
Bola.net - Dalam wawancara bersama Daily Mail, striker gaek asal Pantai Gading, Didier Drogba, mengenang kembali dua partai puncak Liga Champions yang pernah dijalaninya bersama Chelsea di di tahun 2008 dan 2012 lalu.
Drogba mengalami ending yang berbeda dalam dua laga puncak tersebut. Pada tahun 2008, The Blues harus menyerah melalui adu tendangan penalti atas klub senegara mereka, Manchester United. Namun mereka membayar lunas hutang tersebut dengan memenangkan adu penalti di laga final 2012 kontra Bayern Munich.
Drogba menggambarkan perbedaan yang ia rasakan dalam dua partai final tersebut. Pertama-tama, pemain yang kini berusia 35 tahun ini menyatakan bahwa ia sudah merasa bahwa Chelsea akan juara di tahun 2012 sejak pertandingan belum dimulai.
"Saya tak tahu bagaimana menjelaskannya, mengapa saya bisa begitu tenang dan percaya diri sejak sebelum kick off. Sepanjang laga kami dibombardir, namun fakta bahwa Bayern tidak mencetak gol hingga pertengahan babak kedua membuat saya yakin malam itu akan berakhir indah," kenang Drogba.
Selanjutnya, pemain yang terkenal dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa ini membandingkan kondisi dengan saat United mengangkangi Chelsea untuk meraih gelar juara tahun 2008. Saat itu Drogba yang seharusnya menjadi algojo terakhir di adu penalti mendapatkan kartu merah di babak perpanjangan waktu.
Pada akhirnya, John Terry yang maju menggantikan Drogba sebagai eksekutor kelima mengirim bola melambung tinggi dari gawang Edwin van der Sar.
"Jika saya berada di sana, kemungkinan besar saya akan mengambil tendangan terakhir alih-alih Terry. Namun saya yakin segalanya terjadi dengan alasan tersendiri, dan saya pikir memang saat itu bukan momen yang tepat bagi Chelsea."
"Tahun 2008 bukan waktunya kami berjaya. Periode itu adalah era keemasan Manchester United dan juga Cristiano Ronaldo."[initial]
Drogba mengalami ending yang berbeda dalam dua laga puncak tersebut. Pada tahun 2008, The Blues harus menyerah melalui adu tendangan penalti atas klub senegara mereka, Manchester United. Namun mereka membayar lunas hutang tersebut dengan memenangkan adu penalti di laga final 2012 kontra Bayern Munich.
Drogba menggambarkan perbedaan yang ia rasakan dalam dua partai final tersebut. Pertama-tama, pemain yang kini berusia 35 tahun ini menyatakan bahwa ia sudah merasa bahwa Chelsea akan juara di tahun 2012 sejak pertandingan belum dimulai.
"Saya tak tahu bagaimana menjelaskannya, mengapa saya bisa begitu tenang dan percaya diri sejak sebelum kick off. Sepanjang laga kami dibombardir, namun fakta bahwa Bayern tidak mencetak gol hingga pertengahan babak kedua membuat saya yakin malam itu akan berakhir indah," kenang Drogba.
Selanjutnya, pemain yang terkenal dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa ini membandingkan kondisi dengan saat United mengangkangi Chelsea untuk meraih gelar juara tahun 2008. Saat itu Drogba yang seharusnya menjadi algojo terakhir di adu penalti mendapatkan kartu merah di babak perpanjangan waktu.
Pada akhirnya, John Terry yang maju menggantikan Drogba sebagai eksekutor kelima mengirim bola melambung tinggi dari gawang Edwin van der Sar.
"Jika saya berada di sana, kemungkinan besar saya akan mengambil tendangan terakhir alih-alih Terry. Namun saya yakin segalanya terjadi dengan alasan tersendiri, dan saya pikir memang saat itu bukan momen yang tepat bagi Chelsea."
"Tahun 2008 bukan waktunya kami berjaya. Periode itu adalah era keemasan Manchester United dan juga Cristiano Ronaldo."[initial]
(tdm/mri)
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nasib De Bruyne Ditentukan Dua Pekan Lagi
Liga Inggris 11 Desember 2013, 22:05
-
Wayne Rooney, Pemain Inggris Terkaya di Premier League
Bolatainment 11 Desember 2013, 20:01
-
Mourinho: Saya Ingin Kembali ke Inter
Liga Italia 11 Desember 2013, 16:19
-
United dan Chelsea Berebut Tangkap 'Nyamuk' Brasil
Liga Inggris 11 Desember 2013, 15:45
-
Ivanovic Keluhkan Lubang di Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 11 Desember 2013, 15:30
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR