
Bola.net - PSG kembali menorehkan sejarah di panggung Eropa setelah berhasil mempertahankan gelar Liga Champions. Klub asal Prancis itu memastikan trofi kedua secara beruntun usai menaklukkan Arsenal melalui adu penalti dalam laga final yang berlangsung sengit.
Pertandingan berakhir imbang 1-1 selama waktu normal. Arsenal sempat unggul lebih dulu melalui Kai Havertz, sebelum PSG membalas lewat Ousmane Dembele. Kedua tim gagal mencetak gol tambahan hingga babak perpanjangan waktu usai, sehingga pemenang harus ditentukan lewat drama adu penalti.
Pada babak tos-tosan, Arsenal kehilangan momentum setelah Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna. PSG pun keluar sebagai pemenang dan kembali mengangkat trofi paling bergengsi di level klub Eropa.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Sindiran Joao Neves

Namun, perayaan kemenangan PSG diwarnai komentar pedas dari gelandang muda mereka, Joao Neves. Pemain asal Portugal itu melontarkan sindiran yang diyakini mengarah pada gaya bermain Arsenal sepanjang pertandingan.
Menurut Neves, PSG merupakan satu-satunya tim yang benar-benar berusaha memainkan sepak bola menyerang di final tersebut.
"Perasaan ini luar biasa. Ini adalah kali kedua saya menjadi juara Eropa. Bukan hanya soal kemenangan, tetapi tentang bermain bersama rekan-rekan setim, staf pelatih, dan seluruh manajemen yang luar biasa," ujar Neves.
Ia juga mengaku tidak pernah menyesali keputusannya bergabung dengan PSG.
"Datang ke sini adalah keputusan terbaik dalam hidup saya. Saya mencintai segalanya di klub ini. Kami pantas menang hari ini karena PSG adalah satu-satunya tim yang ingin bermain," tambahnya.
Tekanan Berat PSG

Pernyataan tersebut berpotensi memicu perdebatan di kalangan penggemar Arsenal. Neves secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa The Gunners lebih banyak mengandalkan permainan bertahan dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik.
Gelandang berusia 21 tahun itu juga menilai perjalanan PSG musim ini jauh lebih berat dibanding musim sebelumnya. Sebagai juara bertahan, Les Parisiens harus menghadapi tekanan lebih besar karena menjadi target utama seluruh tim peserta.
"Musim ini berbeda. Lebih sulit dan lebih menguras fisik. Kami datang sebagai juara bertahan dan harus mempertahankan status itu. Sekarang kami menjadi bagian dari sejarah PSG. Semua orang sangat bahagia dan saya ingin menikmati momen ini bersama rekan-rekan setim," katanya.
PSG Layak Juara

Sementara itu, pelatih PSG Luis Enrique menilai pertandingan berlangsung sangat seimbang. Meski demikian, ia percaya timnya layak menjadi juara jika melihat konsistensi yang ditunjukkan sepanjang musim.
"Saya pikir kedua tim sama-sama pantas menang hari ini. Namun jika melihat bagaimana kami bermain sepanjang musim, saya merasa PSG layak menjuarai Liga Champions," ujar Enrique.
Pelatih asal Spanyol itu juga mengakui bahwa Arsenal sempat membuat timnya kesulitan setelah mencetak gol lebih dulu. Menurutnya, The Gunners sangat disiplin dalam bertahan sehingga PSG membutuhkan usaha ekstra untuk membongkar pertahanan lawan.
"Mereka memulai pertandingan dengan sempurna dan mencetak gol dari satu momen yang beruntung. Setelah itu mereka bisa bertahan dengan sangat baik. Situasi seperti itu selalu sulit karena kami terbiasa menyerang tim yang menumpuk banyak pemain di belakang bola," jelas Enrique.
Meski harus bekerja keras hingga adu penalti, Enrique menegaskan PSG pantas membawa pulang trofi setelah berhasil bangkit dan menunjukkan mental juara di momen-momen krusial.
Keberhasilan ini semakin mengukuhkan dominasi PSG di sepak bola Eropa dalam dua musim terakhir. Tantangan berikutnya bagi Enrique adalah mempertahankan level permainan timnya sekaligus melakukan penyegaran skuad agar tetap kompetitif menghadapi musim baru.
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
No Arsenal, No PSG! Marcus Rashford Hanya Mau Barcelona!
Liga Spanyol 1 Juni 2026, 17:18
-
Ditinggal Vlahovic, Juventus Pilih Balikan dengan Striker Ini?
Liga Italia 1 Juni 2026, 16:27
LATEST UPDATE
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR