknya pemain cedera dan bola yang membentur tiang," sebut Marco Landucci.

"Kami sangat menginginkan tiga poin sehingga kami merasa sangat kecewa, namun kami akan bangkit mulai Selasa," tegasnya.

2 dari 3 halaman

Badai Cedera Sejak Menit Awal

Nasib buruk Milan sudah dimulai bahkan sebelum peluit sepak mula dibunyikan oleh wasit. Matteo Gabbia mengalami cedera saat pemanasan sehingga tim harus melakukan perubahan skuat mendadak.

Kondisi semakin parah saat Ruben Loftus-Cheek harus ditandu keluar lapangan akibat benturan keras. Gelandang asal Inggris tersebut mengalami luka di wajah dan kerusakan pada bagian giginya.

"Saya pikir Serie A adalah liga tersulit di dunia karena persaingan yang sangat seimbang," ujar Marco Landucci.

"Ada pertandingan yang memang tidak berpihak kepada Anda seperti saat Gabbia dan Loftus-Cheek mengalami cedera mendadak," tambahnya.

3 dari 3 halaman

Misi Kembali ke Liga Champions

Kekalahan ini membuat jarak poin Milan dengan Inter Milan semakin melebar menjadi sepuluh angka. Landucci kini mencoba menenangkan mental para pemain agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.

Fokus utama tim sekarang adalah mengamankan posisi di empat besar klasemen akhir musim. Mereka tidak ingin terganggu dengan hasil yang diraih oleh tim-tim pesaing lainnya.

"Tim merasa sangat kecewa dan kami telah mencoba untuk meyakinkan mereka kembali," ungkap Marco Landucci.

"Tujuan utama kami adalah kembali ke Liga Champions dan kami harus fokus pada perjalanan sendiri," tutupnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL