
Bola.net - Seolah baru kemarin, Inter Milan masih bermimpi meraih treble winner musim ini. Kini, mereka harus pulang dengan tangan hampa setelah dikalahkan PSG 5-0 di final Liga Champions, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB.
Bulan April 2025 lalu, Simone Inzaghi bahkan berani menyebut timnya bisa meraih quadruple termasuk Club World Cup. Namun mimpi indah itu berubah menjadi mimpi buruk dalam sekejap mata.
Kekalahan dari AC Milan di semifinal Coppa Italia menjadi awal petaka. Lalu Roma dan Napoli menyempurnakan runtuhnya Nerazzurri dari puncak Serie A.
Final Liga Champions di Munich menjadi puncak dari semua drama ini. Kekalahan telak tanpa balas membuat musim 2024/25 menjadi salah satu yang terpahit bagi fans Inter.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Awal Kejatuhan Inter di Bulan April

Semuanya berubah drastis saat Inter tersingkir dari Coppa Italia oleh rival sekota AC Milan. Kekalahan ini memicu rangkaian hasil buruk yang tak terduga.
Hanya beberapa hari kemudian, Inter kembali tumbang 1-0 dari Roma di San Siro. Hasil ini membuat Napoli berhasil menyalip mereka di puncak klasemen Serie A.
Tiga kekalahan beruntun menjadi titik balik tragis bagi Inter. Dari tim yang perkasa, mereka berubah menjadi raksasa yang limbung.
Fokus Nerazzurri yang Terbelah
Setelah kejatuhan di Serie A, Inter memusatkan perhatian pada Liga Champions. Kemenangan dramatis 7-6 atas Barcelona di semifinal sempat membangkitkan harapan.
Namun di Serie A, mereka gagal memanfaatkan kesempatan emas saat Napoli ditahan Parma. Inter sendiri hanya bisa meraih hasil imbang kontra Lazio setelah kebobolan di menit akhir.
Konsentrasi yang terpecah antara liga dan Eropa akhirnya berbuah petaka. Inter kehilangan momentum di saat-saat paling krusial.
Final UCL yang Menyakitkan
Allianz Arena menjadi saksi bisu kehancuran Inter di tangan PSG. Kekalahan 5-0 menjadi catatan terburuk dalam sejarah final Liga Champions.
Dari tim yang sempat dijuluki "penghancur Barcelona", Inter tampak tak berdaya menghadapi gempuran pemain-pemain PSG. Mimpi treble pun akhirnya musnah dalam 90 menit.
Musim yang diawali dengan begitu menjanjikan harus berakhir tanpa satupun trofi. Sebuah kenyataan pahit yang harus ditelan Inter dan para pendukungnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Istanbul dan Munich: Dua Kota, Satu Luka Nerazzurri
Liga Champions 1 Juni 2025, 17:51
-
Donnarumma dan Malam Balas Dendam yang Manis di Allianz Arena
Liga Champions 1 Juni 2025, 17:00
-
Achraf Hakimi dan Perjalanan 4 Tahun yang Penuh Ambisi
Liga Champions 1 Juni 2025, 15:57
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Benfica vs Real Madrid: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 23:13
-
Legenda Man United Sebut Ruben Amorim 'Bunuh' Karier Kobbie Mainoo
Liga Inggris 17 Februari 2026, 21:56
-
Tempat Menonton Galatasaray vs Juventus: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 21:34
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 17 Februari 2026, 19:55
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48




















KOMENTAR