Efek Domino Kasus Folarin Balogun: Inggris Banding Kartu Merah Jarell Quansah, Prancis Protes Kartu Kuning Michael Olise

Efek Domino Kasus Folarin Balogun: Inggris Banding Kartu Merah Jarell Quansah, Prancis Protes Kartu Kuning Michael Olise
Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun setelah mencetak gol ke gawang Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026, Kamis (2/7/2026). (c) AP Photo/Julio Cortez

Bola.net - Keputusan FIFA menangguhkan hukuman larangan bermain untuk penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, mulai memunculkan efek berantai di Piala Dunia 2026. Inggris dan Prancis dilaporkan siap mengambil langkah serupa.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menjadi salah satu pihak yang bergerak cepat. Federasi tersebut tengah mempertimbangkan banding atas kartu merah yang diterima bek Jarell Quansah saat Inggris menghadapi Meksiko pada babak 16 besar.

Tak hanya Inggris, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) juga mengambil langkah serupa. Les Bleus meminta FIFA membatalkan kartu kuning yang diterima Michael Olise setelah merasa keputusan wasit tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Rangkaian peristiwa tersebut membuat kebijakan FIFA kembali menjadi sorotan. Banyak pihak menilai keputusan terkait kasus Balogun telah membuka ruang bagi federasi lain untuk menuntut perlakuan yang sama terhadap pemain mereka.

1 dari 2 halaman

FA Inggris Bergerak Setelah Kasus Balogun

Pemain Timnas Inggris merayakan gol Jude Bellingham ke gawang Panama di Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Yuki Iwamura

Pemain Timnas Inggris merayakan gol Jude Bellingham ke gawang Panama di Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Yuki Iwamura

Jarell Quansah menerima kartu merah pada menit ke-54 saat Inggris mengalahkan Meksiko di babak 16 besar. Bek Bayer Leverkusen itu diusir keluar lapangan setelah melakukan tekel keras terhadap Jesus Gallardo.

Dalam situasi normal, kartu merah langsung akan membuat seorang pemain menjalani larangan bermain satu pertandingan. Namun, keputusan FIFA menangguhkan sanksi Balogun selama 12 bulan mengubah cara pandang sejumlah federasi terhadap proses disiplin.

Balogun sebelumnya mendapat kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar. Meski sempat dipastikan absen melawan Belgia, FIFA akhirnya menangguhkan hukuman tersebut dengan mengacu pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta peninjauan kembali keputusan tersebut.

"Kami sedang mempertimbangkan opsi kami terkait banding apa pun menyusul kartu merah Jarell Quansah di Mexico City tadi malam," ucap FA kepada The Independent.

2 dari 2 halaman

Prancis Ikut Protes demi Michael Olise

Pemain Prancis Michael Olise beraksi saat laga Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Senegal di East Rutherford, N.J., dekat New York, Selasa, 16 Juni 2026 (c) AP Photo/Steve Luciano

Pemain Prancis Michael Olise beraksi saat laga Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Senegal di East Rutherford, N.J., dekat New York, Selasa, 16 Juni 2026 (c) AP Photo/Steve Luciano

Dampak keputusan FIFA juga dirasakan Prancis. Menurut laporan L'Equipe, Federasi Sepak Bola Prancis meminta FIFA menghapus kartu kuning yang diterima Michael Olise saat mengalahkan Paraguay 1-0 di babak 16 besar.

Olise mendapat kartu kuning pada penghujung pertandingan setelah terlibat insiden dengan gelandang Paraguay, Matias Galarza. Pihak Prancis meyakini winger Bayern Munchen tersebut sama sekali tidak melakukan kontak terhadap lawannya sehingga keputusan wasit dinilai keliru.

Permintaan tersebut bukan tanpa alasan. Kartu kuning memang akan dihapus setelah babak perempat final, tetapi pemain yang telah mengoleksi dua kartu kuning sebelum fase tersebut tetap harus menjalani skorsing satu pertandingan jika kembali menerima kartu.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL