
Bola.net - Arsenal berhasil membawa pulang kemenangan tipis 1-0 saat bertandang ke markas Sporting CP pada leg pertama perempat final Liga Champions. Laga ini sejak awal sudah terasa emosional, terutama karena kembalinya Viktor Gyokeres ke stadion yang pernah menjadi rumahnya.
Sorotan tidak hanya tertuju pada hasil akhir. Mikel Arteta justru menaruh perhatian pada apa yang dilakukan Gyokeres setelah pertandingan usai. Sang striker terlihat menyapa dan memberi salam perpisahan kepada para pendukung tuan rumah, sebuah gestur yang sederhana tetapi terasa bermakna.
Momen itu seolah melengkapi malam yang cukup dramatis bagi Arsenal di Lisbon. Mereka sempat kesulitan sepanjang pertandingan, sebelum akhirnya mencuri gol kemenangan lewat Kai Havertz di masa injury time babak kedua. Gol telat tersebut menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat.
Hasil ini juga terasa penting karena menghentikan tren negatif Arsenal dalam dua pertandingan sebelumnya. Kemenangan tandang ini memberi mereka pijakan yang cukup kuat sebelum giliran menjamu lawan di Emirates Stadium pekan depan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Reaksi Arteta soal Gyokeres
Bagi Viktor Gyokeres, pertandingan ini jelas punya makna berbeda. Ia kembali ke stadion tempat dirinya pernah mencetak 97 gol dari 102 penampilan. Namun di laga ini, kontribusinya tidak terlalu menonjol, terutama di babak pertama saat ia hanya mencatat sedikit sentuhan bola.
Gyökeres não voltou ao balneário sem reconhecer os adeptos de TODO o estádio 👏#DAZNChampions pic.twitter.com/uhzQc58lkK
— DAZN Portugal (@DAZNPortugal) April 7, 2026
Meski begitu, perhatian publik justru tertuju pada sikapnya setelah pertandingan. Ia tetap menyempatkan diri memberikan penghormatan kepada suporter Sporting CP. Respons terhadap momen tersebut pun cukup positif, termasuk dari Mikel Arteta.
"Yah, saya tidak tahu hal itu, tetapi saya sangat senang mendengarnya karena saya tahu bagaimana perasaannya tentang cara dia harus pergi juga," ujar Arteta.
Menurutnya, perpisahan seorang pemain dengan klub besar memang jarang berjalan mudah. Karena itu, gestur seperti yang dilakukan Gyokeres bisa mencerminkan hubungan yang tetap terjaga antara pemain, klub, dan para pendukung.
"Saya tahu ketika seorang pemain besar meninggalkan klub besar, itu tidak pernah mudah. Namun jika memang demikian, itu menceritakan banyak hal tentang budaya dan para pendukung di sini, serta apa arti Viktor bagi mereka," lanjutnya.
Pembuktian Identitas Arsenal

Kemenangan ini tidak datang dengan mudah. Sporting CP tampil sangat kuat di kandang dengan catatan 16 kemenangan beruntun sebelumnya. Sejak awal laga, Arsenal harus bekerja keras meredam tekanan yang datang silih berganti.
Situasi ini makin menantang karena Arsenal baru saja menelan dua kekalahan beruntun dari Manchester City dan Southampton. Tekanan jelas ada, dan Arteta menyadari timnya perlu menunjukkan kembali karakter permainan mereka.
"Sangat bahagia pastinya. Ini adalah sebuah malam yang besar, sebuah momen penting pada musim ini," kata Mikel Arteta.
Ia menambahkan bahwa timnya memang datang dengan sesuatu yang ingin dibuktikan. Apa yang ia minta sebelum laga, menurutnya, cukup terlihat di atas lapangan, meski tidak semuanya berjalan sempurna.
Peran Vital Raya dan Havertz
Di balik kemenangan ini, peran David Raya sangat terasa. Kiper Arsenal itu tampil sigap di bawah mistar dan beberapa kali menyelamatkan tim dari situasi berbahaya. Salah satu momen penting terjadi saat ia menepis peluang dari Maxi Araujo hingga membentur mistar.
Memasuki babak kedua, Raya kembali menunjukkan refleks cepat saat menggagalkan sundulan jarak dekat Geny Catamo. Penyelamatan-penyelamatan tersebut menjaga Arsenal tetap bertahan dalam permainan sampai momen krusial tiba.
Gol kemenangan akhirnya lahir dari situasi yang tidak terlalu rumit, tetapi efektif. Umpan dari Gabriel Martinelli membuka ruang di lini belakang lawan, dan bola kemudian diselesaikan dengan tenang oleh Kai Havertz.
Arteta mengakui timnya sempat mendominasi di beberapa fase, tetapi kurang tajam dalam penyelesaian akhir. Namun pada akhirnya, satu momen yang tepat di waktu yang krusial sudah cukup untuk menentukan hasil pertandingan.
"Kami memiliki momen-momen dominasi nyata dengan banyak situasi di sekitar kotak penalti tanpa menciptakan ancaman yang cukup. Namun sekali lagi, penyelesaian akhir datang saat bagian terpenting pertandingan akan terjadi, dan itu membuat perbedaan bagi kami untuk memenangkannya," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tempat Menonton PSG vs Liverpool: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 8 April 2026, 22:02
LATEST UPDATE
-
Persita Tangerang vs Arema FC: Singo Edan Siap Curi Poin di Tangerang
Bola Indonesia 8 April 2026, 12:18
-
Arsenal Hampir Tak Terbendung di Liga Champions Musim Ini
Liga Champions 8 April 2026, 10:20
-
Kalah 2-1, Real Madrid Pede Bisa Comeback di Kandang Bayern Munchen
Liga Champions 8 April 2026, 10:17
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 8 April 2026, 10:17
-
2 Gol Sedekah Real Madrid untuk Bayern Munchen
Liga Champions 8 April 2026, 10:15
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32























KOMENTAR