
Bola.net - Feyenoord berjumpa dengan Inter Milan di babak 16 besar Liga Champions musim ini. Setelah menyingkirkan AC Milan di play-off, Feyenoord dihadapkan pada klub kota Milan lainnya. Usai melewati tim merah-hitam, mereka kali ini bertemu dengan kubu biru-hitam.
Pertemuan klasik ini membawa memori manis bagi publik Rotterdam. Dua dekade lalu, Feyenoord pernah menyingkirkan Inter dalam perjalanan menuju trofi Eropa terakhir mereka.
Kali ini, kisah lama itu hidup kembali dengan sentuhan baru. Robin van Persie, yang dulu bermain di duel tersebut, kini datang sebagai pelatih baru Feyenoord. Penunjukannya membawa harapan baru, tapi tantangan besar langsung menanti.
Inter Milan datang sebagai wakil Italia yang stabil di papan atas Serie A. Skuad Simone Inzaghi berisi pemain-pemain berkualitas, menjadikan laga ini ujian sesungguhnya bagi Feyenoord dan Van Persie.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Kisah Lama Bersemi Kembali
Musim 2001/02 menjadi kenangan manis bagi Feyenoord saat menghadapi Inter Milan. Pada semifinal UEFA Cup saat itu, Feyenoord menyingkirkan Inter dengan agregat 3-2.
Gol bunuh diri Ivan Cordoba di San Siro membuka jalan bagi Feyenoord. Pada leg kedua di Rotterdam, Pierre van Hooijdonk dan Jon Dahl Tomasson menambah keunggulan.
Meski Cristiano Zanetti dan Mohamed Kallon sempat memperkecil skor, Feyenoord tetap melangkah ke final. Van Persie muda saat itu tampil di kedua laga, menandai awal kisah Eropanya.
Robin van Persie: Legenda Kembali ke Rumah
Pada 23 Februari lalu, Feyenoord resmi menunjuk Robin van Persie sebagai pelatih kepala. Ini menjadi momen istimewa, mengingat statusnya sebagai ikon klub.
Van Persie menggantikan Brian Priske yang mundur pada 10 Februari. Tugas berat langsung menanti karena Feyenoord sedang berjuang memperbaiki performa.
Debutnya berakhir dengan hasil imbang 0-0 melawan NEC Nijmegen. Meski belum sempurna, aura positif mulai terasa di ruang ganti Feyenoord.
Performa Naik Turun Feyenoord
Musim ini, performa Feyenoord di Eredivisie terbilang inkonsisten. Dalam delapan laga terakhir, mereka hanya menang dua kali.
Kemenangan 2-1 atas Almere City pada 22 Februari menjadi salah satu dari sedikit momen positif. Tiga kekalahan di periode itu menjadi alarm serius.
Kekalahan-kekalahan tersebut sama banyaknya dengan 50 laga Eredivisie sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa Feyenoord sedang dalam masa sulit.
Inter Milan: Stabil di Puncak, tapi Rawan Tergelincir
Di sisi lain, Inter Milan datang dengan modal sebagai pemuncak klasemen Serie A. Namun, performa mereka belakangan ini menunjukkan inkonsistensi.
Dalam enam laga terakhir, Inter hanya menang dua kali. Kekalahan di markas Fiorentina dan Juventus memperlihatkan kelemahan saat bertandang.
Hasil imbang 1-1 melawan Napoli akhir pekan lalu juga menunjukkan bahwa Inter masih punya celah, terutama ketika menghadapi tekanan tinggi di laga besar.
Lautaro Martinez: Penerus Legenda Lama
Di lini depan, Inter masih mengandalkan ketajaman Lautaro Martinez. Golnya ke gawang Genoa pada 22 Februari lalu membuatnya sejajar dengan Roberto Boninsegna di daftar top skor sepanjang masa Serie A untuk Inter.
Kini, Lautaro sudah mencetak 113 gol liga bagi Nerazzurri. Target berikutnya adalah melewati catatan Sandro Mazzola yang mencetak 116 gol.
Ketajaman Lautaro akan sangat krusial melawan Feyenoord. Pengalaman Eropa dan insting golnya bisa jadi pembeda di duel ketat nanti.
Kesempatan Emas Van Persie
Bagi Robin van Persie, laga melawan Inter Milan bukan sekadar pertandingan. Ini adalah panggung pembuktian dirinya sebagai pelatih muda.
Membawa Feyenoord melangkah jauh di Liga Champions akan mengangkat reputasinya, sekaligus menghidupkan kembali kejayaan klub yang pernah dia bela.
Van Persie tahu, lawan yang dihadapi bukan sembarangan. Namun, sejarah menunjukkan, Feyenoord pernah menyingkirkan Inter. Mengapa tidak mengulanginya lagi?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSG vs Liverpool: Dilema Arne Slot
Liga Champions 5 Maret 2025, 23:45
-
Demi Arsenal, Calafiori Siap Bermain di Posisi Manapun!
Liga Champions 5 Maret 2025, 22:50
LATEST UPDATE
-
Dilema Xavi Espart bagi Barcelona: Bek Kanan dengan Jiwa Gelandang
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 13:10
-
Carlos Espi, 2 Gol dari 5 Tembakan
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 12:05
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR