
Bola.net - Kemenangan tipis 1-0 yang diraih Real Madrid di markas Benfica, Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) seharusnya menjadi sorotan utama. Namun, laga panas di Lisbon itu kembali menyisakan cerita kelam: dugaan aksi rasisme yang diarahkan kepada Vinicius Junior.
Sekitar satu jam setelah peluit panjang dibunyikan, penyerang asal Brasil tersebut mengunggah pernyataan tegas melalui Instagram. Ia mengecam perlakuan yang diterimanya sepanjang pertandingan, termasuk hinaan rasial dari tribun serta lemparan benda yang sempat mengenainya.
“Rasis pada dasarnya adalah pengecut. Mereka perlu menutupi mulut dengan jersey untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka,” tulis Vinicius, merujuk pada momen ketika pemain Benfica, Prestianni, terlihat menutup mulutnya saat berbicara sebelum Vinicius menghampiri wasit untuk melaporkan insiden tersebut.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Kritik Sistem dan Penegakan Aturan

Kemarahan Vinicius tidak hanya tertuju kepada individu yang diduga melakukan penghinaan. Ia juga menyindir sistem yang dianggapnya belum maksimal melindungi pemain dari tindakan diskriminatif.
“Mereka dilindungi oleh pihak lain yang secara teori punya kewajiban untuk menghukum,” lanjutnya, dalam pernyataan yang dinilai sebagai kritik terhadap otoritas pertandingan dan badan sepak bola Eropa.
Dalam pertandingan tersebut, wasit asal Prancis, François Letexier, sempat mengaktifkan protokol anti-rasisme setelah Vinicius melaporkan insiden di tengah laga. Pertandingan dihentikan sementara sebelum akhirnya dilanjutkan kembali. Namun, menurut Vinicius, prosedur tersebut tidak berjalan efektif.
“Hanya protokol yang dieksekusi dengan buruk dan tidak menghasilkan apa pun,” tulisnya.
Selain itu, ia juga mempertanyakan kartu kuning yang diterimanya usai merayakan gol kemenangan Madrid. “Saya mendapat kartu kuning karena merayakan gol. Sampai sekarang saya tidak mengerti alasannya,” tambahnya.
Madrid Menang, Tapi Isu Rasisme Kembali Membayangi

Di atas lapangan, Madrid sebenarnya tampil disiplin dan matang. Skuad asuhan Carlo Ancelotti mampu mengendalikan tempo permainan dalam atmosfer yang tidak bersahabat. Kemenangan 1-0 menjadi modal penting bagi Los Blancos dalam persaingan Eropa musim ini.
Namun, sorotan publik kembali tersedot pada isu yang selama beberapa tahun terakhir terus menghantui karier Vinicius: rasisme.
Di pertengahan pertandingan, ia terlihat berlari ke arah Letexier untuk melaporkan dugaan ucapan rasis yang dilontarkan lawan. Tayangan televisi memperlihatkan momen ketika Prestianni berbicara sambil menutup mulutnya. Tak lama kemudian, wasit menghentikan pertandingan sebagai bagian dari prosedur resmi.
Selain dugaan insiden di lapangan, terdengar pula nyanyian bernada penghinaan dari sebagian suporter tuan rumah, serta lemparan benda ke arah Vinicius dari tribun.
Ketegasan Vinicius

Meski kecewa, Vinicius menegaskan bahwa ia sebenarnya tidak ingin momen seperti ini menggeser fokus dari kemenangan timnya.
“Saya tidak suka muncul dalam situasi seperti ini, apalagi setelah kemenangan besar ketika seharusnya tajuk utama adalah tentang Real Madrid. Tapi ini perlu dilakukan,” tulisnya.
Pernyataan itu mencerminkan realitas pahit yang kerap ia hadapi: bersinar di atas lapangan, namun terus dipaksa melawan diskriminasi di luar permainan.
Kemenangan di Da Luz mungkin akan tercatat sebagai hasil penting bagi Madrid. Tetapi bagi Vinicius, laga tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangannya bukan hanya soal mencetak gol atau meraih trofi, melainkan juga melawan sesuatu yang jauh lebih besar dari sepak bola itu sendiri.
Sumber: Instagram @vinijr
Jangan Lewatkan!
- Kontroversi Rasisme dari Benfica vs Real Madrid: Federico Valverde Murka pada Gianluca Prestianni
- Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di MOJI Malam Ini, 19 Februari 2026
- Kartu Merah Jose Mourinho di Laga Benfica vs Real Madrid: Usai jadi Hero, Kini Harus Absen di Bernabeu
- Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Insiden Rasisme dalam Laga Benfica vs Madrid: Vinicius Junior Jadi Korban
Liga Champions 18 Februari 2026, 13:32
LATEST UPDATE
-
Arsenal Masih Hidup di 4 Kompetisi, Arteta: Bukan Arogan, Tapi Kami Sangat Siap!
Liga Inggris 18 Februari 2026, 14:07
-
Kurang 10 Hari Lagi: KapanLagi Buka Bareng Festival 2026 Siap Mewarnai Ramadan Kamu!
Lain Lain 18 Februari 2026, 13:39
-
Insiden Rasisme dalam Laga Benfica vs Madrid: Vinicius Junior Jadi Korban
Liga Champions 18 Februari 2026, 13:32
-
Allegri Sebut Inter Milan Favorit Scudetto, AC Milan Kibarkan Bendera Putih?
Liga Italia 18 Februari 2026, 12:31
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48













KOMENTAR