Melihat Folarin Balogun Sebagai Korban Kontroversi Penangguhan Sanksi Kartu Merah

Melihat Folarin Balogun Sebagai Korban Kontroversi Penangguhan Sanksi Kartu Merah
Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun (20) dan rekan-rekannya bereaksi setelah Belgia mencetak gol dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Belgia di Seattle, Senin, 6 Juli 2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Kontroversi penangguhan hukuman kartu merah Folarin Balogun terus menjadi pembahasan hangat di Piala Dunia 2026. Meski menuai kritik dari berbagai pihak, pelatih Belgia, Rudi Garcia, justru memilih membela penyerang Amerika Serikat tersebut.

Balogun sebelumnya dipastikan absen pada laga babak 16 besar melawan Belgia setelah menerima kartu merah langsung saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina. Namun, FIFA kemudian menangguhkan larangan bermain selama 12 bulan sehingga sang striker tetap bisa tampil.

Keputusan itu memicu polemik besar, terlebih setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui telah menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meminta peninjauan ulang terhadap hukuman Balogun.

Di tengah derasnya kritik terhadap FIFA, Garcia menilai Balogun berada pada posisi yang sulit. Menurutnya, sang pemain hanya mengikuti keputusan yang dibuat otoritas sepak bola dan tidak pantas menjadi sasaran kemarahan publik.

1 dari 2 halaman

Rudi Garcia: Balogun Hanya Korban Situasi

Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun bereaksi setelah menerima kartu merah dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat vs Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Jeff Chiu

Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun bereaksi setelah menerima kartu merah dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat vs Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Jeff Chiu

Belgia akhirnya mampu mengatasi Amerika Serikat dengan kemenangan meyakinkan 4-1 di babak 16 besar. Meski Balogun mendapat izin bermain, striker berusia 25 tahun itu gagal memberikan pengaruh besar terhadap jalannya pertandingan.

Usai laga, Rudi Garcia mengungkapkan bahwa Balogun secara langsung menemuinya untuk berbicara mengenai situasi yang sempat memanaskan hubungan kedua kubu. Garcia mengaku menghargai sikap yang ditunjukkan penyerang AS tersebut.

"Folarin Balogun datang untuk berbicara dengan saya. Saya menyukainya," buka Rudi Garcia.

"Itu bukan salahnya. Dia bukan orang yang harus disalahkan dan saya mengatakan itu kepadanya. Saya menghargai bahwa dia datang untuk berbicara dengan saya," imbuh eks pelatih AS Roma.

2 dari 2 halaman

Kontroversi FIFA Terus Jadi Sorotan

FILE - Presiden Donald Trump mengangkat kartu merah saat bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, Selasa, 28 Agustus 2018 (c) AP Photo/Evan Vucci, File

FILE - Presiden Donald Trump mengangkat kartu merah saat bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, Selasa, 28 Agustus 2018 (c) AP Photo/Evan Vucci, File

Balogun sejatinya menerima kartu merah langsung saat Amerika Serikat menang 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina pada babak sebelumnya. Hukuman otomatis satu pertandingan semula membuatnya dipastikan absen melawan Belgia.

Situasi berubah ketika FIFA menangguhkan sanksi tersebut selama 12 bulan. Keputusan itu diambil setelah Donald Trump menghubungi Gianni Infantino untuk meminta agar insiden tersebut ditinjau kembali, sehingga memunculkan kritik mengenai dugaan adanya intervensi di luar sepak bola.

Sebelum pertandingan berlangsung, Garcia termasuk sosok yang paling vokal mengkritik keputusan FIFA. Pelatih asal Prancis itu bahkan menyindir badan sepak bola dunia tersebut dengan komentar bernada satir.

"Saya tidak tahu bahwa 5 Juli sama dengan 1 April di FIFA," kata Rudi Garcia.

Sumber: talkSPORT


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL