Filosofi Ferguson Jadi Kunci, Ini 4 Bukti Arsenal Pantas ke Final Liga Champions 2025/26

Filosofi Ferguson Jadi Kunci, Ini 4 Bukti Arsenal Pantas ke Final Liga Champions 2025/26
Selebrasi skuad Arsenal usai memastikan tiket ke final Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Arsenal akhirnya mengakhiri penantian panjang mereka dengan cara dramatis. Bermain di Emirates Stadium, Rabu (06/05/2026) dini hari WIB, The Gunners menundukkan Atletico Madrid dengan skor tipis 1-0.

Gol tunggal kemenangan dicetak Bukayo Saka menjelang akhir babak pertama. Tepatnya pada menit ke-44, ia memanfaatkan momen krusial yang membuat stadion bergemuruh.

Hasil ini memastikan Arsenal unggul agregat 2-1 setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 di leg pertama. Tim asuhan Mikel Arteta pun melaju ke final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2006.

Kini, Arsenal tinggal menunggu lawan antara PSG atau Bayern Munchen di partai puncak di Budapest. Namun satu hal mulai terasa jelas, perjalanan mereka ke final bukan sekadar keberuntungan.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 5 halaman

Kedalaman Skuad Jadi Fondasi Kekuatan

Aksi Riccardo Calafiori dalam laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Aksi Riccardo Calafiori dalam laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Salah satu alasan utama Arsenal layak berada di final adalah kedalaman skuad yang mereka miliki. Mikel Arteta membangun tim ini secara bertahap sejak 2019 dengan kombinasi rekrutan cerdas dan pemain akademi.

Nama-nama seperti Gabriel Martinelli, Martin Odegaard, Declan Rice, hingga William Saliba menjadi tulang punggung tim. Di sisi lain, pemain muda seperti Bukayo Saka yang berasal dari akademi tim juga terus berkembang menjadi sosok krusial.

Di lini depan, Arsenal tidak kekurangan opsi berkualitas. Viktor Gyokeres, Kai Havertz, hingga Gabriel Jesus bisa saling mengisi.

Hal yang sama juga terlihat di lini tengah dan belakang. Fleksibilitas pemain seperti Mikel Merino, Havertz, Jurrien Timber, Riccardo Calafiori, dan Piero Hincapie membuat Arsenal tetap solid meski dihantam rotasi atau cedera.

2 dari 5 halaman

Gyokeres, Kepingan Puzzle yang Sempurna

Aksi penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres mengontrol bola dari  gangguan pemain Atletico, Antoine Griezmann dan Giuliano Simeone. (c) AP Photo/Alastair Grant

Aksi penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres mengontrol bola dari gangguan pemain Atletico, Antoine Griezmann dan Giuliano Simeone. (c) AP Photo/Alastair Grant

Kehadiran Viktor Gyokeres menjadi pembeda besar bagi Arsenal musim ini. Setelah lama dikritik karena tidak punya striker murni, The Gunners akhirnya menemukan sosok yang tepat.

Gyokeres langsung menunjukkan dampak signifikan dengan torehan 21 gol sejauh musim ini. Ia menjadi top skor tim dan memberikan dimensi baru dalam serangan Arsenal.

Tak hanya soal jumlah gol, kontribusinya juga datang di momen penting. Empat dari lima golnya di Liga Champions tercipta saat melawan tim besar seperti Atletico Madrid dan Inter Milan.

Kehadirannya membuat Arsenal jauh lebih klinis di depan gawang. Ini menjadi faktor penting yang membawa mereka melangkah hingga ke final.

3 dari 5 halaman

Mental Juara Terbentuk dari Laga Besar

Selebrasi Viktor Gyoekeres bersama pemain Arsenal usai membobol gawang Inter Milan di Liga Champions. (c) AP Photo/Luca Bruno

Selebrasi Viktor Gyoekeres bersama pemain Arsenal usai membobol gawang Inter Milan di Liga Champions. (c) AP Photo/Luca Bruno

Perjalanan Arsenal menuju final tidak bisa dibilang mudah. Mereka harus menghadapi sejumlah tim kuat sejak fase grup hingga knockout.

Di fase grup, Arsenal sudah menunjukkan kualitasnya dengan mengalahkan Atletico Madrid 4-0. Mereka juga sukses menundukkan Bayern Munchen dengan skor 3-1.

Tak berhenti di situ, Arsenal bahkan mampu menang 3-1 saat bertandang ke markas Inter Milan. Hasil-hasil ini membentuk mental kuat dalam skuad Arteta.

Kemenangan demi kemenangan tersebut membuat kepercayaan diri tim meningkat pesat. Arsenal kini tampil tanpa rasa takut, bahkan saat menghadapi tim dengan reputasi besar.

4 dari 5 halaman

Filosofi Sir Alex Ferguson, Kunci Keseimbangan Arsenal

Mantan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson. (c) dok.ManUtd

Mantan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson. (c) dok.ManUtd

Kesuksesan Arsenal musim ini juga tidak lepas dari keseimbangan antara lini serang dan pertahanan. Mikel Arteta tampaknya mengadopsi filosofi legenda Manchester United, Sir Alex Ferguson.

Attack wins you games, defence wins you titles.” Dalam Bahasa Indonesia artinya adalah: "Serangan memenangkan pertandingan, pertahanan memenangkan gelar.”

Ucapan tersebut benar-benar tercermin dalam performa Arsenal sepanjang Liga Champions. Mereka tampil cukup tajam di depan sekaligus sangat kokoh di belakang.

Di fase league, Arsenal hanya kebobolan empat gol dari delapan laga dan mencatatkan enam clean sheet. Sementara di fase knockout, mereka hanya kebobolan dua kali dari enam pertandingan.

Total, Arsenal baru kebobolan enam gol dari 14 laga dan belum tersentuh kekalahan. Statistik ini menjadi bukti kuat bahwa mereka memang pantas berada di final, bahkan tak akan mengherankan jika mereka nanti sukses menjadi juara.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL